PELAJARAN MENEGUR

MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP MENEGUR

Requested by Nanda

frinshipPada posting sebelumnya kita sudah belajar prinsip penting dalam hal menghakimi. Kali ini kita bahas tentang pelajaran menegur. Ini sama pentingnya. Kekristenan bukanlah tentang kekudusan pribadi saja, melainkan juga tentang kebersamaan. Itu sebabnya kita perlu bersekutu sesama saudara dalam Tuhan. Aku sering mengatakan, bahwa persekutuan yang benar akan membawa kita kepada pertumbuhan progresif, semakin hari semakin indah dalam Tuhan. Sebaliknya persekutuan yang tidak menghasilkan pertumbuhan, sama sekali bukanlah persekutuan. Itu hanya ngumpul-ngumpul bersama plus ada ‘acara’ rohaninya.

Persekutuan yang benar itu ibarat besi menajamkan besi. Jadi ada interaksi. Cari di alkitab, kata ‘saling’. Itu bicara interaksi. Saling menguatkan, saling mendoakan, saling menasehati dan saling menegur. Hal-hal ini selalu menyertai perkumpulan jemaat yang benar. Teguran itu penting sekali. Mari kita lihat beberapa kebenaran berikut ini:

“Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat” (Amsal 10:17) “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu” (Amsal 12:1) 

Waktu kita ditegur seseorang saudara dalam Tuhan, kalo kita peka, sebenarnya itu adalah suara Tuhan terhadap kita. Sahabat yang baik adalah orang yang mendoakan dan memberi teguran saat diperlukan. Teguran seorang sahabat itu sangatlah berharga.  Karena itu kita harus mau ditegur dan dinasehati. Ditegur oleh seorang saudara itu masih lebih baik daripada ditegur sama musibah. Justru, kebanyakan di antara kita akan lebih ingat kepada Saudara yang menegur dan ketimbang yang menjilat.

“Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat” (Amsal 28:23)

frinship2Sedapat mungkin, tegurlah para sahabat-sahabat kita saja dahulu. Di sini awal pelajaran menegur. Mulai liat reaksinya. Sahabat aja kadang bisa sebel kalo ditegur bahkan salah-salah bisa sampai ga teguran seminggu, padahal sama-sama melayani. Belajar menegur, menasehati dan mulailah dari orang-orang terdekat dahulu. Kita dipanggil untuk menjadi penjaga dari saudara-saudara kita. Itu besar pahalanya kalo dilakukan dan ada hukuman juga jika kita mengabaikannya. Btw, ada kasus khusus, ini merupakan pengecualian, kita harus waspada. Misalnya kasus Ayub. Ada juga nantinya orang-orang yang di jemaat mengalami kejadian seperti Ayub. Maka, janganlah kita coba-coba menasehati ‘Ayub’, kurang kerjaan juga namanya tuh. Biarkan ‘Ayub’ diuji sama Tuhan, kita doakan supaya dia menang. Nasehati dan beri terguran kepada sahabat-sahabat yang mulai menyimpang, yang mulai cinta dunia, yang mulai jarang kebaktian dan sebagainya. Betapa senang tentunya apabila Saudara kita yang tersesat kembali bersama dalam persekutuan. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan hati Tuhan.

Namun demikian, ternyata menegur orang itu tidaklah mudah. Kadang bisa disalahmengerti bahkan juga dibenci. Itu yang buat orang malas menegur orang lain.  Menegur itu mengandung resiko. Maksud kita baik, eh dianggap jahat. Padahal, di mata Tuhan, kalo kita melihat ada sesuatu yang salah dalam kehidupan saudara seiman dan kita tidak mencegahnya, itulah namanya kejahatan. Membiarkan orang jatuh dan berkubang dalam dosa itu hal jahat di mata Tuhan. Jadi terkadang, hal ini menjadi dilema bagi anak-anak Tuhan. Jadi apa yang harus dilakukan?

Lakukan saja bagian kita. Itulah yang harus dilakukan. Selanjutnya jika orang ga mau menerima teguran, ya ga papa, yang penting kita sudah lakukan bagian kita. Itulah yang Tuhan mau liat! Mereka trima atau tidak, itu urusan mereka, lakukan bagian kita, selebihnya serahkan sama Tuhan. Yang harus kita jaga adalah hati kita. Jangan sampai karena menegur dan orang itu ga mau dengar, lalu konflik terjadi dan kita menjadi marah sama Tuhan. Kita menjadi kehilangan fokus dan mundur secara rohani. Iblis bekerjanya selalu menabur benih pertikaian sesama saudara. Sudah saudara kita jatuh, Iblis ingin pula menjatuhkan kita, memberi beban rasa bersalah. Karena itu, jangan mau kehilangan arah, bersandar pada Tuhan. Di sinilah kita harus siap. Mari kita lanjutkan.

catdosHal yang penting dalam menegur orang lain adalah masalah cara. Mendapat teguran itu ga enak. Pada dasarnya ga ada manusia yang mau ditegur. Jadi di sini perlu hikmat. Teguran yang mau diberikan itu pada dasarnya benar, hanya saja caranya juga harus tepat. Menegur sembarangan terkadang bisa membuat orang jadi patah semangat dan mundur. Cara menegur itu bisa dipelajari, hanya saja terkadang kita ga sabaran, selalu berfokus pada hasil, hasil dan hasil. Sama seperti orang berdoa, selalu fokusnya jawaban doa, bukan pada kehendak Tuhan. Kita harus menyadari, terkadang yang Tuhan mau lihat prosesnya, itu yang terpenting. Lihat dua sisi pembentukan Tuhan. Tuhan mau menguji kita sekaligus juga mau menolong yang tersesat melalui kita. Melalui proses ini maka akan kelihatan aslinya kita. Don’t worry, justru bagian ini yang Tuhan mau poles, supaya kita semakin indah di hadapan Tuhan. Jadi belajarlah menegur yang baik.

Kita juga harus bersandar pada Roh Kudus dalam menegur. Supaya kita ga mengandalkan hikmat manusiawi. Nah, jika orang yang ditegur kembali kepada Tuhan, jangan sekali-kali bermegah dan memuji diri, itu semua karena kuasa Tuhan semata. Selanjutnya, ada orang-orang tertentu yang bertobat dari dosa-dosa perlu dikonseling. Jika kita mau belajar, silahkan saja. Namun jika dirasa perlu, jangan ragu minta minta bantuan dari kakak rohani atau pemimpin, khusunya yang punya karunia konseling. Jadi, tidak cukup hanya hanya doa pelepasan. Sebenernya, ga ada yang salah dengan doa pelepasan, masalahnya banyak pemimpin yang ga sabaran, dikit-dikit pake power, pake urapan, pake pelepasan. Padahal, doa yang berkuasa adalah doa yang sepakat. Sebelum seseorang terbuka hatinya dan mau curhat dan dipulihkan, tidak ada yang namanya doa pelepasan. Proses penting konseling adalah mendengar curhat, lalu hal kedua yang sama pentingnya dengan itu adalah bagaimana mentransfer firman Tuhan ke dalam hatinya (yang sudah terbuka) sehingga muncul iman dan kesehatian. Selanjut doa akan lebih mudah. Kalo sudah sepakat, berdoalah dan jangan ragu dan jangan tanggung-tanggung, gapai hadirat kemuliaan Tuhan, have a strong prayer! Doa bukanlah doa, sampai kemuliaan Tuhan turun. Strong prayer, not just loud! Maka pelepasan sejati pasti terjadi!

love3Lebih di atas semuanya, lebih di atas caranya, teguran harus diberikan dalam kasih. Kamu harus mengasihi orang terlebih dahulu sebelum menegurnya. Orang mau menerima terguran, sekalipun yang paling keras, itu karena mereka tahu bahwa kita mengasihi dia. Terima juga orang apa adanya dan perlihatkan bahwa kesalahan dan dosanya is no big deal, asal dia mau kembali. Sedapat mungkin janganlah menegur orang bawa alkitab sambil tunjukkan ayat, “Siapa membenci teguran adalah orang dungu!”. Kamu pasti akan disuruh pulang. Tunjukkan terlebih dahulu perhatian yang tulus dan bila perlu ga menegur sama sekali. Beri waktu supaya muncul keterbukaan, akan lebih mudah. Jika dia sudah kembali, ga perlu repot-repot menasehati. Cukuplah, yang penting dia sudah kembali kepada Tuhan, klaim kembali dan patahkan kuasa dosa, lepaskan kembali urapan Tuhan.

Terakhir, apabila segala cara telah dilakukan, jika memang saudara yang ditegur ga mau bertobat, maka usirlah dia. Wah, kok diusir. Mari kita lihat apa kata Tuhan.

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai” (-Yesus, Mat 18:15-17)

Kalo liat konteksnya ayat ini adalah penyelesaian konflik antara dua saudara. Namun, sebenernya ayat ini bisa juga dipakai dalam hal menegur dan membawa kembali orang dalam Tuhan. Yesus memberi kita urutan dalam hal menegur orang yang ga mau bertobat. Pertama, empat mata. Kemudian libatkan 2-3 orang saksi. Kalo ga mau juga, bawalah kepada rapat kepemimpinan jemaat. Jika orang itu da mau bertobat, usirlah orang itu! Ibarat bagian tubuh yang membusuk, orang yang memberontak harus diamputasi dari jemaat. Tuhan tahu, sedikit ragi akan mengkhamiri seluruh adonan. Jika ga ditindak tegas, ntar jemaat yang lain akan kena virus! Dosa di jemaat itu ibarat virus menular. Kasih yang sejati itu tegas, bukanlah kompromi terhadap dosa! Kita bisa bergaul dengan para pendosa, tapi jangan sekali-kali bergaul dengan orang Kristen yang katanya mengenal Tuhan tapi yang hidup dalam dosa. Paulus juga mengajarkan tentang hal ini (mari kita perhatikan seksama)

“Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? Orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. (-Paulus, I Korintus 5)

lostchldSaat seorang saudara yang telah diusir dari jemaat, maka tentunya dia akan kembali ke dunia. Ini masalah positioning, jangan sampe dia mengira dia dapat melakukan dosa dan secara bersamaan dapat menjadi umat Allah. Agar dia bisa lebih jelas melihat posisinya yang sekarang. Itu sama aja, dengan orang Kristen yang hangat-hangat kuku (setengah-setengah) yang akhirnya dimuntahkan Tuhan. Saat dia memposisikan sebagai orang yang tidak mengenal Allah, itu lebih baik. Sebab, suatu saat dia akan sadar saat mengetahui bahwa keadaannya tanpa Allah justru lebih menyekitkan dan makin hari makin memburuk. Iblis memang datang hanya untuk mencuri dan membunuh. Suatu saat, seperti perumpamaan tentang anak yang hilang, anugerah Allah akan menyentuh hatinya kembali dan kalo dia merespon, maka dia akan kembali dipulihkan. Memutuskan mendaftar kembali jadi anggota jemaat? Siapa takut! Kalo gereja yang lama ga mau menerima, itu adalah pertanda, bahwa Tuhan sudah siapkan yang lebih baik lagi.

Selamat belajar menegur dan menasehati satu sama lain. May God Bless u all!

In his pastoring,

John Jeshurun

PRINSIP MENGHAKIMI

MEMPELAJARI PRINSIP PENTING DALAM HAL MENGHAKIMI

Requested by Nanda

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Yesus)

Kali ini kita akan bahas tentang menghakimi. Menghakimi itu sama dengan memberi penghukuman. Janganlah kita menghakimi. Jangan juga menjadi hakim. Allahlah satu-satunya Hakim, Dialah yang memutuskan suatu kesalahan dan hukuman. Allah tidak bercacat cela dalam pengadilannya. Dialah Hakim segenap bumi. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, jangan menuntut keadilan, serahkan pada Tuhan, seperti firman-Nya, “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.”.

hmmer2Ini sebenarnya pelajaran yang sederhana. Trust me, ga rumit kok. Ingat: hal yang gampang janganlah dipersulit. Janganlah pengajaran semacam ini dijadikan taurat sehingga ditakuti. Terkadang, di gereja pelajaran menghakimi dapat membikin takut jemaat. Itulah kerja intimidasi. Membuat takut salah, atau takut berdosa. Sepertinya suatu yang rohani, tapi sebenarnya itu adalah selubung agamawi dan orang yang takut itu ga sempurna dalam kasih. Kita semua ini adalah murid yang belajar, bahkan terus belajar sempurna sampai Tuhan datang. Baiklah kita mulai, prinsip penting dari hal menghakimi hanya satu saja: bahwa ukuran yang kita pakai untuk mengukur akan diukurkan kepada kita. Artinya, ibarat bumerang, kitalah yang menjadi hakim bagi diri kita sendiri. Tuhan sebagai hakim yang sejati memakai ukuran kita sendiri untuk diukurkan kembali kepada kita. Contoh-contoh berikut ini akan membuat kita lebih mengerti (jangan kaget yah):

1. Misalnya paling gampang, kasus pelaku mafia korupsi yang lagi menghias berita lokal Indonesia sekarang ini (ngeri banget ya). Lalu mungkin di antara kita yang berkata, koruptor jahanam harus dibakar atau dicambuk lalu digantung, itu baru setimpal. Kelihatannya sepele saja, kalo itu muncul dari hati, maka perkataan itu dicatat dan menjadi suatu ukuran bagi Tuhan sebagai hakim sejati dan itu pula yang diukurkan kepada kita. Yang perlu kita ketahui, bahwa korupsi kecil dan korupsi besar (milyaran) sama saja di mata Tuhan, tetap aja namanya korupsi. Di hari penghakiman maka saat kita didapati melakukan korupsi, Tuhan ga pusing-pusing untuk memutuskan hukumannya apa karena langsung tersedia api, cambuk dan tali gantungan.

2. Kasus pembantu yang menganiaya anak-anak majikannya. Sebagai orang tua, mungkin ada yang marah besar saat mendengar ceritanya atau karena melihat cuplikan videonya di internet lalu berkata, “Kalo ketemu tuh bajingan akan gw siram dan bakar pakai bensin”. Itu suatu kalimat penghakiman. Tuhan mendengarnya. Btw, penganiayaan anak-memang kejam, tapi membakar manusia pakai bensin? Bukannya lebih horor?

3. Kasus seorang ayah yang memperkosa putri kandungnya. Listen, kalau ada di antara kita yang masih belum bisa menerima kesalahan tertentu yang dilakukan seorang insan, walopun itu yang paling keji, maka itu sama juga menghakimi. SEMUA DOSA DAPAT DIAMPUNI. Hanya satu dosa yang tidak bisa diampuni Tuhan yaitu dosa yang tidak diakui!

4. Kasus pendeta besar atau pelayan Tuhan yang jatuh dalam dosa perselingkuhan. Cara kita memandang, menanggapi, menilai, berpendapat akan menjadi suatu pegangan bagi Tuhan saat hari penghakiman nanti dan semuanya itu akan diukurkan pada kita.

5. Kasus Diskriminasi. Menganggap remeh dan memandang remeh orang lain. Tuhan akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan orang lain. Jika kita berperilaku diskriminatif terhadap jenis orang tertentu, Tuhan juga memakai ukuran tersebut terhadap kita.

6. Kasus pengampunan. Jika kita menghakimi orang yang berbuat salah pada kita dan berkata, “Hey kesalahanmu takkan aku maafkan sampai tujuh turunan.” Maka Tuhan menyimpan segala ucapan itu untuk diukurkan kepada kita kelak.

7. Kasus Kutukan. Kalo kita menghakimi orang lain dan melepas kutuk. Kutuk itu pula yang akan dipakai menentang kita suatu saat nanti.

8. Kasus membenci orang berdosa. Orang-orang gereja yang berjubah kekudusan banyak juga yang memiliki hati yang menghakimi terhadap para pendosa. Sepertinya ada tanda yang tidak kelihatan di depan pintu masuk gereja, “Para pendosa dilarang masuk”. Ada yang salah kalo begitu. Ingat kita harus membenci perbuatannya, namun kita harus mengasihi orangnya. Yesus sendiri bergaul dengan para pendosa. Maria Magdalena adalah wanita pelacur yang mengikut Yesus, bahkan dia diberi keistimewaan sebagai manusia pertama yang melihat sendiri Yesus bangkit. Trust me, itu bukan suatu kebetulan.

9. Kasus air susu dibalas dengan air tuba. Kita marah dan menjadi hakim lalu berkata, “Kalo orang baik sama saya, maka saya juga baik sama dia, tapi kalo itu orang berbuat jahat, maka saya akan dua kali lebih jahat lagi terhadap dia.” Tuhan juga merekam perkataan itu dan menyimpannya untuk menentang kita sendiri suatu waktu nanti.

10. Terakhir, suatu kasus saat orang yang menzalimi kita atau musuh kita mendapat ganjaran setimpal dari Tuhan. Lalu dalam hati kita masih ‘menghakimi’ lagi dan berkata, “Tuh, jangan pernah main-main sama orang yang diurapi Tuhan, lihat apa akibatnya, syukur ha…ha…rasain loe!” Tuhan menganggap itu suatu kejahatan.

“Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu. (Ams 24:17)

hmmerYah, itu hanya sebagian contoh-contoh ekstrem, kenapa dibuat yang ekstrem supaya kita mikir dulu tujuh kali kalo mau menjadi hakim. Jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Wah dari tadi ceritanya horor banget yah. Well, dear friends yang dikasih Tuhan Yesus, jangan takut dulu, masih ada berita baiknya: Tuhan mau kok mengampuni kesalahan dosa menghakimi, kalo kita datang dengan tulus kepada-Nya. Lagian, siapa sih yang ga pernah menghakimi? Aku juga pernah menghakimi orang lain. Namanya juga belajar hidup dalam kebenaran. Dengarkan, semakin orang bertumbuh dewasa dalam Tuhan,  maka semakin hilang sifat menghakimi di dalam hatinya. Hah, aneh juga, kalo masih ada juga orang yang semakin baca alkitab semakin bertambah-tambah pula sifat menghakimi, ada yang salah kalo begitu. Justru kalo orang semakin dekat sama Tuhan harusnya semakin murah hati, seperti Yesus.

sauldaudSetiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, setiap orang pasti pernah lemah imannya. Kalo kita bisa menerima orang yang jatuh dalam dosa, maka saat kita jatuh Tuhan juga akan menerima kita kembali. Ukuran ini yang Tuhan pakai atas kita. Di alkitab dicatat, Saul mengejar-ngejar Daud dan berikhtiar untuk membunuhnya, tapi Daud bersifat murah hati dan tetap menjaga hati agar ga dendam. Saat Saul diberi ganjaran sama Tuhan, tahu ga si Daud ngapain, dia menangisi Saul habis-habisan, dia bahkan membuat suatu syair dan memberi perintah agar lagu ini diajarkan sama kaum Yehuda, lagu itu ada tercatat di alkitab sampai sekarang. Bayangkan aja, musuh bebuyutan kamu, suatu saat kena musibah, kamu masih bisa bikin syair lagu menghormatinya. Cara Daud memperlakukan musuhnya ini, menjadi catatan tersendiri bagi Tuhan yang akan berguna baginya kelak. Nanti kita lihat.

davidnatanTibalah saatnya. Suatu ketika, Daud terjebak saat menghakimi ‘seseorang yang zalim’ dalam cerita nabi Natan, dan hukuman itu pula yang dijatuhkan Tuhan atasnya. Ya, ukuran yang dipakai Daud diukurkan kembali kepadanya, padahal orang yang ada dalam cerita Nabi Natan sebenarnya adalah dia sendiri. Daud sungguh marah waktu mendengar cerita itu dan berkata, “Orang itu harus mati!” Apakah Tuhan melaksanakan penghakimannya? Iya. Tapi Daud bertobat di hadapan Tuhan dan diampuni. Dia tidak jadi mati, tapi tulah terburuk dalam kehidupannya tetap terjadi. Allah adil dalam penghakimannya, namun Dia ingat, bahwa Daud juga bermurah hati terhadap orang yang menzhaliminya, makanya Allah mengampuninya.

Tentang hal menghakimi, Yesus memberi peringatan dengan memakai perbandingan balok (kesalahan, kekhilafan, kejahatan, dan dosa-dosa besar kita) dengan selumbar (kesalahan kecil orang lain). Sebagai mantan tukang perabot, Yesus tahu bener bahwa selumbar (bubuk kayu) itu hanya hal yang sama sekali tidak diperhitungkan dalam pertukangan kayu. Demikian juga kita, agar tidak menjatuhkan penghakiman, karena kita juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Anehnya, orang-orang yang suka menghakimi, biasanya juga memiliki kesalahan yang sama dalam dirinya.

yesus nulisMari kita melihat contoh orang berdosa menghakimi orang berdosa lainnya. Di alkitab dicatat, suatu ketika para ahli taurat dan orang farisi membawa ke hadapan Yesus, seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Lalu ingin menghakimi dengan cara melempar dengan batu. Yesus Tuhan yang murah hati, mengatakan, “Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batunya”. Tidak ada satupun yang berani melempar, karena sadar bahwa mereka juga orang berdosa. Orang berdosa menghakimi orang berdosa lainnya, yang bener aja. Massapun bubar. Yang menarik di akhir cerita itu Yesus bilang sama perempuan itu, “Ga ada yang melempar kah?” Perempuan pasrah itu menjawab, “Tidak ada Tuan”. Lalu kata Yesus: “Akupun tidak akan menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa mulai dari sekarang.” Jika Yesus saja yang ga bercacat cela, tidak menjatuhkan penghakiman apalagi kita yang ga ada apa-apanya ini.

Demikianlah, sebuah posting sederhana tentang hal menghakimi. Apa inti dari pengajaran ini? Intinya, supaya kita bisa menerima orang lain apa adanya, menerima kesalahan orang lain, supaya kita bersikap murah hati dalam kehidupan yang penuh dengan kritik dan menghakimi ini. Lawan dari menghakimi adalah murah hati. Tuhan akan menunjukkan kemurahan apa bila kita bermurah hati kepada orang lain. Sudah dijanjikan kok, “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Sebaliknya Tuhan akan menghakimi, kalo kita menghakimi. Lagian, bukankah kita hadir sebagai terang untuk menunjukkan kemurahan? Tujuan lainnya supaya kita tidak sibuk bergosip ‘ngurusin’ dosa, kesalahan dan kejatuhan orang lain, saat yang sama kita juga cacat di hadapan Tuhan. Ga ada manusia yang sempurna, kita sedang belajar untuk menjadi sempurna. Lalu pertanyaannya bagaimana pula seandainya ada saudara kita yang kedapatan berbuat dosa? Apa yang harus kita lakukan? Baiklah, kalo kita sudah mengerti inti dari hal menghakimi, maka kita dapat menegur kesalahan orang lain dengan benar. Itulah yang mau kita bahas dalam posting berikutnya yaitu: PELAJARAN MENEGUR. May God Bless You, jangan lupa tunjukkan kemurahan, itu baru namanya anak-anak terang!

“TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” (Mzm 18:21)

In his pastoring,

John Jeshurun

DEFINISI KRISTEN SEJATI

BEDA KRISTEN SEJATI DENGAN KRISTEN KTP

Requested by Adi Surya Wibowo

The true Christian! Apa sih definisi kristen sejati? Bagaimana kita mendefenisikan seorang Kristen? Darimana? Apakah ada ciri-ciri tertentu? Aku juga mencari defenisi ini dan terus mencari. Tentunya defenisi yang benar hanya kita dapatkan dari Tuhan. Kalo kita sungguh-sungguh mencari pasti mendapat sesuai janji-Nya, “Barangsiapa mencari, ia akan mendapat”. Nah inilah yang mau kita bahas pada posting by request kali ini. Posting kali ini akan banyak membahas seperti apa itu Kristen KTP dan definisi Kristen Sejati muncul juga sebagai kebalikannya. Mari kita lihat perbedaannya.

 

MANUSIA BUTA MENDEFENISIKAN TUHAN

elepantMungkin di antara temen-temen ada yang pernah dengar cerita The Six Blind Men, ada banyak versi namun intinya ada enam orang buta yang secara terpisah mencoba mencari defenisi seekor gajah. Ternyata masing-masing punya defenisi yang berbeda tentang seekor gajah, karena ke-enam pria buta tersebut menyentuh bagian-bagian yang berbeda. Pas ditanya, apakah itu seekor gajah? Maka ada enam jawaban yang sama sekali berbeda. Cerita ini sebenarnya menunjukkan gambaran yang tepat tentang bagaimana terjadinya agama. Suatu agama terbentuk dari suatu definisi, tentang siapa Tuhan itu. Karena berbeda defenisi, maka munculnya berbagai agama dan aliran kepercayaan. Intinya, yah mereka percaya adanya Tuhan. Makanya muncul suatu ungkapan, “Tuhan itu satu, hanya cara orang menyembah kepada-Nya saja yang berbeda-beda”. Ungkapan ini kedengaran bagus banget, tapi ga bener, nanti kita bahas.

blin manSebenarnya, lewat cerita Enam Orang Buta, ketahuan bahwa definisi mereka tentang seekor gajah jelas lucu dan ga benar. Itu sebabnya agama yang ada, sulit bersatu dalam hal keyakinan. Ada beberapa manusia di bumi ini mengusulkan agar semua agama dilebur menjadi satu, menjadi one world religion. Supaya terjadi, “Make this world a better place”, seperti lagunya Michael Jackson. Terus pertanyaannya Tuhan yang mana yang harus disembah? Jadi, diadakanlah suatu meeting lalu agama yang baru dibuat berdasarkan hasil perpaduan dari semua agama, sama seperti enam orang buta yang akhirnya duduk bersama mendefenisikan seekor gajah, demikianlah para pemimpin agama berupaya mendefenisikan Tuhan. Walaupun defenisi gajah mereka akhirnya klop, tapi tentu saja itu baru mendefisikan fisik gajah, bukan gajah dalam arti sesungguhnya. Mereka sebenarnya belum tau gajah itu makannya apa, tidurnya gimana, apa warna kulitnya, bernafasnya gimana, lahirnya gimana, kawinnya seperti apa, suaranya gimana, tenaganya kayak apa dan sebagainya. Kalo nonton liputan Animal Planet atau National Geographic tentang Elephant Life, barulah lengkap definisi seekor gajah. Apa yang salah di sini? Ya, jelas, semata-mata karena yang disuruh mendefinisikan gajah adalah orang buta. Demikianlah juga kalo orang buta mendefenisikan Tuhan.

Yesus menegur keras para pemuka agama Israel waktu itu sebagai orang buta. Ini ga main-main. Kalo diibaratkan saat ini, itu sama saja ada seorang dari Tuhan yang menegur pendeta senior di gerejamu sebagai orang buta. Kalo gerejanya fanatik ama pemimpinnya, bisa jadi orang yang berani menghina pemipin itu akan dibunuh di tempat dan disalibkan di pelataran parkir gereja. Sekarang beberapa gereja dengan bangga mengklaim berasal dari kiblat Luther, Calvin, Wesley, Booth, Spurgeon, Finney dan lainya. Itu ga ada apa-apanya, jika dibandingkan satu nama yang disebut pemuka agama Israel (dan itu benar!), bahwa Abraham adalah bapa mereka. Itu sudah cukup! Intinya, gereja apapun merek, denominasi dan sinodenya, kalah telak ama Yahudi. Namun tetap aja, bangsa yang besar karena Abraham ini, ditegor ama Yesus berkali-kali, “Kalian ini pemimpin buta! Orang buta tidak bisa menuntun orang buta.

 

CARA TUHAN MENYATAKAN DIRI-NYA

jseusSebelum lupa, mari kita bahas kembali ungkapan, “Tuhan itu satu, hanya cara orang menyembah kepada-Nya saja yang berbeda-beda”. Kelihatannya bagus ya. Seperti pendapat Oprah Winfrey yang sempat bikin heboh, “Jesus is a way, not the only way”. Ironisnya, hampir 50%  orang Kristen di belahan bumi ini percaya ungkapan ini. Tapi ini sama sekali ga benar.  Begini, kita buat saja suatu ilustrasi, andaikan ada seorang ayah punya 6 orang anak dan ke-6 anaknya datang berkomunikasi dengan cara yang berbeda, memperlakukannya dengan persfektif yang berbeda bahkan memanggil nama ayah mereka dengan sebutan yang berbeda. Udah gitu satu sama lain juga saling sikut dan berantam sesama saudara, yang juga diakibatkan perihal jati diri ayahnya ini. Kalo terus gini, maka tentu saja ayahnya yang satu ini, yang dicintai dengan cara yang berbeda-beda oleh anak-anaknya ini, lama-kelamaan akan berurusan dengan RSJ karena menderita gangguan mental seperti psychogenic amnesia (hilang ingatan) bahkan menjadi gila. Ilustrasi ini mungkin berlebihan, tapi ada benarnya. Hanya saja Tuhan ga mungkin jadi gila gara-gara para pencinta agama di dunia ini. Tuhan semesta alam yang esa tentunya ta ingin diri-Nya dikenal dengan berbagai macam, apalagi jika itu semua rekaan manusia. Tuhan punya cara-Nya tersendiri untuk menyatakan diri-Nya dan cara itu sungguh mempesona.

Daripada repot-repot, akhirnya Tuhan memutuskan untuk datang sendiri dan turun ke bumi agar semua manusia mengenal Allah yang sejati. Toh juga semua manusia berasal dari-Nya. Karena begitu besar kasih-Nya, Allah turun ke dunia untuk menyatakan diri-Nya. Bisa saja Tuhan menuju langsung ke Tiongkok, India atau kepada orang-orang Aborigin di Australia. Tapi tidak. Berhubung karena janji-Nya kepada Abraham, maka Allah turun ke wilayah Israel. Jelas ga ada apa-apanya kita dibanding kaum Yahudi, walaupun, tragisnya umat perjanjian ini pula yang menyalibkan Tuhannya. Tuhan kalo berjanji walau gimanapun pasti Dia tepati, walau jelas Dia tahu gimana bobroknya Israel pada saat itu.

Kita flash back dulu, waktu Tuhan menciptakan Adam dan Hawa di taman Eden, Allah bergaul dengan mereka. Allah berjalan juga di taman itu. Mereka bisa berkomunikasi dengan bebas dan menikmati segala kemuliaan Tuhan di taman tersebut. Namun, dosa memisahkan manusia dan manusiapun kehilangan kemuliaan Allah. Tahu ga kenapa Tuhan ga turun langsung dalam rupa kemuliaan-Nya waktu datang ke bumi? Karena kemuliaan-Nya akan menghanguskan dan membunuh manusia yang berdosa. Karena Allah mengasihi manusia, itu sebabnya Allah datang merendahkan diri-Nya sendiri, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia manusia sama seperti kita. Dialah Allah yang kita kenal dalam nama Yesus.

shperdUntuk menjadi manusia Yesus harus dikandung dalam rahim wanita, oleh Maria-wanita perawan terpilih itu. Yah sama seperti kita, sembilan bulan di kandungan. Walaupun demikian Yesus bukanlah berasal dari benih Maria ataupun Yusuf ayahnya. Yesus datang dari sorga dikandung oleh Roh Kudus. Bayi Yesus lahir di Bethlehem, kota kecil dan tempatnya adalah di kandang binatang. Ga ada orang mau melahirkan anaknya di kandang, tapi itulah yang terjadi. Waktu Yesus lahir 2000 tahun lalu, itulah awal surga menjadi berisik setelah berabad-abad tenang, malaikat-malaikatpun bersukacita dan Bumi sejak saat itu siap diberkati dengan segala hal yang baik dari surga melalui Yesus, Tuhan Allah yang sejati yang berjalan di bumi. Itulah cara Tuhan menyatakan diri-Nya. Dan Yesus menjadi teladan bagi kita, bagaimana hidup berkenan kepada Bapa.

 

KRISTEN SEJATI DAN KRISTEN KTP

crnadleNah, kita kembali ke topik sebagai judul posting ini, apakah defenisi Kristen sejati? Sederhana saja, Kristen sejati adalah orang yang hidup sebagaimana Yesus hidup. Mereka hidup sebagaimana Yesus hidup, berbicara dan berpikir seperti Yesus dan melakukan pekerjaan, bahkan yang lebih besar dari apa yang Yesus lakukan di bumi. Itulah Kristen sejati! Kekristenan bukan agama. Yesus tidak turun ke bumi menambah satu lagi agama baru. Itu sebabnya musuh orang benar (Kristen Sejati) adalah Kristen KTP (Kristen Tanpa Pertobatan). Kristen KTP adalah orang-orang yang beragama Kristen, namun tidak mengenal Tuhan dan tidak hidup di dalam kebenaran. Iblislah yang menjadi bapa mereka, nanti kita lihat bersama.

farther1Walau demikian, banyak juga Kristen KTP yang sudah berpindah dari gelap ke terang, sama seperti aku juga 13 tahun lalu. Kalo aku pribadi ditanya, apa penyebab utama Kristen KTP tuh susah bertobat dan menjadi murid Tuhan maka jawabanya ada 3: Orang tua, orang tua, dan orang tua. Dengarkan, orang tua yang juga Kristen KTP akan memastikan anaknya, cucunya, cicitnya menjadi Kristen KTP juga. Sudah tradisi dari generasi ke generasi sampai kepada akhir zaman. Iblis memastikan tidak satupun dari keturunan berubah menjadi percaya dan mengenal Tuhan. Memang orang tua Kristen KTP mengajarkan agama kepada anak-anak-Nya, namun bukan pengenalan akan Tuhan. Toh, para orang tua ini mengajarkan anaknya berdoa, yah baca firman kalo sempat, pergi ke gereja tiap hari minggu, kalo ga sempat ga papa tapi usahakan dengar lagu rohani atau lihat siaran rohani. Ya demikianlah, agama hanya pelengkap dan penghias dari kosongnya kehidupan tanpa Tuhan. Itu sebabnya banyak orang menemukan Yesus justru saat mereka terpisah dari orangtuanya, saat mahasiswa misalnya.

Itu sebabnya Yesus tegas berkata, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku ia tidak layak bagi-Ku. Ujian ini dialami hampir semua orang Kristen Sejati. Tuhan sesungguhnya menilai hati kita, apakah Dia yang paling utama atau yang lain. Apabila kamu bertobat sungguh-sungguh, meningggalkan manusia lama dan menjadi murid Yesus, maka kamu akan mendapat pertentangan dari orang tuamu yang sudah betah dengan agama mereka dan merasa terganggu sekali dengan kehadiran Yesus di dalam hidupmu. Orang tuamu, merasa terusik karena Yesus yang ada di dalammu ‘hidup dan bergerak’. Mereka ga akan tinggal diam, mereka akan ‘membunuh’ Yesus dalam hidupmu, sama seperti kaum Farisi itu. Jangan mikir bagaimana menginjil orang tua dulu, bertahan setia aja itu sudah cukup. Berbahagialah yang tetap setia mengikut Tuhan, sekalipun dianiaya dan disalah mengerti oleh orang tua sendiri, suatu saat Tuhan memberikan kelepasan bahkan menyelamatkan banyak orang yang terhilang dari keluarga kita. Jadilah menang dan biarkan Iblis panik, karena melihat daftar nama Kristen KTP yang bakal menuju neraka berkurang drastis.

Kristen KTP percaya Tuhan itu ada. Ga ada bedanya seperti setan-setan yang juga percaya bahwa Tuhan itu ada. Sama pula seperti orang-orang kebanyakan di media, di internet dan di film yang juga percaya akan adanya Tuhan karena sering menyebut OMG (Oh My God). Dikit-dikit OMG, dikit-dikit OMG. Bahkan, orang atheis yang mengklaim tidak adanya Tuhan, bisa latah juga bilang OMG. Nah, coba tanya Kristen KTP, “Apakah anda mengenal Tuhan?” Itu bisa buat masalah, mereka akan tersinggung dan marah, dan berkata, “Eiit, jangan sembarangan ya, Saya ini pengurus gereja lho, Saya nih pelayanan, Saya ini pendeta lho atau bahkan Saya ini ketua sinode lho-kamu jangan sembarang sama Saya.” Samalah waktu Yesus konfrontasi dengan pendeta-pendeta Yahudi waktu itu, Yesus dengan berani menantang mereka, “Kalian orang buta!” Tidak mengenal Tuhan. Kaum Farisi dan ahli Taurat, mencoba berdebat, tapi di atas kertas skor mereka kalah telak. Mereka berupaya menjebak dengan pertanyaan licik, tapi lagi-lagi gagal. Mereka mengumpat, marah, mengutuk Yesus dalam hatinya dan berencana untuk membunuhnya.

jsus pharis1Tahu ga kenapa Kristen sejati dan Kristen KTP ga pernah klop, bawaannya musuhan terus. Sama seperti Yesus selalu dibenci oleh orang Farisi. Itu karena beda bapa. Iblislah yang menjadi bapa bagi para Kristen KTP. Kalo di sebut, ‘Iblislah yang menjadi bapa’, itu bukan berarti mereka menyembah Iblis. Kaum Farisi dan ahli Taurat, yang ditegur Yesus, “Iblislah yang menjadi bapamu” adalah para pemimpin agama. Mereka sama tidak pernah beribadah kepada Iblis, melainkan taat setia memelihara ‘kewajiban agama’ dan ‘beribadah’ kepada Tuhan semesta Alam. Mereka adalah orang-orang yang memelihara adat istiadat dan menghormati orang tua. Bahkan orang Yahudi sejak dulu, telah diajarkan turun temurun oleh nenek moyang mereka suatu kalimat ini, “Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu.” Walau demikian, tetap aja Yesus berkata bahwa Iblis yang menjadi bapa mereka. Dari keturunan yang buta lahir keturunan yang juga buta, begitu seterusnya, bagai rantai yang ta pernah putus. Demikianlah Iblis tetap sama aja, baik kemarin maupun hari ini. Untuk menjadi anak Iblis, ga perlu harus tempel gambar setan di kamar, ga perlu harus menghujat Yesus, ga perlu terlibat dalam okultisme. Kamu sudah menjadi anak Iblis jika kamu hanya Kristen KTP. Jadi, saat ini orang-orang Kristen yang memegang alkitab dan menjalankan kewajiban agama Kristen tapi tidak hidup dalam Tuhan, maka Iblis jugalah yang menjadi bapa mereka.

fanfamKristen KTP adalah orang-orang yang punya hati degil dan pikirannya telah dibutakan oleh ilah jaman ini. Iblis menipu mereka, dengan membisikkan hal-hal yang jelek jika mereka memberi hati kepada Tuhan. “Mengikut Tuhan itu susah, mengikut Tuhan itu menderita, Mengikut Tuhan itu merenggut kebebasan.” Di samping itu, mereka juga masih belum mau meninggalkan dunia, yah itu penyebabnya. Cinta dunia adalah penyebab orang ga bisa mengikut Tuhan. Kata mereka, “Ntar kalo ikut Tuhan ga bisa klubing, party, nge-seks bebas lagi.” Bahkan ada yang menolak Yesus, karena ga bisa melepas rokok ataupun minum mabuk dan pornografi. Sekali lagi, Iblis menipu mereka dan menanamkan penghakiman serta penuduhan dalam hati mereka. Andaikan Yesus datang ke dunia saat ini, Yesus juga akan duduk dalam kafe, masuk ke tempat keramaian, bergaul dengan orang berdosa, semata-mata karena Dia mengasihi jiwa yang terhilang. Yesus akan merebut orang-orang berdosa agar masuk dalam terang-Nya yang ajaib. Tapi persoalannya, apabila orang itu lebih mencintai dunia, tetap aja ga bisa, sekalipun Yesus sendiri yang datang.

Kristen KTP adalah orang-orang yang ga punya hubungan pribadi dengan Tuhan. Mereka juga yang bilang, hey hubungan dengan Tuhan itu adalah sesuatu yang pribadi, so don’t judge me, okay?!” Apa yang mereka bilang itu tepat. Tapi, sayangnya itu hanya ucapan yang manis di bibir semata dan alasan untuk mengelak  karena mereka sama sekali ga punya Tuhan dalam hidup mereka. Tuhan mereka adalah diri mereka sendiri! Orang-orang yang malang ini, sering menggantikan persekutuan pribadi sama Tuhan dengan ‘pelayanan’, perbuatan baik, sumbangan untuk korban gempa, sumbangan untuk gereja, aktifitas sosial, aktivitas gereja, aktivitas perdamaian, kampanye aids, penggalangan dana sosial, menjadi sukarelawan, membantu anak yatim dan bantuan kemanusiaan. Itu ibarat korban penebus salah. Kaki yang satu berpijak pada dunia dan dosa, kaki yang lain berpijak pada perbuatan baik. Padahal segala perbuatan baik itu di hadapan Tuhan ibarat kain kotor yang menutupi ketelanjangan mereka. Kalo saja oleh amal dan perbuatan baik bisa menyelamatkan, ga perlu Tuhan Yesus turun dari surga dan mati di kayu salib.

bibble1Kristen KTP adalah orang yang sama sekali tidak merindukan Tuhan dalam hidupnya, karena memang mereka secara roh mati. Kenapa orang suka baca alkitab? Itu adalah dorongan dari Roh Kudus karena firman Tuhan merupakan makanan untuk org hidup. Ini membuat kita sadar, ternyata banyak juga zombie di gereja: orang-orang yg ga suka alkitab, ga mau baca alkitab atau juga baca alkitab bukan karena Roh, melainkan karena wajib (agama/taurat). Para zombie, suka melakukan kewajiban agama dan menghormati pendeta (pemuka agama), tapi sama sekali ga punya hubungan personal dengan Tuhan.

Aku sering mengatakan, para Kristen KTP tahu kok (they recognize) arti kesungguhan hidup dalam Tuhan. Mereka bisa membedakan antara Kristen sejati dengan yang KTP. Sama seperti kaum Farisi yang mengetahui bahwa Yesus adalah orang benar. Bagaimana mereka tahu? Simpel aja, justru karena mereka belum hidup di dalamnya. Kerap kali, jika seorang Kristen KTP bertemu seorang Kristen Sejati maka hati mereka terusik dan mengetahui ada kebenaran dalam hidup dan ada kemuliaan Tuhan pada wajah orang Kristen sejati, hanya saja mereka menyangkalnya.  Sampai kapankah mereka berubah? Ya sampai, mereka memberi hati mereka kepada Tuhan dan bertemu langsung secara pribadi dengan-Nya. Dan itu merupakan sebuah pilihan!

In his pastoring,

John Jeshurun