PANGGILAN & Populeritas

MEMPERSIAPKAN DIRI TERHADAP JEBAKAN KETENARAN

famousIni adalah suatu perlajaran terpenting saat kita mengerjakan panggilan. Ketenaran (famous), inilah salah satu jebakan yang paling berbahaya saat kita mengerjakan panggilan Tuhan. Cara kita menghadapi yang satu ini menentukan keberhasilan kita di mata Tuhan. Jebakan ini akarnya adalah kesombongan. Menjadi populer tidak salah, tapi cinta diri yang berlebihan (narsistik) itu kejahatan di mata Tuhan. Bentuk jebakan ini terutama adalah melihat seberapa besar dan seberapa populer dan mulai membanding-bandingkan kehebatan diri dengan orang lain. Mulai melihat betapa banyak hal yang telah diraih, betapa banyak tanda jasa dan prestasi, betapa hebat saat dipakai Tuhan, betapa banyaknya kesembuhan dan mujizat dalam pelayanan, betapa luar biasa karunia dan kemampuan, betapa banyak buku or lagu yang ditulis dan betapa banyaknya bentuk pujian terhadap pelayanan. Kedengarannya berlebihan, tapi memang semakin berhasil seseorang meraih sukses dalam pelayanan, semakin terbuka peluang untuk sombong.

Raja Daud pernah terjebak dan ingin mengetahui seberapa besar kerajaannya. Mengadakan sensus sebenarnya hal yang wajar saja, namun motif Daud penuh kesombongan. Daud kena jebakan Setan. Malaikat Maut datang menebarkan tulah dan membunuh 70 ribu orang Israel (Buanyak banget!). So, hati-hati terhadap yang satu ini! Panggilan Tuhan dalam dirimu suatu saat akan membawa engkau naik dan menjadi populer di hadapan manusia, namun ketahuilah, hanya kepada Tuhan segala hormat dan kemuliaan. Ingatlah untuk selalu mengucap syukur bahwa semua hanya karena anugerah dan kemurahan Tuhan semata. Hanya dengan hati seperti ini, kita dapat terus maju dan sampai ke level akhir atau panggilan tertinggi dan menghancurkan semua tipuan setan.

Lucifer vanishJebakan ini tidak kentara. Terkadang dalam hidup ini kita lebih mementingkan penilaian manusia daripada perkenanan Tuhan. Lebih mementingkan reputasi ketimbang hati nurani. Sama seperti Raja Saul yang ditolak Allah karena memilih mempertahankan reputasinya dan melanggar perintah Tuhan. Walaupun alasan yang dikemukakan Saul itu masuk akal, namun Allah menilik hati. Ini yang membuat Saul ditolak Allah. Btw, guys, udah pernah tahukan bahwa Iblis si Lucifer itu adalah malaikat yang paling dimanja dan disayang sama Tuhan? Tahu ga kenapa dia jatuh? Baca alkitab dan lihat sendiri. Ini spirit yang sama yang ada juga pada Saul, pengen selalu termashyur, tersohor dan ternama. Bahkan Lucifer ingin menjadi sama dengan Allah. Only a wish but it makes Lucifer vanish!

Bagaimana kondisi mimbar saat ini, apakah firman Tuhan diberitakan sesuai kehendak Tuhan? Apakah sang pengkhotbah saat ini hanya bermuka manis dan mengejar perkenanan manusia, takut ditolak pendengar, takut kehilangan fans, takut kehilangan nama dan populeritas? Pendeta yang suka cari nama akan membuahkan jemaat atau gereja atau sinode yang juga cari nama. Rasul Paulus tidak takut kepada manusia, ia tidak berupaya mencari muka, ia menyampaikan kebenaran sebagai mana mestinya. Sesungguhnya Paulus sudah mati terhadap yang namanya cinta reputasi. Selama pelayanannya Paulus mengalami resiko yang hebat karena pemberitaan injil yang disampaikannya. Kalo Paulus hadir di gereja masa kini, maka sebagian besar orang yang tidak terbiasa akan menolaknya juga. Namun Paulus tetap berpaut kepada panggilannya dan tidak mau masuk dalam jebakan Iblis. Paulus konsiten dalam panggilannya.

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (-Paulus, Gal 4:16)

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus” (-Paulus, Gal 1:10)

Jaman dulu, kalo nabi-nabi dibangkitkan Tuhan untuk bernubuat menyampaikan pesan Tuhan, maka mereka juga mempersiapkan diri karena resiko menanti. Mereka akan dihina, dinista bahkan dianaya dan dibunuh. Itu sudah menjadi resiko nabi. NABI bukanlah nabi kalo masih mencari perkenanan manusia, masih butuh pengakuan dan hormat manusia, masih mengejar populeritas. Allah berpesan kepada Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel supaya jangan takut diaibkan manusia, jangan gentar, sampaikan firman-Ku.

Masih ingat gimana cerita Yohanes Pembabtis. Inilah orang yang dinubuatkan sebagai orang yang berseru-seru di padang gurun, yang berkata, “Persiapkan jalan bagi Tuhan!” Yohanes sesungguhnya adalah suatu gambaran yang sangat baik, yang melukiskan bagaimana seorang yang mengerti panggilan Allah dalam hidupnya dan mengerjakannya sampai tuntas! Yohanes tidak mencari nama dan populeritas sebaliknya dia tinggal di padang gurun. Apa sih yang menarik di padang gurun? Sama sekali tidak ada. Jubah bulu unta, ikat pinggang dan mungkin ada kantung gembala yang isinya belalang dan madu hutan. Sebenarnya tidak ada yang menarik dalam diri Yohanes. Tapi Yohanes berkhotbah tanpa tedeng aling-aling, orang-orang yang mendengar menjadi bertobat dan memberi dibabtis. Yohanes telah mengosongkan dirinya dan Tuhan bekerja secara total dalam hidupnya menjangkau orang berdosa! Kita harus belajar seperti Yohanes Pembabtis!

Yesus juga demikian. Yesus masuk ke daerah-daerah utama di Israel. Walaupun semua kuasa dan mukjizat yang menyertai pelayanan-Nya membuat nama Yesus terkenal dan tersohor, tidak membuat Yesus terlena. Yesus tetap fokus pada panggilan-Nya. Ada saatnya juga Yesus menyingkir dari orang banyak (karena ingin menjadikan-Nya raja atas Israel) dan mengebaskan debu kasut (menyatakan peringatan bagi orang-orang yang tidak mau menerima injil) dan ada kalanya Yesus menantang iman dan menghardik kemunafikan serta melucuti keduniawian. Alkita mencatat karena beberapa perkataanya yang keras, sedikit banyak murid-murid-Nya meninggalkan Dia. Yesus sama sekali tak takut kehilangan populeritas demi perkenanan Bapa di sorga!

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (Yoh 6:66)

Boleh-boleh aja senang jika mukzijat serta kesembuhan terjadi di gerejamu. Namun coba renungkan sejenak, bagaimana dulu saat Yesus melayani. Ada berapa banyak orang sakit yang sudah disembuhkan? Berapa banyak orang buta dan lumpuh sembuh? Berapa ribu orang yang sudah diberi makan? Berapa banyak orang mati dibangkitkan? Masih banyak mukjizat yang lainnya. Tapi hanya belasan orang saja yang setia mengikuti Yesus sampai di kalvari. Kalo kita menyadari hal ini, tentunya kita akan lebih mawas diri terhadap jebakan ketenaran. My dear friend, ingatlah panggilan Tuhan dalam dirimu suatu saat akan membawa engkau naik dan menjadi populer di hadapan manusia, namun ketahuilah, hanya kepada Tuhan segala hormat dan kemuliaan. Cara kita menghadapi ketenaran di masa yang akan datang akan membawa kita kepada keberhasilan sejati dan yang lebih penting bahwa kita akan selalu dikenan oleh Tuhan.

May God Bless You,

John Jeshurun

Tinggalkan Balasan