MENGANDALKAN TUHAN SAAT MALAPETAKA
Posting ini ditujukan khusus bagi orang yang mengasihi Tuhan tapi dirundung kemalangan. Berikut ini adalah petikan ayat-ayat dari kitab Yesaya pasal 31. Ayat ini berbicara tentang kekecewaan Tuhan terhadap respon umat-Nya di saat datang musibah. Musibah di sini berbicara tentang segala hal yang buruk yang meinmpa dan mendatangkan kesengsaraan, baik itu karena suatu keadaan, perbuatan orang lain maupun kesalahan fatal yang dilakukan sendiri. My dear friend, Ingatlah, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan pada akhirnya. Siapa bilang menjadi orang Kristen selalu happy dan selalu dijawab keinginannya. Kalo kamu bener mengasihi Tuhan, maka kamu akan mengalami yang namanya penderitaan. Kemalangan orang benar itu banyak, tapi Tuhan meluputkannya (menolong, memulihkan). Semoga posting bisa menjadi pegangan bagi temen-temen saat menghadapi malapetaka, krisis dan persoalan hidup. Bertahanlah dan nantikan Tuhan!
Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. (Yes 31:1)
Pasukan kereta kuda-kuda adalah perlambang human ability, kemampuan manusia, kerja keras, kemapanan, kehebatan, daya kerja dan kekuatan manusiawi. Mesir itu adalah simbol dunia. Dunia biasanya memandang sisi luar semata: what you can do (kemampuan), what do you have (kekayaan), what is your background (latar belakang), what is your past achievements (prestasi masa lalu). Hal-hal ini yang biasanya menjadi acuan untuk survive di dunia. Penderitaan, persoalan atau krisis dalam bentuk apapun yang menimpa orang bener akan membawa dirinya kepada suatu keputusan: apakah meminta pertolongan dari Mesir (sistem dunia yang menolak Tuhan) mengandalakan kekuatan manusiawi atau sebaliknya mengharapkan pertolongan Tuhan?
Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim. Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama. (Yes 31:2-3)
Mesir = kekuatan sendiri, kesombongan, sistem dunia, menolak anugerah Tuhan. Meminta bantuan Mesir (yang lebih kuat) saat krisis sama dengan membelakangi Tuhan. Tuhan terkadang mengulur waktu dan menunda pertolongan demi melihat dan menguji hati kita. Maka dalam ayat ini Tuhan akhirnya juga mendatangkan malapetaka kepada Mesir selaku penolong dan juga yang ditolong (dalam hal ini adalah orang benar). Memang, meminta ke Mesir (dunia) saat krisis sepertinya paling masuk akal dilakukan. Tapi itu sungguh mengecewakan Tuhan. Akhirnya yang menolong dan ditolong juga sama-sama gagal!
Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya. (Yes 31:4)
Tuhan itu kalo ngamuk kayak Singa muda (perkasa) yang mengaum dan Tuhan berperang menghancurkan musuh-musuh-Nya. Tuhan sungguh cemburu saat kita berpaling kepada yang lain. Api cemburu ini sungguh menghanguskan memakan habis musuh-musuh-Nya. Nantikan Tuhan, Dia akan menolongmu.
Bertobatlah, hai orang Israel, kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh! (Yes 31:6)
Karena itu, bertobatlah karena mengandalkan manusia dan kekuatan sendiri, berharap kembali pada Tuhan. Hanya Dia sajalah penyelamat kita dari krisis dan malapetaka dalam bentuk apapun yang menimpa kita dan keluarga kita. Ya, ini waktunya kita datang pada Tuhan.
Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia; mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi. Pelindung mereka akan lenyap karena gentar, dan panglimanya akan lari terkejut meninggalkan panji-panji, demikianlah firman TUHAN yang mempunyai api di Sion dan dapur perapian di Yerusalem. (Yes 31:8)
Allah sungguh menantikan umat-Nya kembali dalam pelukan-Nya. Bangkitkan kembali hatimu yang lesu, cari wajah Tuhan dan berharap kembali akan kasih setia-Nya. Ingatlah, semua persoalan dan malapetaka yang hanya sementara, Allah akan memulihkan dan menepati janji-Nya. Sesungguhnya Allah itu maha pengasih dan penyayang. Murah hati dan berlimpah kasih setia-Nya. Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. So again my dear friend, bertahanlah dan nantikan Tuhan!
May God Bless You,
John Jeshurun
DIarsipkan di bawah: JATUH & BANGKIT, MARKET PLACE, UJIAN ROHANI | Ditandai: JAWABAN DOA, KEHIDUPAN KRISTEN, MENANTIKAN TUHAN, PENDERITAAN ORANG KRISTEN, PERTOLONGAN TUHAN, PETUNJUK SAAT MUSIBAH, SIKAP TERHADAP MUSIBAH