TIGA TANDA MENGIDENTIFIKASI PANGGILAN ROHANI
Tahu ga, orang yang paling mudah mengidentifikasi apa panggilanmu adalah bapa rohani & sahabat rohanimu. Panggilan di sini bukanlah menjalankan kolekte, menyambut tamu, mengatur kursi ibadah, sound system, dll. Sorry guys, calling is more than that. Apa semua orang punya panggilan? Jawabannya Ya.
mudah mengetahuinya, ’cause they will thank you. Orang yang diberkati pasti say thanks to you. Terkadang bisa email atau sms kamu, mau bilang terus terang, mau salam kamu dengan wajah penuh syukur, bahkan tidak jarang traktir kamu makan donut. Hare gene, yang ga bisa nyanyi dibikin song leader (kalo gini, jemaat waktu datang mereka bersukacita, pulang loyo, yg berbeban berat, pulang bisa tambah bungkuk!). Tahukah kamu, panggilan Tuhan di dalam kamu itu dapat memberkati siapapun, bahkan orang-orang yang belum percaya.
Tanda kedua, kamu menyukainya. You feel good to do it! Kamu enjoy lagi. Sukacita saat melakukannya. Itu kayak api (baca: semangat) di dalam dirimu yang kamu lempar di jemaat. Kamu suka melakukannya. It is so easy to do. Sebaliknya kalo kamu ga melakukannya, kamu lesu seperti ada yang kurang. Tanya deh missionaris, kenapa mereka semangat melakukan panggilannya, apapun alasannya (biasanya mereka bilang untuk kemuliaan Tuhanlah, perintah Tuhanlah, kami adalah hamba-Nya yg cuma taat…and so…so) tapi JAUH DI DALAM HATINYA THEY LOVE TO DO THAT! Jadi ga sulit kan dalam Tuhan-kamu suka kok terhadap panggilanmu. Yang mudah, kenapa dipersulit. Kasih contoh aja (yang paling banyak di gereja), misalkan kamu-kamu yang ga suka ngajar, kenapa waste your precious time study in Bible College for 4-5 years, only to get your S.Th to legitimate yourself standing behind the pulpit. STOP! Sekarang cari apa api dalam hatimu—lempar ke jemaat and enjoy it!
Tanda yang ketiga (yang paling penting), drawing people to God. Panggilanmu membawa orang semakin
dekat kepada Tuhan. Something wrong kalo kamu melakukan panggilan, tidak menarik hati manusia kepada Tuhan.Mau tau apa namanya itu: AMBISI! Panggilan sejati menarik orang-orang semakin dekat pada Tuhan. Tidak bisa ditawar-tawar. Jangan heran, kalo suaramu bagus kayak Charlotte Churchpun tapi kalo tidak membawa orang kepada Tuhan, itu bukan panggilan. Itu namanya show-Pertunjukan! Tanda pertama dan kedua penting, tapi tanda ketiga ini yang utama. When you do your calling, orang-orang terinspirasi untuk semakin mencintai Tuhan.
Orang yang berdiri di hadapan Tuhan tapi melakukan hal yang bukan panggilannya akan membuat orang lain (baca: jemaat) confuse (so they can’t grow properly in God). Truz, penginjilan bisa gagal TOTAL! Because ”mereka yang di luar’ ga akan tertarik ama Tuhan & Gereja-Nya. Ujung-ujungnya penginjilan adalah to release evry people of God to their destiny in God! Nyadar ga di gerejamu itu sebenarnya ada bibit ‘Benny Hinn’ atau ‘Billy Graham” cuman sekarang tuh mereka ga tau mengembangkannya (Atau para leaders di gereja ga mau melepaskankan mereka kpd panggilan mereka-nanti, kita bahas lebih dalam).
Tapi masih ada yang lebih parah lagi. Orang yang melakukan sesuatu yang bukan panggilannya akan mengalami stress. Yang satu ini awalnya ga disadari, soalnya waktu di ‘ajak’ melayani langsung senang. Namun seiring berjalannya waktu, mereka akan bingung dan menjadi stress. Apalagi yang motivasinya mencari penghargaan manusia. Hari-harimu tidak akan dipenuhi sukacita, kamu akan capek dan stress. Abis, yang kau kerjakan sekarang bukanlah panggilanmu. So, relax. Renungkan sekarang apa panggilanmu? Sulit, coba ingat 3 tanda panggilan (di atas). Masih susah, silahkan tanya bapa rohani kamu atau sahabat rohanimu.
Bless U,
John Jeshurun
DIarsipkan di bawah: GEREJA, PANGGILAN, VISI & NUBUATAN | Ditandai: bapa rohani, berkat, calling, gembala, ibadah, melayani, PANGGILAN, song leader
[...] Apa Panggilanmu? [...]
hye mr john, i’m from malaysia. so,boleh faham kan ckit bahasanya? saya berumur 18 tahun. baru lepasan sekolah. di sekolah, saya adalah AJK ISCF. sewaktu kebaktian, kami AJK lah yang akan pimpin,dan menjadi backup singer. ketika giliran saya, saya sungguh gementar, takut dan malu dengan kawan2 saya untuk berdiri di depan. apabila tibanya hari tersebut, sebelum kebaktain bermula, kami AJK akn brdoa. saya sungguh gementar sampaikan tidak concetrate berdoa. apabila saya berdiri di depan, saya tak berani memandang kawan2 saya. kami mulakan dengan sebuah lagu penyembahan, kemudian doa pembukaan. disaat doa pembukaan itu, saya berdoa kpd tuhan, mohon dipakai untk memimpin dan sy berdoa semua yg sy lakukan ini adlh untukMu, dngn air mata. rasa takut, gementar, malu tadinya tlah hilang sama skali!! bahkan, saya merasakn sungguh bersukacita untk memimpin. didalam hati saya, saya berpegang sy memimpin bukan untk membawa sahabat sy kpd sy, melainkn kpd bapa d syurga… setelah kebaktin tersebut, hati sy sentiasa bersukacita kalo dsuruh memimpin. sahabat2 sy juga mengatakn mreka juga senang bila sy yg memimpin. namun, sy percaya, sy memimpin bukan untk mreka, melainkan membawa mreka memuji dan meymbah Dia. membawa mreka kepada Nya.
.
@Angleslya
Cakap Malaysia sikit banyak boleh pahamlah. Terimakasih dah singgah di bilik nih. Sori karena lama sangat mereply pesan ini.
Angle masih muda, itu artinya masih banyak kesempatan untuk mengexplore setiap bakat, potensi, karunia dan kemampuan yang telah Tuhan taruh di dalam diri.
Nah, proses ini yang tidak terjadi dalam waktu singkat. Saya sendiri sampai hari ini masih terus menggalinya. Ingat kita nih hanya dituntut dari apa yang telah Tuhan percayakan pada kita (Matius 25:20). Artinya kita punya responsibility untuk mengembangkan dan melepaskan setiap karunia kita akan bekerja (2 Timotius 1:6)
Sepertinya Angel memang punya kemampuan dalam memimpin dalam pujian dan penyembahan. Because you very happy to that (walau awalnya nerveosu), kawan-kawan merasa diberkati dan terutama membawa orang-orang kepada Tuhan. Angel juga menyukai musik. So, bersama Tuhan kembangkan semua potensi itu.
Tak mengapa jika suatu saat nanti kita melakukan kesalahan atau menemukan kegagalan. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus maju bersama Tuhan. Ingat, yang penting adalah mau belajar.
Apabila nantinya kita melakukan panggilan kita dengan setia, maka Tuhan akan mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar lagi sampai nantinya bertemu dengan yang namanya PANGGILAN TERTINGGI. Tidak ada yang instan, ini proses seumur hidup. Carilah Tuhan dan explore apapun karunia-Nya, kembangkan dan lepaskan!
Ok. May God Bless you Angel!