PELAYANAN MAHASISWA

Requested by Gratia

PELAYANAN MAHASISWA ADALAH PERSIAPAN

postingrequestNih Posting By Request© yang kedua. Kayaknya ini datang dari mahasiswa atau dosen ya? ( :lol: ). Thanks Gratia. Welcome to Jeshurun’s blog. Mau ngebahas mahasiswa nih. Apakah yang terpenting dalam pelayanan mahasiswa? Sebelumnya, hal-hal berikut ini adalah yang mutlak diperhatikan:

Internal. Perkuat dasar-dasar iman Kristen. Tahukan maksudnya dasar-dasar? Lahir Baru, Keselamatan, doa, penyembahan, penginjilan dan pertumbuhan rohani, itu maksudnya. Baca alkitab sampai habis. Ulangi lagi kalo sudah selesai. Bacaan wajib: Yohanes dan Roma (kalo bisa hafal :lol: ). Kalo kuat dasar-dasarnya, waktu nanti di dunia kerja ga akan luntur imannya.

Eksternal. Jadi teladan di kampus. Tepat janji. Bersemangat di kampus. Jujur, misalnya ga buat kopekan atau titip absen. Oh ya, semuanya dilakukan di hadapan Tuhan ya, bukan karena ingin pujian dari manusia. Kalo bisa bikin IPK bagus supaya nanti bisa kerja. Tuhan mau pakai lebih banyak nanti di dunia kerja.

mahasiswaTahap mahasiswa itu sebenernya masa persiapan. Soalnya masa pelayanannya hanya 4-7 tahun saja. Abis itu kerja dan berkeluarga yang tentunya masanya adalah sampai tutup buku kehidupan. Itu intinya. Aku menemukan visi yang sederhana untuk mahasiswa, yaitu menjadi terang Tuhan di market place. Apapun bentuk pelayanan mahasiswa atau organisasi/yayasan Kristen yang ada di kampus saat ini hanyalah pelayanan sementara (preparation ministry). Sadarilah kebeneran ini. Harusnya semua pelayanan itu melepaskan mahasiswa kepada panggilan Tuhan terhadap mereka masing-masing. Melepaskan! Artinya mempersiapkan mereka menjadi orang mengerti kepada panggilan mereka masing-masing dan melakukannya di masa depan untuk pekerjaan Tuhan yang utama.

Kenapa aku bilang hanya persiapan (bukan inti pelayanan), begini jawabannya. Seorang harus bisa memandang jauh ke depan. Bagaimana nanti hidupnya di dalam Tuhan. Bagaimana nanti melalui kita Tuhan bisa bekerja dengan luar biasa. Tahu ga, hanya 5-10% saja mahasiswa yang mendapat visi dari Tuhan dan melakukan panggilannya di dunia kerja. Aku bisa liat bagaimana temen-temenku yang dulunya aktivis pelayanan kampus menjadi orang yang biasa-biasa saja setelah bekerja dan menikah. Orang yang ga punya visi, kalo sudah menikah punya anak, bisa lupa Tuhan apalagi kalo ‘diberkati’ dan dapat pekerjaan yang lumayan. Akhirnya mereka menjadi garam yang tawar yang tidak memberi pengaruh Tuhan lagi terhadap dunia sekitarnya. Tenyata, apa yang mereka dapatkan di kampus tidak bisa menjadi bekal di hari depan. Udah bekeluarga, butuh ini itu, anak menjadi besar, sekolah dsbnya, kebutuhan tidak pernah berhenti. Yah, hidup sebagai orang dunia deh. Tidak ada prioritas hidup. Tidak ada Tuhan lagi. Ga heran kadang Tuhan mengirim bencana (dengan tujuan mulia dibalik itu).

Secara defenisi persekutuan kampus itu bukanlah gereja. Tapi di mata Tuhan itu adalah gereja. Come on, gereja bukanlah sinode atau gedung. Di sini kita harus berpikir seperti Tuhan. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang ditebus dan dibenarkan Tuhan yang berkumpul untuk saling menguatkan, membangun dan menyembah Tuhan. Aku lahir baru pada saat mahasiswa tingkat 2 kok. Semuanya karena kuasa Tuhan yang berkerja lewat dorongan, bujukan, teladan dan doa dari para senior Kristenku di kampus. Mereka adalah ibu-ibu rohaniku (entah kenapa dulu yang militan di kampusku cewe). Mereka mengasihiku dengan kasih Tuhan. Mereka mengajakku untuk ikut kebaktian. Aku mau ikut, karena aku percaya pada mereka. Aku bertemu dengan saudara-saudari seiman. Aku bertumbuh, sampai pada Tuhan memberikan visi untuk level selanjutnya. Apapun yang terjadi kepada John Jeshurun hari ini, adalah karena ada yang menabur firman Tuhan saat dia mahasiswa dulu.

Yang perlu ditekankan dalam pelayanan mahasiswa adalah masalah visi: menjadi terang di market place! Kita akan membawa kasih Tuhan di market place. Dengarkan, kaum pendeta bukan lagi alat Tuhan yang efektif di dunia kerja saat ini. Tapi semua orang bisa dipakai Tuhan. Simple kok. Jangan terlalu berpikir perkara-perkara besar. Yang dokter, mengajak dokter, yang akuntan menangkan akuntan, yang pengacara memenangkan pengacara atau pejabat, yang pengusaha menjangkau pengusaha, dan seterusnya. Tunjukkan kasih Tuhan dan berdoa bagi mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus. Biasanya, kalo kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan melihat dan akan mempercayakan kita perkara yang lebih besar, dimana hanya kita yang dapat mengerjakannya. Sementara itu tetap lakukan apa yang ada di depan mata.

Ingat pelayanan kampus (apapun namanya) tetap merupakan preparation ministry (persiapan). Kalo udah lulus kuliah, langsung liat apa yang Tuhan mau di market place. Go to market place. Jangan kembali ke kampus. Kalo memang mau memberi support / dana silahkan saja. But go forward, don’t go back to campus! Jangan bikin lingkaran setan kepada generasi berikutnya. Percaya sama Tuhan. Pasti ada tongkat estafet yaitu mahasiswa-mahasiswa yang Tuhan bangkitkan untuk melayani adik-adik mahasiswa angkatan berikutnya. Begitulah seterusnya, dan seterusnya dan seterusnya. That’s the point! Sedapat-dapatnya sebelum meninggalkan kampus, memasuki dunia kerja, maka wariskanlah urapanmu, buku-bukumu, kaset-kaset pertumbuhan rohani kepada adik-adik rohanimu supaya mereka meneruskan apa yang pernah kamu ajarkan kepada mahasiswa di bawahnya, sehingga makin banyak lagi mahasiswa yang percaya pada Tuhan. Katakan pada mereka, tetap pegang teguh janji Tuhan dan sampai bertemu di dunia kerja.

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. (2 Tim 2:2)

Begitulah visi Tuhan untuk mahasiswa, yaitu menjadi saksi Tuhan market place. Apabila sampai di dunia kerja nanti, bergabunglah dengan gereja lokal yang kuat dalam pengajaran dan kasih Tuhan. Jangan bentuk lagi persekutuan dokter, persekutuan pengacara, persekutuan pejabat dsbnya. You missed the point! Persekutan yang lahir karena alasan kelesuan gereja, bukan karena visi, tidak akan bertahan lama. Gereja lokal di masa depan adalah alat Tuhan yang paling efektif untuk menjangkau jiwa-jiwa. Tempat Roh-Nya dicurahkan, tempat di mana kita berkumpul dan saling menguatkan. Tempat jiwa-jiwa diselamatkan dan mengalami Tuhan. Ingat gereja adalah pengantin Kristus. Tuhan Yesus naik ke Sorga mempersiapkan tempat bagi kita, pada waktu-Nya nanti, Dia sendiri akan datang untuk kedua kalinya menjemput mempelai-Nya yaitu Gereja. So, the best way to fulfill God’s vision in your life is through His Church!

 

In God’s Vision,

John Jeshurun

 

Tinggalkan Balasan