INJIL KEMAKMURAN

MENOLAK  TEGAS INJIL KEMAKMURAN

injil-kemakmuranAku ga anti akan kemakmuran. Justru aku sedang menantikan Tuhan melepaskanku kepada potensiku sepenuhnya di dalam-Nya dan mendapatkan berkat-berkat-Nya yang luar biasa, sampai nanti aku berdoa, “Tuhan cukup deh dulu jangan berkati aku lagi“ (habisnya diberkati mulu :lol: ) Yes, someday I’ll pray like that!  Itu baru namanya kemakmuran. Itu baru artinya kelimpahan! So pada posting ini aku akan mau kasih tau, beberapa hal tentang bahayanya INJIL KEMAKMURAN (Berita Injil yang isinya tentang kemakmuran doang), bisa salah kaparah deh. Apalagi yang nerima berita ini petobat baru, wah dalam perkembangan imannya maka dia bisa murtad suatu hari nanti. Apalagi tipe kristen duniawi yang memberi supaya diberi, memberkati supaya diberkati. Yang kehidupannya ga pernah cukup, yang kebutuhannya ga pernah berhenti, yang selalu merengek minta ini itu, yang sadar atau tidak menjadi korban dari keserakahan.

Kristen duniawi sebetulnya adalah orang yang ga percaya surga, jadi mereka pengen segera menikmati hidup kelimpahan selama di dunia ini saja. Mereka adalah orang yang hatinya melekat pada perkara-perkara duniawi yang fana. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja (fana) menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Gereja yang seperti itu tidak akan mengalami kepenuhan Kristus (the wholeness in christ)

Oke, sekarang silahkan ambil alkitabmu mari kita cek kebenaran sejati mengenai kerajaan Allah. Dear friend, semua ayat-ayat di bawah ini di ambil dari alkitab, murni tanpa terjemahan dari versi lain. Ini menjadi bukti sekaligus menantang iman kita selaku murid Tuhan Yesus. Semoga Tuhan memberi kita semua pengertian yang benar.

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Flp. 1:29)

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Tim. 3:12)

Gereja mula-mula telah diberikan ajaran yang sehat mengenai kerajaan Allah. Untuk masuk kerajaan Allah kita kemungkinan harus mengalami sedikit banyak sengsara.

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. (Kis 14:22)

Firman Tuhan kepada Paulus: Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.(Kis. 9:16)

Pesan Paulus kepada Timotius anak rohaninya: Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Tim4:5-7))

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat (Mrk. 8:31)

Pesan Yesus kepada murid-murid-Nya: “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. (Yoh 15:18-20)

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Rm. 8:18). Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran (2Kor. 6:4)

Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah–yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. (Ibr. 2:10) Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. (Yak. 5:10).

Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian (1Ptr. 4:1)

Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. (1Ptr. 4:13)

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Rm. 8:17)

Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.( 2Tim. 1:8)

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus (2Tim. 2:3)

 

Sekarang tinggal cek di gerejamu, apakah Injil sudah diberitakan dengan benar ataukah cuman berita kemakmuran yang selalu didengung-dengungkan dari mimbar. Aku yakin kita memakai alkitab yang sama. Supaya kita memiliki pandangan yang benar tentang kerajaan Allah. My dear friend, apabila khotbah-khotbah di gereja tidak lagi mengumandangkan Injil yang bener, maka ketahuilah gereja sedang mengambil jalan yang lebar (yang menuju kebinasaan). Kalo kamu serius di hadapan Tuhan, teleponlah gembalamu sekarang dan ajak diskusi mengenai hal ini.

 

In God’s Presence,

John Jeshurun

4 Tanggapan

  1. two thumbs for you!
    I really like this posting. This is ‘the message” that need to be heard by the body of Christ all over the world, especially Indonesia!

    The blessing from the Lord can’t be measured by material blessing, but spiritual blessing including suffering.
    Suffering is the only way, we can understand what Jesus did for us in Calvary, not wealth or money or success.

    .

  2. Alo Pak ..
    setuju sama ibu nancy, tema ini harusnya diberitakan ke seluruh tubuh kristus di Indonesia .. supaya anak-anak Tuhan tidak disesatkan.

    Tx buat artikelnya.
    Gbu

    .

  3. Thanks Mba Nancy and David for your encouragements. Ya, semoga Tuhan senantiasa membawa pembaharuan kepada tubuh Kristus di Indonesia.

  4. Dear bro and sis..I wanna give an opinion.
    I think, the most important thing for us the christians people the body of Christ are to know the special grace . The special grace is the salvation and eternal life in the Lord Jesus Christ. The common grace like wealth,money, sign, miracle are not useful in eternal life in heaven. Our God is the source of blessing. He will give us His blessing because His promises in the Bible.He tell us to fear not.

    GBU

Tinggalkan Balasan