LEPASKAN PANGGILANMU!

MENYADARI BETAPA PENTINGNYA PANGGILANMU!

Tadi malam sekitar jam 22:00. Aku keluar dan menemukan ular sepanjang 1 meter di halaman rumah. Aku begitu kaget. Spontan, bergegas aku mengambil sebilah parang dan memenggal kepalanya sebelum dia sempat kabur. Kepalanya akhirnya putus! Lalu aku mengambil emergency lamp untuk mengamati ular tsb. Kenyataannya adalah, walaupun sudah putus, kepala ular tsb masih berusaha mematok dan menggigit. Jadi aku ambil kamera HP untuk mendokumentasikan hal ini, ya jadi mirip liputan yang ada di Discovery Channel. Aku menunggu sampai 15 menit. Ternyata masih saja dia berupaya menggeliat dan memamerkan taringnya. Aku tambah terkejut saat mengetahui bahwa bagian tubuh yg satu lagi masih mampu menggeliat. Lalu kuputuskan untuk meremukkan kepalanya dan memotong bagian tubuh lain menjadi 3 bagian. Aku membuangnya jauh-jauh. Sebelum tidur kurenungkan lagi, bahwa memang luar biasa: ular itu tidak kenal putus asa bahkan saat-saat mendekati ajalnya!

Demikian juga musuh kita si Iblis. Dia tidak kenal putus asa. Iblis pernah mencoba menggoda Yesus, walau tidak berhasil saat itu, dia menunggu waktu yang tepat. Kalo kamu pernah menang saat pencobaan, tunggulah tanggal mainnya, saat Iblis akan berupaya kockin’ you down again. Iblis itu ganas, tidak kenal lelah. Dia begitu giat. Dia berupaya menghancurkan, mencuri, membinasakan! Kerajaan Allah diserang sejak dulu dan musuhnya menyerang dengan ganas.

Kalo kamu mengerti bagaimana gesit dan tekunnya musuhmu, maka kamu ga akan main-main lagi dengan dosa. Kamu akan bangkit dari tidurmu. Mari kita lihat gambaran profetis tentang siapa diri kamu sebenarnya dalam Kitab II Raj 13:14-19 ini:

Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!”

(Yoas sedih, Elisa adalah nabi besar yang telah berjuang membela Israel akhirnya wafat dan selanjutnya Yoas yang meneruskan peperangan terhadap musuh)

Berkatalah Elisa kepadanya:

“Ambillah busur dan anak-anak panah!”

(Temukan panggilan spesifikmu, temukan potensi Allah dalam dirimu!)

Lalu diambillah busur dan anak-anak panah. Berkatalah ia kepada raja Israel:

“Tariklah busurmu!”

(Latih panggilanmu sehingga efektif bahkan berkerja maksimal)

Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja, serta berkata:

“Bukalah jendela yang di sebelah timur!”

(Ini berbicara tentang orang-orang yang kamu layani. Allah telah mempersiapkan kamu sejak awal untuk orang-orang tertentu sampai Dia melepaskan kamu kepada panggilan tertinggimu)

Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa:

“Panahlah!”

(Lepaskan panggilanmu. Melepaskan apa yang Tuhan taruh dalam hatimu: urapan,hikmat,karunia,potensi. Panggilan bukanlah panggilan, sebelum ia dilepaskan. Efeknya orang-orang diberkati, orang-orang diselamatkan dan dibebaskan)

Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa:

“Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap.”

(Tuhan mendesain kamu semua dengan sebuah panggilan spesifik sampai tuntas di bumi ini, Tuhan menjaminnya dengan kemenangan besar!)

Sesudah itu berkatalah ia: “Ambillah anak-anak panah itu!” Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel:

“Pukulkanlah itu ke tanah!”

(Tuhan menilai bagaimana hasrat terhadap panggilanmu dan kebenciamu terhadap musuh)

Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: “Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap (completely = tuntas). Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.”  

(Lihatlah ini, gambaran profetis bagaimana men and women of God saat ini hanya melakukan ‘separuh’ saja dari misi mereka selama di bumi (cepat puas), bukan ‘tuntas’ dan ini membuat Allah menjadi gusar!)

Teruskan membaca kitab II Raja-raja ini dan temukan gimana nubuatan ini terjadi pada Yoas. Allah menjadi gusar karena misi hanya selesai separuh. Allah mencari orang-orang yang dapat menuntaskan panggilan-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya.

Permusuhan Allah sudah berlangsung lama sejak di taman Eden saat evil menguasai ciptaannya pada saat. Itu aja sudah bikin sedih sekaili hatiku. Allah kehilangan Adam dan Hawa ciptaan-Nya yang menjadi kesayangan-Nya. Bayangkan saja, kalo kamu bekerja 6 hari untuk kasih surprise ke orang yang kamu paling kamu cintai!

Karena jati diri Allah yang kudus adanya itulah yang memisahkan  Adam dan Hawa. Tidak sampai di situ si Habel yang baik hati harus mati oleh Kain. Lihat musuh tidak pernah berhenti. Musuh terus bergerak!!! Tidak sampai di situ saja.

Lihat di kitab kejadian. Musuh terus bergerak, tidak kenal lelah dan mundur. Musuh berupaya agar ciptaan Tuhan tidak memuliakan nama-Nya. Musuh akhirnya berpesta saat Allah akhirnya memusnahkan seluruh isi bumi (kiamat) dengan air Bah. Tapi, Allah menyelamatkan satu generasi pilihan yaitu Nuh. Tahu ga kamu apa yang dipikiran Allah saat itu melihat jutaan jiwa binasa sia-sia. Dia sedih, Dia menangis karena manusia serupa gambar-Nya.

Kalo kamu liat ini semua, pasti kamu menangis! Pasti kamu mengerang. Mengenang semuanya ini! Mengingat betapa gencarnya dan hebatnya musuh. Kamu ga main-main lagi dengan panggilanmu. Kamu ga akan main-main lagi dengan dosa. Karena pasti kamu bangkit demi jiwa-jiwa. Kamu ga mudah menyerah. Ya, kamu akan mulai menangisi nasib rekan-rekan di kantormu, di rumahmu, di kotamu (siapa bilang mereka ga berhak diselamatkan). Kamu mulai menangisi jiwa-jiwa.

Abraham berdiri bagi jiwa-jiwa. Abraham tahu betapa bejatnya Sodom dan Gomora, tapi dia berdoa bagi kota itu.

“Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?”

TUHAN berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” (Kej 18:24-26)

Lihat! Tuhan akan mengampuni sebuah kota karena sepuluh orang saja. Ayo bangkit! Allah bisa selamatkan sebuah kota karena kamu. Selamatkan generasi setelah kita. Allah dapat mengampuni sebuah generasi karena kamu!

Daftar ini berlanjut terus. Peperangan ini tidak akan berakhir sampai kitab Wahyu. Aku ga bisa lihat bagaimana Antikristus, si diktator berkuasa di bumi (itu butuh waktu lama-sampai Iblis menguasai pola pikir banyak orang-orang). Aku mungkin ga sempat lihat bagaimana Antikristus itu menganiaya orang-orang benar, tapi aku bisa melepaskan suatu generasi kepada panggilan mereka sampai tuntas, dimulai dari anak-anakku. Aku akan bangkit, melepaskan mereka kepada panggilan mereka. Karena kita hadir di bumi hanya untuk memenuhi panggilan kita saja sampai tuntas, selanjutnya akan ada tongkat estafet kepada generasi berikutnya. Jangan terputus!

Karena itu lepaskan panggilan dan tuntaskan. Jiwa-jiwa menantikanmu!

 

 

 

The Arrow of the Lord,

John Jeshurun

Satu Tanggapan

  1. Kitalah Elia zaman ini, kita harus bangkit supaya bumi jangan dipukul sampai musnah…

Tinggalkan Balasan