MEMFOKUSKAN DIRI DAN MELATIH PANGGILAN
Kita punya Allah yang besar yang ga terbatas, karena itu sebagai anak-anak-Nya kita memiliki potensi ilahi yang Tuhan telah taruh di dalam diri kita. Potensi yang tiada terbatas dong tentunya. Potensi ilahi itulah panggilan kita. Secara sederhana, aku pernah membuat posting 3 tanda sebuah panggilan ilahi yaitu: 1. Memberkati Orang lain, 2. Kamu menyukainya dan 3. Bikin orang mendekat kepada Tuhan. Itu tanda-tanda dari sebuah panggilan. Jadi kamu hanya perlu mengetahui apa yang menjadi panggilan kamu. Orang yang dikenan Tuhan adalah orang yang memiliki misi ilahi dalam hidupnya, memiliki panggilan dan mengerjakannya! Yah, lebih kurang gitulah intinya menjadi orang Kristen.
Mengetahui panggilan Allah dalam hidup kita, sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Yang dibutuhkan hanyalah ketulusan hati. Allah ga pernah bekerja dengan paksaan. Allah hanya memberikan dorongan batin supaya kita mengejar dan mengerjakan panggilan kita. Dear friend, jika ada hal yang harus dipertanggung jawabkan nanti di surga, itu adalah panggilan kita (ingat perumpamaan tentang talenta). Sebab begini, orang-orang yang bukan milik-Nya, ga akan ditanyai macam-macam kok, Allah cuma bilang, “Aku ga kenal kamu!” (termasuk juga hamba Tuhan-ingat ga semua hamba Tuhan masuk surga). Tapi, khusus bagi anak-anak-Nya yang tidak mengerjakan panggilan-Nya akan dimarahin dulu abis itu diampuni dicampakkan ke neraka. Karena itu jangan sembunyikan potensimu, kejar panggilanmu, latih dan lepaskan!
“Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas. Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Mat 25:26)
My dear friend, bagi kamu yang sudah mengetahui pelayanan apa yang akan kamu lakukan, latih mulai dari sekarang. Usahakan melatih 3-5 potensi utama kita-dengan tujuan agar fokus. Sebab dengan fokuslah kita dapat berhasil melakukan panggilan Tuhan. Jika kita melakukan banyak perkara alias tidak fokus pada kekuatan atau pada potensi kita, maka kita akan melakukan pelayanan yang biasa-biasa saja. Pelayanan seperti itu ga akan pernah jadi berkat. Aku sendiri menyaksikan kenapa ada perbedaan kualitas dalam suatu pelayanan, jawabannya adalah karena fokus! Sebuah petuah mengatakan, tidak ada kata terlambat atau terlalu tua untuk yang namanya belajar. Walaupun belajar banyak hal itu baik, namun mengingat terbatasnya masa hidup kita, mulai dari sekarang fokuslah untuk belajar apa yang menjadi panggilanmu!
Memiliki karakter Kristus dalam diri adalah hal yang sangat penting, itulah yang menjadi penentu utama apakah seorang Kristen akan sampai ke surga nanti. Namun, jangan tertipu! Orang yang tidak mengerjakan panggilan Tuhan selama hidup di bumi juga ga bakalan sampai ke surga! Jika kita hanya mempertahankan hidup kudus, beribadah di gereja dan ‘mengisolasi’ diri dari dunia sampai saat ajal menjemput, maka ketahuilah kita menipu diri kita sendiri. Kita pikir kita mengenal Allah, padahal kita sendiri menyangkal hati-Nya. Bayangkan aja, sampai Allah sendiri (yang udah nyaman di sorga) mau merendahkan diri dan menjelma menjadi manusia, udah gitu Allah yang menjadi manusia ini ‘terpanggil’ untuk melalui segala penyiksaan bahkan mati secara pahit di kayu salib. Kenapa sampai segitunya? Inilah jawabannya: karena Allah sendiri ga bisa menyangkal hati-Nya.
Seandainya hati Allah dapat dibentangkan seperti papan white board yang gede maka ketahuilah ada namamu tertulis di sana, nama ayah ibumu, nama sanak saudaramu, nama-nama teman-temanmu, bahkan semakin dekat dilihat maka semakin banyak lagi nama di sana dan lagi dan lagi. Rupanya isi hati Allah itu manusia-pribadi lepas pribadi dikenal-Nya, seperti Ia mengenal telapak tangan-Nya sendiri! Siang malam, itulah yang terus menerus mengusik hati-Nya. Allah memang Maha Kuasa, namun Ia sama sekali ga mampu menyangkal hati-Nya sendiri. Inilah kerinduaan-Nya (His passion) bahwa supaya setiap orang yang ada di bumi dapat hidup bersama-sama dengan-Nya di kehidupan kekal nanti.
Jika Yesus saja melakukan panggilan-Nya maka kita juga harusnya demikian. But, take your time. No need to hurry! Buat suatu list mengenai apa yang kamu sukai, tanyain temen-temen apa yang jadi potensimu (lebih baik lagi ke bapa rohani). Dear friend, ingatlah, kita tidak dipanggil melakukan semua hal, hanya apa yang menjadi panggilan kita saja. So, be spesific and focus on your calling! Gali potensi, kembangkan karuniamu dan lepaskan panggilanmu! Dengan demikian kamu akan dikenan Tuhan.
In His Holy Calling,
John Jeshurun
DIarsipkan di bawah: AGAMAWI, GEREJA, LEADERSHIP, MARKET PLACE, PANGGILAN, PENGINJILAN, VISI & NUBUATAN | Ditandai: FOKUS, IBADAH KRISTEN, karunia Roh, KARUNIA ROHANI, MENEMUKAN PANGGILAN, PANGGILAN, PANGGILAN HIDUP, pelayanan, pelayanan gereja, persekutuan kristen, POTENSI ILAHI, TUJUAN ILAHI, visi, VISI DAN PANGGILAN, VISI DAN PELAYANAN
shlm,sy rindu menjadi hambaNYA(sjk umur belasan dulu,skrg 37th).tp lupa akan panggilan dan menjdi pengusaha.tp setelah th 06 bangkrut,gembala sy mengingatkan agar sy beqhenti jd YUNUS.Tp bg org lain hal ini pelarian.masalahnya skrg sz tgl jauh dr gmbl sy yg mengerti kerinduan sy tsb.mhn saran.tq.GBU
.
@Budi Santosa
Thanks PAk udah maen kemari. Saya mengerti, bapak ternyata masih memiliki kerinduan-Nah itulah dia panggilan Tuhan. Bapak bisa lari dari panggilan, tapi tak bisa dipungkiri-itu akan Tuhan kembali, bila perlu ambil doa dan puasa. Maka Tuhan akan menyatakan jalan-jalan-Nya sturut panggilan Tuhan yang ada dalam hati Bapak.