9 TIPS MENJADI GEMBALA

MEMAHAMI PENTINGNYA PENGGEMBALAAN

pastoringMenjadi gembala? Yang bener aja! :lol: Please, jangan takut dulu dong liat judulnya. My dear friend, sebetulnya semua orang yang sudah percaya yang mau bertumbuh dewasa haruslah menjadi gembala. Pernah denger ayat ini kan, “Karena itu, pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku…dstnya, tapi jangan cuman sampe di situ aja. Perhatikanlah bagian akhirnya, Tuhan Yesus memerintahkan: “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Nah, bagian ini sama dengan menggembalakan. So, jangan cuman sepenggal-penggal. Penggembalaan juga terkandung dalam AMANAT AGUNG. Mau tau arti yang cukup sederhana tentang Gembala, silahkan baca posting: APA ITU MENJADI GEMBALA.

Setelah percaya kepada Tuhan kamu pasti mengemban tugas menggembalakan anak-anak rohanimu apalagi kalo itu hasil penjangkauanmu sendiri. Kan ga lucu, udah ngelahirin anak malah ga diasuh dengan baik. So, mau ga mau kamu harus latihan jadi gembala. Indonesia sebenernya ga terlalu butuh revivalis untuk penuaian 2009 ini, tapi gembala-gembala. Tuaian banyak tapi pekerja sedikit. Ga kebetulan, kamu yang baca posting ini, kamu juga akan menjadi gembala, menjadi pekerja untuk menuntun jiwa-jiwa baru.

Penginjilan itu penting. Tapi lebih penting lagi penggembalaan. Bahkan itu harusnya satu paket! Ada banyak jiwa baru yang bertobat via KKR, namun abis itu kembali lagi kepada kehidupan duniawi dan berdosa terhadap Allah. Jadi peran penggembalaan itu penting. Inilah alasan Tuhan mendirikan gereja-Nya.

pastoring1Gereja lokal yang kuat harus kembangkan sistem penggembalaan. Roh penggembalaan harus diimpartasikan ke tiap jemaat. Ini tugas bersama. Ini amanat agung! Gereja bukanlah tempat one man show! Kalo semua diemban sama senior Pastor, wah bisa capek dong. ;-) Pendeta juga perlu berlibur, agar ga jatuh karena tekanan memimpin. Sekali-kali boleh dong kalo jemaat memberikan hadiah liburan ke Bali atau Eropa kepada senior Pastor yang terkasih.

Gereja harus membangkitkan para pemimpin dan gembala. Ingat ga kasus Musa yang keletihan psikis dan akhirnya minta bantuan Yitro dalam menggembalakan bangsa Israel. Intinya, gereja itu ga bergantung hanya sama satu orang. Ada sistem, standar, prinsip dan nilai-nilai dasar. Lha, kok kayak perusahaan? Emang! Bahkan harusnya lebih hebat lagi dong. Kalo ga, gimana dunia mau tertarik ama anak-anak Tuhan di gereja. So, tugas gembala senior adalah raising up new leaders dan mengarahkan jemaat kepada visi jemaat.

Nah kamu sekarang dah ngertikan, bahwa sebenernya kamu juga adalah seorang gembala. Janganlah kecil hati walau Tuhan mempercayakan 2-3 orang kepadamu. Daud juga demikian tapi dia setia dengan perkara kecil. Jangan anggap itu suatu kebetulan, dari setiap orang yang kamu mentor dan gembalakan yakinlah bahwa semua itu karena Tuhan yang memilih kamu. Ingat barang siapa setia dengan perkara kecil, Tuhan akan percayakan hal-hal besar.

Berikut ini ada 9 tips dan hal-hal yang paling perlu diperhatikan dalam penggembalaan:

1.       Penundukan diri kepada Pemimpin. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. (Ibrani 13:17).  Jangan pikir mentang-mentang kamu punya karunia khusus dari Tuhan, kamu memandang remeh pemimpin di atas kamu. Di sinilah Tuhan melihat hatimu. Merekalah orang-orang yang ditempatkan Tuhan untuk mengawasi kamu. Namun bukan berarti ini semacam sikap “Yes Boss!”.

2.       Great Compassion. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka (Markus 6:34). Intinya, gembala harus bergerak dengan belas kasihan.

3.       Live with Integrity of heart. “Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya” (Integrity of heart, Mzm 78:72, NIV). Anak-anak rohanimu akan lebih terbuka karena kamu juga memiliki sikap terbuka. Gembala adalah orang yang tulus. Kamu adalah surat Kristus yang bisa dibaca setiap orang. Lebih jauh bacalah DEFINISI INTEGRITAS.

4.       Have Knowledge and Understanding. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian (Yeremia 3:15). Semua ini didapat dengan belajar. Pastor Rick Warren berkata bahwa “Saat kamu berhenti belajar, kamu berhenti memimpin.”

5.       Develop Sensibility. Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai” (bodoh = senseless, Yeremia 10:21,NIV). Kepekaan rohani itu penting dalam penggembalaan. Misalnya, kalo salah satu anak rohanimu yang cewe tiba-tiba hamil di luar nikah, itu berarti kamu ga lagi peka. Kamu harusnya bisa mencegah hal itu. Dear my friends, hal-hal rohani itu nyata, bukan cuman penghias kewajiban agamawi saja. Firman Tuhan harusnya berkuasa menjauhkan kita dari kejatuhan. Pekalah dan rasakan roh-roh apa saja yang mulai menggerogoti hidup anak-anak rohanimu :evil:

6.       Dadship or Momship. Like a shepherd, he will care for his flock, gathering the lambs in his arms, hugging them as he carries them, leading the nursing ewes to good pasture (Yes 40: 11, The Message Bible). Buatlah dirimu sebagai tempat yang nyaman bagi mereka-mereka yang baru mengenal Tuhan. Peluk dan sayangi mereka. Kalo negur atau memarahi sekali, peluknya tiga kali (Artinya lebih banyak memotivasi daripada menegur/mengkritik). Gitu dong baru namanya Daddy or Mommy in Christ. :-P

7.       Clear and definitive Vision. Kemudian TUHAN berfirman kepadaku, “Apakah yang kaulihat, Yeremia?” (Yeremia 1:11). Gembala harus tahu pergerakan Tuhan, lalu membuat suatu path/jalur untuk diikuti oleh domba-domba gembalaan.

8.       Anointing. Pengurapan. “INILAH firman TUHAN kepada Koresy, orang yang Kuurapi, yang telah Kupilih untuk menaklukkan banyak bangsa. Aku akan memegang tangan kanannya untuk mematahkan kekuatan raja-raja yang perkasa, sehingga pintu-pintu (Babel) akan terbuka baginya dan pintu-pintu gerbang tidak akan tertutup lagi. (Yesaya 45:1). Pengurapan membuka mata rohani. Jangan cuman andalkan hikmat manusia, andalkan kuasa Roh Kudus. Kerajaan Allah bukan terdiri dari kata-kata saja tapi kuasa Roh. Pengurapan membuat penggembalaan efektif.

9.       Menjadi Teladan. “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1Kor. 11:1). Memiliki anak rohani mendewasakan kamu juga. Inilah kebenarannya: anak-anak rohanimu adalah cerminan dirimu sendiri. Kehidupan jemaat adalah gambaran hidup pemimpinnya. Sebagai contoh, kenapa ada gereja yang suka bergossip (jadi habbit), setelah ditelusuri ternyata gembalanya juga suka gossip. Dibalik gosip itu ada roh yang bekerja dan menguasai. Itu sebabnya menjadi gembala dapat memotivasi kamu untuk hidup bener di hadapan Allah dan menjadi teladan banyak orang, khususnya anak-anak rohanimu.

Selamat belajar menggembalakan anak-anak rohani!  :-P

 

In His Grace,

John Jeshurun

 

 

 

Satu Tanggapan

  1. [...] Ministries, apapun namanya, bagiku adalah hal yang sesungguhnya tidak efektif dalam Kerajaan Allah. Baru-baru ini aku berdoa sungguh-sungguh dan bertanya, “Tuhan apa yang paling Kau rindukan, apa yang paling Kau inginkan?” Dan Tuhan menjawab: UMAT. Ya, Tuhan menginginkan umat. Saat sendirian, kita pribadi bisa menyebut Tuhan sebagai Bapa atau Sahabat. Tapi untuk menjadi umat, kita ga bisa sendirian, kita butuh orang lain, setidaknya 2 atau 3 orang lain lagi. Makanya, alkitab mengatakan apabila 2 atau 3 orang berkumpul-itu gambaran umat. Tidak ada yang bisa menggantikan peranan Gereja lokal dalam mewujudkan suatu umat yang layak bagi Tuhan. Satu hal yang tidak dimiliki oleh Ministries adalah umat. Makanya, banyak juga kok Ministries besar yang akhirnya mulai membangun gereja lokal, karena tahu keterbatasan ministries dalam memenuhi amanat agung. Oh, ya amanat agung bukan bicara penginjilan semata. Amanat agung yang benar termasuk penggembalaan (Baca dulu post TIPS MENJADI GEMBALA). [...]

Tinggalkan Balasan