BENIH SELINGKUH

MEMAHAMI BENIH PERSELINGKUHAN

selingkuh1/3 pasangan suami istri di AS pernah berselingkuh. Di Indonesia juga sepertinya bisa sama, hanya saja bangsa kita lebih bermoral lebih pintar menutupinya. Belakangan kasus selingkuh marak di kalangan pejabat dan kaum selibritis Indonesia. Jadi sebenarnya budaya timur (yang katanya lebih baik dari barat) sama-sama ga bisa membendung yang namanya selingkuh. Bahkan sebenarnya adat istiadat bisa jadi topeng yang baik untuk sebuah kemunafikan.

Tidak ada yang lebih mendukakan bagiku saat mendengar lagu-lagu yang temanya perselingkuhan. Mengejutkan, banyak orang menyukainya. Lagu-lagu laris biasanya mengadopsi pengalaman hidup yang merupakan gambaran dari kehidupan banyak orang. Itu sebabnya disukai. Pertanyaannya apakah ini gambaran umum dari bangsa kita? Lalu bagaimana pula dengan orang yang belum pernah berselingkuh, bukankah lambat laun akan terinfeksi juga? God have mercy!

Iblis memberi petuah, “Selingkuh boleh, asal jangan ketahuan!” Orang yang selingkuh biasanya pintar menutupinya. Walau ada orang yang bener-benar fasik, sehingga hidup jadi orang jahat aja sekalian dan membelakangi Tuhan. Tapi ada juga yang munafik, yang masih butuh pengakuan baik dari manusia. Kalo boleh jujur, aktivitas gereja sebagai pelayan Tuhanpun adalah dapat menjadi topeng yang sempurna. Demikian juga amal, kebaikan, bantuan kemanusiaan, persembahan besar buat gereja dijadikan sebagai ‘korban penebus salah’. Mereka pikir bisa menyogok Tuhan dan tetap berselingkuh sambil melayani Tuhan.

Selingkuh menghancurkan pernikahan! Dear friend, kalo ada temenmu yang memutuskan bercerai, trust me: somebody is having an affair. Waktulah yang akan membuktikannya. Saat liat berita ada artis yang bercerai, hatiku berkata, “Salah satu dari mereka kemungkinan selingkuh nih”. Saran ini mungkin baik: kalo waktu berpacaran aja sudah ga setia, maka waktu merrid besar kemungkinan untuk selingkuh. Ketahuilah selingkuh itu juga dimulai dari sebuah benih: benih perselingkuhan!. Apabila benih terus bertumbuh dan diberi makan maka pada akhirnya akan kelihatan buahnya. Jadi, jangan cuman dolar atau rupiah saja yang disebut ‘benih’.

Karena selingkuh itu benih maka di sinilah kita harus hati-hati. Siapakah yang menabur benih selingkuh? Iblis. Iblis bekerja lewat media yang mempropagandakan perselingkuhan misalnya lewat musik atau movie. Iblis juag bekerja efektif lewat pergaulan. Saat mengetahui seorang temen ternyata berselingkuh, kita sudah mendapatkan benih lho. Sekarang menjadi keputusan kita untuk membunuh benih itu sebelum sempat dibuahi. Kuatkan hatimu, karena Iblis sangat licik. Iblis bisa saja berkata, “Halah, pendeta aja berselingkuh kok!” atau “Yah, Semua orang melakukannya ga ada yang sempurna kok?!”

Saat ditanya, apa kriteria pria/wanita idamanmu? Mungkin banyak di antara kita yang berkata cerdas, cantik, perhatian, bijaksana, punya sense of humor, mandiri, bertanggung jawab dan sebagainya. Tapi jarang yang berani menyebut setia sebagai kriteria utama. Soalnya itu ga populer. Tapi kenyataannya seorang pria yang punya istri cantik masih bisa selingkuh. Seorang wanita yang punya suami cerdas dan mandiri masih mencari kasih sayang dari pria lain. Padahal awalnya mereka menikahi pasangannya sesuai kriteria yang mereka kehendaki.

Perselingkuhan tidak terjadi dalam semalam. Itulah yang membedakannya dengan prostitusi. Yang artinya ini tidak melulu soal seks. Ini menyangkut banyak aspek. Sesuatu kebutuhan yang tidak bisa ditemukan dalam pasangan mereka. Segala bentuk keterlibatan emosional merupakan benih perselingkuhan. Apakah itu perhatian, kasih sayang, penghargaan dan sebagainya. Seks sebenarnya tinggal menunggu waktunya. Walaupun dalam selingkuh tidak melulu soal seks, menurut pengakuan pelaku selingkuh, seks yang dinikmati dalam perselingkuhan benar-benar hebat. Namun percayalah, itu hanya suatu bentuk dari manifestasi nafsu dan keinginan daging yang terkutuk. Firman Tuhan menjelaskan apapun yang berasal dari daging tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Apa yang ditabur, itu jugalah yang dituai. Barang siapa menabur di dalam daging akan menuai kebinasaan (Gal 6:8). Artinya, sebelum benih perselingkuhan bertumbuh dan akhirnya menjerat, segeralah bertobatlah di hadapan Tuhan.

setia-penguinRasul Paulus sampai terkagum dan menyebutnya sebagai suatu rahasia besar (Ef 5:32). Apa itu rahasia besar tersebut? Paulus mengerti yang menjadi hal utama kenapa Tuhan menciptakan Pria dan Wanita bukanlah supaya memiliki keturunan. Tapi untuk memberikan gambaran yang terbaik tentang kesetian. Kesetiaan antara jemaat dan Kristus. My, dear friend sesungguhnya di surga ga ada jenis kelamin. So, it’s about illustration of faithfulness. Karena itu jadilah setia kepada pasanganmu. Orang setia kepada Tuhan, juga adalah orang yang setia kepada pasangannya.

 

In Jesus’s Love,

John Jeshurun

4 Tanggapan

  1. :D

  2. Salam kenal Josh..
    memang iblis terus bekerja dan memakai cara-cara ini..terkadang malah memakai saya sendiri, tetapi dalam kasih karunia saja aku dilepaskan..bukan begitu?mari terus menerus meletakkan Iman dalam Kasih Karunia dan di lain arah terus berusaha hidup benar..

  3. Iya nih, saya turn on Tv dan beritanya seputar gossip dan gossip ttg artis yg bercerai lah, selingkuh, affair, kawin lagi, ah…kasian masyarakat kitaa disuguhi berita semacan itu mulu sepanjang hari.

    Ini juga adalah benih atau spirit yang disebarkan sang Penipu, membuat masyakat kita menjadikan itu merupakan kehidupanyangnormal bahkan modern. Ah…

    Satu lagi, yg paling mengganggu…kok semakin banyak pria baik2 di TV menjadi banci??
    Sebenarnya mereka yg transgender bukanlah bahan ejekan atau lawakan, mereka adalah golongan manusia yg sebenarnya butuh bantuan dan pertolongan.

  4. @Romail Principe
    Salam Kenal, thanks sudah mampir ke blogku ini.
    Ya setuju, emang itulah panggilan kita untuk hidup benar dan menjdai teladan.

    @Nancy
    Mba, lain waktu bisa bikin posting tentang itu juga.
    Pengaruh berita TV. Apa bisa ditiru juga kan. Sebagaimana yang Mba nancy bilang kalo di kriminal ada yang namanya copycat crimes.

    Masalah banci, I think deep in their heart they were desperate, lonely and really need help. But sometimes they’re denying their own consciousness just for the sake of money and popularity!

Tinggalkan Balasan