PENYIMPANGAN TERBESAR GEREJA MASA KINI
“Tuhan akan menjadikan kita kaya dengan cara yang elegan, pada waktu-Nya dan seturut anugerah-Nya.” (John Jeshurun)
Beberapa waktu yang lalu, aku pernah membuat posting yang menolak dengan tegas INJIL KEMAKMURAN. Kali ini, mari kita bahas lebih gamblang. Bagiku penyimpangan terbesar gereja Tuhan saat ini, bukanlah karena gereja Setan atau adanya aliran sesat yang baru (I don’t buy it!). Tapi, penyimpangan terbesar datang dari dalam gereja sendiri yaitu generasi pemburu uang atau kita sebut saja dengan istilah gereja kemakmuran. Inilah sesungguhnya yang paling berbahaya. Ibarat virus menular penyakit ini terus menyebar. Marilah kita bahas lebih jauh.
Poin penting yang utama dan yang mendasar adalah: gereja kemakmuran dilahirkan oleh pemimpin yang cinta uang. Gimanapun, jemaat ga akan jauh-jauh dari pemimpin. Mau tau gimana kepemimpinan sebuah gereja? Liat aja kehidupan jemaatnya. Pola jemaat yang materialisme, hedonis dan cinta uang sudah cukup jelas menggambarkan siapa sebenarnya pemimpinnya. Ada sebuah hukum dasar yang berlaku di dalam gereja: roh itu transfer dari imam ke jemaat! Tidak ada yang lebih memuakkan di hadapan Tuhan melihat para penyembah berlaha ini, memuji dan menyembah Allah dengan bibirnya, bermazmur, menari, bahkan bernubuat dan berbahasa roh. Semua hal-hal rohani yang dilakukan adalah kepalsuan, jubah agamawi yang dibalut dengan ritual Roh, hugh!
Gereja kemakmuran adalah orang-orang yang mengejar berkat Tuhan, bukan mencari hati-Nya Tuhan. Mereka awalnya mengikuti Allah, namun menyimpang. Sama seperti bangsa Israel di padang gurun. Ingat kasus pembuatan anak lembu tuangan dari emas? Allah baru saja melepaskan mereka, kok bisa teganya mereka demikian. Roh yang sama ada pada gereja kemakmuran. Mereka mengejar materi dan menjadi pemburu uang dan akhirnya melupakan Tuhan. Mereka mencintai uang melebihi Tuhan. Sebab uang bisa menjawab semua keinginan daging mereka. Kalo boleh jujur banyak anak-anak Tuhan yang tadinya tulus mencari Tuhanpun bisa menyimpang menjadi demikian. Ada alasannya kenapa pergeseran ini terjadi, sebab mereka melihat hamba-hamba Tuhanpun demikian. Jadi kembali ke poin pertama tadi, bahwa setuju atau tidak, bagaimana pemimpinnya demikian pula jemaatnya.
Gereja kemakmuran meyakini bahwa menjadi kaya adalah bukti penyertaan atau perkenanan Tuhan. Inilah salah satu mitos yang paling banyak dipercayai di gereja. Parah! Gereja jadi tempat untuk tanding-tandingan ‘berkat’ dan unjuk kekayaan. Katanya, kalo kamu miskin kamu ga akan pernah memuliakan Tuhan, hanya dengan menjadi makmurlah kamu menjadi ‘terang dunia’ demikian pesan mereka. Mencaplok beberapa ayat tentang kemakmuran dan dijadikan sebagai ‘fatwa’ di gereja. Adalah suatu ketidakwarasan mengkaitkan kekristenan dengan kemakmuran. Sebab kalo tujuan hidup untuk di dunia ini hanya untuk menjadi makmur, maka kamu ga harus jadi pengikut Kristus kok. Banyak atheis yang super kaya kok, ambil contoh Mark Zuckerberg, (25 thn), Facebook CEO & Founder yang memiliki kekayaan Rp. 10 Trilun. Kalo disuruh milih, mending aku temenan ama Mark, dibanding temenan ama pendeta kemakmuran.
Gereja kemakmuran mementingkan citra daripada ketulusan hati melayani. Hamba-hamba Tuhan kemakmuran berupaya menyelamatkan citra mereka dalam pelayanan. Salah satunya (yang paling wajib) adalah dengan berusaha memiliki mobil walau dengan kredit kalo bisa menggaji supir juga. Sebab, pikirnya kalo pakai mobil kan kelihatan diberkati, sehingga kalo khotbah lebih dapat diterima/dianggap. Lagian ini kan juga ‘mendukung’ pelayanan (baca: karir). Kalo ga, nanti ga dapet ‘setoran’ karena sepi ‘job’. Hari gene, melayani dianggap profesi? Parah! Pendeta tipe gini hanya hidup dari amplop dan dari transferan bank, sebagai upah atas jasa berbicara di mimbar. Lalu kalo sudah punya mobil lalu semakin ‘sukses’ maka hal selanjutnya adalah meng-upgrade mobil yang sudah ada menjadi mobil mewah. Supaya semakin nyata ‘berkat’ Tuhan itu. Supaya ‘dilihat’ orang-orang bahwa ada ‘kemajuan’. Ini juga yang nantinya membikin makin banyak undangan khotbah kemana-mana. Belum lagi, tau sama tau aja, kalo gue naik BMW seri terbaru, emang ‘bayarannya’ sama dengan pendeta yang cuma pakai Xenia? Mau tau salah satu ciri pendeta kemakmuran yang paling gampang? Jangan terjebak karena melihat penampilan luar ataupun mobilnya, bukan itu. Cirinya adalah, mereka kalo ngumpul, ga bakalan cerita firman Tuhan deh, apalagi cerita visi maupun jalan-jalan Tuhan. Cerita mereka hanya seputar bisnis, uang, mobil dan materi. Padahal ini, pendeta ketemu pendeta. Ga heran, sebab penyembah berhala itu ya tetap saja penyembah berhala, walau kayak apapun rohaninya. Apa yang paling banyak keluar dari hati-sudah jelas menunjukkan apa yang paling kamu dicintai, walaupun mulut sampai doer bilang “Kucintai Kau Tuhan, melebihi emas dan perak!”
Gereja kemakmuran mempercayai bahwa sukses itu sama dengan kaya. Inilah yang membuat beberapa hamba Tuhan mulai putar otak 360 derajat, gimana supaya bisa nambah pemasukan hari lepas hari. Sebab sudah jadi ketentuan kalo bisnis berhasil, semakin meneguhkan citra ‘diberkati’ Tuhan. Ini sudah jadi ketentuan standar deh (aturan darimana yah?). Pokoknya gimana caranya supaya cari pemasukan. Cari bisnis baru atau membuat bisnis baru. Investasi jenis apapun, MLM, bahkan money game semuanya digeluti. Mengenai hal ini, kata mereka, kalo merugi atau ditipu, yah anggap aja buat amal atau sumbangan dah. Ga ragu mereka kadang mengajak orang lain dan memanfaatkan kepopuleran mereka demi menambah pemasukan. Hati nurani sudah tumpul, dililit sama cinta materi. Wah, memang uang itu luar biasa, bisa membeli apa saja. Tiap hari bernyanyi, “Yeah…I love money!” Money is my passion! Itu motto dari kehidupan mereka. Tiap hari bangun dan berpikir gimana supaya tabungan terus nambah. Mimpi terbesar bukanlah semata-mata punya villa dan hunian mewah atau fancy cars parkir di halaman, namun juga pengen punya deposito atau portofolio (surat berharga, emas misalnya) dengan nilai puluhan jutaan dolar. Kalo sudah terjadi semuanya ini, maka dengan gaya agamawi ‘mengucap syukur’ di hadapan manusia dan berkata pongah, “Inilah berkat Tuhan”
Pendeta kemakmuran ga ragu menikmati hidup mewah dan glamour. Kalo nginep harus di hotel mewah. Kalo terbang harus tiket kelas satu. Fasilitas harus kelas satu. Kalo pas pelayanan, seluruh nilai busana dan atributnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Mulai dari jas mahal sampai sepatu bermerk terkenal komplit dengan aksesoris paling muktahir. Yang paling ngetrend belakangan ini, pendeta kayaknya harus punya BlackBerry atau I-Phone keluaran terbaru deh. Itu ampuh dalam menambah ‘rasa percaya diri’ saat berhadapan dengan orang lain yang pengen tukeren no. HP. Mereka ga takut kok dengan apa kata orang, sebab kebanyakan orang kristen juga meyakini bahwa semuanya itu tanda ‘diberkati’ Tuhan, wong jemaat juga pemburu harta kok. Kalo udah kelihatan kaya, maka timbul percaya diri pendeta di mimbar. Maka khotbahpun makin terasa ‘berotoritas’ dan tanpa beban berteriak bahwa kemiskinan adalah kutuk. Caplok beberapa ayat dan ang ing eng….tantang jemaat untuk memberi lebih banyak…lebih banyak…lebih banyak lagi untuk ‘kerajaan Allah’. Mengemis ke jemaat minta sumbangan. Terkadang, beberapa pendeta kaya muncul di tv, glamour, tapi minta-minta sumbangan, parah! Gerah rasanya diriku, mending pindah ke channel olah raga. Truz seperti biasa, saat jemaat memberi, dikasih iming-iming lagi bahwa Tuhan akan membalaskan 100 kali ganda. Jemaatpun taat sama ‘suara Tuhan’ dan memberi karena iming-iming, toh mereka juga pengen kaya seperti hamba Tuhan yang khotbah! Ga waras apa? Seandainya benar maka, kita ga perlu nginjil lagi deh cape-cape, sebab orang-orang banyak akan berbondong-bondong datang sendiri ke gereja tanpa disuruh, sebab siapa sih yang ga mau dapat untung 2 kali lipat aja? Apalagi yang namanya 100 kali lipat! Please, deh!
Teori iming-iming ini menarik. Pendeta yang kaya dan khotbahnya spesialis kemakmuran semakin dicari. Di dunia nyata, mencari kekayaan itu ga mudah lho, kalo di gereja ternyata bisa ditemukan kekayaan, kenapa ngga? Gratis lagi. Apalagi, tahukan seminar menjadi kaya atau menjadi sukses oleh profesional motivator itu mahal sekali tiketnya? Bukan cuma isapan jempol belaka, memang khotbah ‘mengejar kekayaan’ paling disukai, sebab faktanya memang orang pengen jadi kaya kok. Jemaat berteriak (dalam hati), “More…more tell us about money.. money.. money!” Jadi pendeta mulai kasih pengajaran HOW TO GET RICH. Jemaat menjadi bersemangat, because money..money..money, we luv money so much, ahhh! Waspadalah, penyakit jiwa ini bisa cepat menular. Cara satu-satunya supaya tidak terkontaminasi adalah berlari jauh-jauh dan hindari tempat itu! Ibarat tubuh, maka gereja kemakmuran ini adalah bagian yang harus segera diamputasi agar tidak mematikan bagian tubuh yang lain.
Gereja kemakmuran menganggap kelimpahan itu sama dengan bergelimang duit. Sebenarnya kalo kita datang ke hadirat Tuhan, hati kita tahu benar bahwa kelimpahan itu sama sekali ga berhubungan dengan apa yang kita terima. Kelimpahan itu adalah suatu sikap hati yang merasa puas dan senang dengan kondisi saat ini. Itu saja. Suatu ketika aku pernah diajak makan bersama dengan seorang kaya (kusebut kaya, karena diperkirakan kekayaannya mencapai Rp. 75-100 Milyar). Namun, di saat itu aku bisa merasakan ketidaktulusannya dan itulah saatnya aku ‘menaruh sebilah pisau’ dileherku dan menahan untuk memesan menu makanan restoran, kecuali minum saja sambil berbincang-bincang. Ternyata dari perbincangan kami, beliau ini adalah orang kaya yang berjiwa miskin, baginya ga ada kata cukup, masih merasa kurang dan selalu kurang. Sama sekali ga ada kelimpahan. Penuh kepongahan, kikir dan menganggap remeh semua orang yang di bawahnya. Masalah menerima firman Tuhan? Tunggu dulu. Hamba Tuhanpun bisa dia jadikan keset kakinya. Makanya orang kaya (yang sungguh mencintai setiap dolar yang dia miliki) sulit sekali masuk kerajaan Allah.
Truz, pertanyaannya, kenapa gereja kemakmuran semakin besar dan ‘diberkati’? Mari kita jawab pertanyaan itu dengan melihat sebuah contoh ekstrim. Coba ingat, suatu waktu, Yesus pernah membubarkan 5000 ‘jemaat’-Nya, saat Dia mengetahui motif mereka hanya mengejar berkat. Seandainya Yesus adalah pendeta kemakmuran, maka dengan semua berkat yang bisa disalurkan-Nya termasuk mukjizat dan kesembuhan, bisa jadi Yesus akan menjadi pendeta yang paling ‘sukses’ di bumi dengan jemaat mencapai jutaan orang. Gereja kemakmuran Yesus ini akan dijadikan model ‘pertumbuhan gereja’ dan diundang kemana-mana. Seluruh dunia akan ‘tunduk’ kepada kekuasaan Yesus karena ‘berkat’ besar ada di tangan-Nya. Setelah itu, apa yang terjadi? Pada akhirnya semua orang akan terjun ke lubang neraka jahanam, sebab dalam hati mereka tidak ada Tuhan sejak mulanya. Sebab yang menjadi berhala bagi mereka adalah ‘berkat Tuhan’ itu sendiri. Namun, thanks God, Yesus bukanlah tipe pendeta kemakmuran.
Salah satu cara lain mengetahui pendeta cinta uang gampang kok, kunjungi rumahnya dan lihat koleksi buku-bukunya. Kalo kamu jemaat setia, pergilah berkunjung ke rumah pendetamu. Kalo mayoritas buku-bukunya adalah mengenai uang, wirausaha, bagaimana menjadi kaya, menjadi sukses, buku-buku bisnis, maka bisa jadi dia adalah hamba Tuhan pencinta uang. Aku punya ratusan koleksi buku, mayoritas isinya adalah kepemimpinan dan gereja, oh ya cuma ada satu buku BERPIKIR & MENJADI KAYA karya Napoleon Hill, yang sampai sekarang belum selesai dibaca. Oppss, sebelum salah nangkap, aku mau tegaskan sebelumnya, bahwa buku-buku mengenai wirausaha dan bisnis itu bagus kok, tidak ada yang salah di situ. Tetapi jika seorang hamba Tuhan dalam pelayanannya lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal seperti ini, wah, celakalah umat! Itu sama saja membayangkan Rasul Paulus menghabiskan mayoritas waktunya dalam bisnis tenda. Atau membayangkan Petrus menjadi nelayan yang sukses yang memiliki banyak perahu dan nelayan yang diupah. Lalu kalo ada sisa waktu maka mereka baru menginjil.
Dear friend, kamu pernah ga baca riwayat kedua belas rasul? Rata-rata mereka mati mengenaskan ga jauh beda dengan Yesus sebagai pemimpinnya. Kondisi seperti ini sangat jarang bukan, padahal kita mengklaim sebagai gereja perjanjian baru. Ingat, seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, hukum yang berlaku di gereja: roh itu trasfer! Bagaimana pemimpinnya demikian juga jemaat. Seandainya Yesus menjadi pendeta kemakmuran, apa jadinya dunia ini? Sehingga inilah yang membuat aku menuliskan ciri terakhir, yang menjadi tanda pendeta kemakmuran, yaitu mereka ga akan pernah mau menderita apalagi mati bagi jemaatnya. Padahal, Kekristenan itu bicara tentang memikul salib! Yesus sendiri, seandainya, kalo diundang khotbah di gereja kemakmuran masa sekarang, pasti akan membuat hal yang ekstrim yang ga bakalan pernah dipikirkan oleh pendeta kemakmuran. Apa itu? Begini, bayangkan aja, kalo Yesus pakai main tunjuk terhadap salah seorang jemaat yang kaya raya di gereja dan mengatakan, “Jual seluruh hartamu, dan bagikan kepada orang miskin, lalu ikutlah Aku!” Man, just think for a moment about that!
Guys, pernah ga kamu menyimak perkataan Iblis saat dia berupaya mencobai Yesus di padang gurun? Karena itu kesempatan emas, maka so pasti Iblis melepaskan tembakan terbaik atau jurus pamungkas Iblis. Salah satu dari tiga perkataan Iblis adalah: “Semua itu (kemuliaan dan kemegahan kerajaan dunia) akan kuberikan kepada-Mu kalo Engkau sujud menyembah kepadaku.” Iblis memang pendusta, tapi perhatikan, dia bukanlah lagi bercanda saat ngomong itu. Iblis sedang serius dan dia mengatakan hal yang bener. Lagian ngapain Iblis buang-buang kalo itu cuma omong doang. Yesus sendiri tahu dan sadar benar, bahwa Iblis ga main-main. Itu justru menjadi pencobaan besar bagi-Nya, yang membuktikan bahwa sesungguhnya pernyataan Iblis itu adalah benar! Apa yang sebenarnya Iblis tawarkan itu adalah titik lemah kita sebagai manusia. Manusia itu pada kodratnya cinta uang dan haus kehormatan. Jadi, kesimpulan apa yang bisa kita petik? Simple, kemakmuran dan kehormatan juga bisa berasal dari Iblis! Yesus tegas berkata (dengan cara yang ekstrim), “Apa gunanya jadi memiliki seluruh dunia ini, tetapi kehilangan keselamatannya?”.
Kaya dan miskin, ga menjadi soal dalam kerajaan Allah. Yang menjadi soal di gereja adalah masalah cinta uang. Sesungguhnya Tuhan mengetahui rahasia hati. Seseorang diberikan kekayaan, untuk menunjukkan kemurahan kepada yang miskin. Lagian ga masuk akal juga kan, kalo di dalam satu gereja ada satu jemaat yang tiap weekend selalu naik kapal pesiar, sementara ada jemaat yang ga punya rumah. Lagian Tuhan tahu kok, siapa yang bisa tahan dengan kekayaan. Kebanyakan dari kita ga kuat terhadap kekayaan. Biasanya, hanya orang-orang yang tidak cinta uanglah yang diberikan kekayaan besar. Heran, beberapa pendeta ngotot dan penuh iri melihat pendeta lain menjadi kaya raya. Justru, harusnya mengucap syukur dong, sebab kalo diberikan kekayaan sehari saja, mereka sudah lupa Tuhan dan jadi penyembah berhala. Jadi, God knows the best for each of His people.
Terakhir. Tangan Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah ga bakalan menambahi isi tabunganmu! Sekali lagi, ini masalah motif. Kalo kamu ngotot banget ingin menjadi kaya, tinggalkanlah niatmu ini. Stop, menjadi penyembah berhala. Stop menjadi pemburu harta. Tips ini paling ampuh: tinggalkan gereja kemakmuran sekarang juga. Ingat, Tuhanlah yang menjadikan kaya, Tuhanlah yang membuat miskin. Terpujilah nama Tuhan!
In God’s Grace,
John Jeshurun
DIarsipkan di bawah: AGAMAWI, GEREJA, LEADERSHIP, MARKET PLACE, PENGINJILAN | Ditandai: BISNIS GEREJA, BISNIS MLM, BISNIS PENDETA, CINTA UANG, GEREJA DAN BISNIS, GEREJA DAN UANG, GEREJA KEMAKMURAN, INJIL KEMAKMURAN, INJIL PALSU, KERAJAAN ALLAH DAN UANG, KERAJAAN IBLIS, PENDETA KEMAKMURAN, UANG DAN GEREJA
Pak Jhon,
Saya setuju banget dengan apa yang anda paparkan,
memang akhir-akhir ini gereja seolah-olah hanya mengejar uang. Gereja kerap kali pecah karena “pembagian” yang gak merata. Sehingga mereka membuka Gereja-Gereja baru. Tapi pren, semuanya itu gak akan bertahan lama, terbukti dikota saya SMD.
Oh ya pren.. boleh koreksi gak. untuk kalimat yang terakhir menurut saya” Tuhan bukan membuat miskin tapi mengijinkan miskin”.Thanks GBU
.
@Octavianus
Setuju Bro, “mengijinkan miskin”. Aku memang lebih setuju itu. Namun selalu yang kupakai mengacu ke terjemahan resmi LAI:
“TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga” (1 Samuel 2:7)”
Ya, sama saja kurang lebih. Bro, kalo kita lanjutkan lagi, ternyata ayat 8 lebih keren nih rhema-Nya:
“Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.” (1 Samuel 2:8)
Luar biasa, praised be the name of the Lord! Haleluyah!
Haleluyah…haleluyah terpuji Nama-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus.
Bro..Salam Kenal..Saya sudah lama ngikuti Blog ini…dan begitu banyak hal yang saya dapatkan dan saya share ke teman2 kampung saya.
Terima kasih….maju terus…..Saya melihat Tuhan begitu memakai Anda…Tetap rendah hati…Tuhan akan memberkati lebih lagi…..Aminnn
.
Shalom,
Saya sangat setuju dan pernyataan saudara @Octavianus yang menulis bahwa “Tuhan bukan membuat miskin tapi mengijinkan miskin”.Dan saya pribadi tidak seuju dengan pernyataan yang menulis bahwa “Poor is Sin” bin “Miskin adalah Dosa”.Gereja pada akhirnya berfocus hanya pada masalah masalah berkat saja.Tidur lelap dalam Zona Nyaman nya.
.
Laa Ilaaha Illallaah. Muhammadur Rasulullaah.
-
Tiada Tuhan [yang haq disembah] kecuali Allaah
Muhammad adalah utusan Allaah.
-
Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak anda untuk hanya menyembah Allaah Subhanahu wa ta’ala, serta tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun.
-
Allah memerintahkan manusia untuk hanya menyembah Nya, serta tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun. Maka penuhilah perintah Allaah. Allah menjanjikan surga bagi manusia yang ber-iman kepada Nya.
-
Sembahlah Allah.
-
Dialah Allah yang tidak berawal dan tidak berakhir.
-
Dialah Allah yang menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
-
Dialah Allah yang tidak bersandar pada sesuatu apapun.
-
Dialah Allah yang wujud Nya berbeda dengan makhluk.
-
-
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. [TQS Al Ikhlas 112 : 1-4]
-
-
Keselamatan hanya ada pada Islam. Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah hanyalah Islam. Ketahuilah, Allah amat keras siksanya. Sungguh, alangkah menyesalnya manusia yang ketika mereka dibangkitkan dari kematian, sedangkan mereka dalam keadaan kafir kepada Allah. Allah mengancam orang orang yang kafir kepada nya dengan siksa yang amat keras, mereka kekal di neraka sedangkan mereka tidak akan mati.
-
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [TQS Al Baqarah 2: 39]
-
Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan . Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. [TQS Al Baqarah 2: 90]
-
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, [TQS Ali ’Imran 3 : 10]
-
-
-
Allah menjanjikan limpahan rahmat Nya bagi orang-orang beriman dan beramal shaleh. Allah itu baik dan hanya menyukai yang baik baik. Allah lah yang memberikan rezeki kepada manusia dan semua hewan. Allah lah yang memberikan akal pada manusia. Dengan akal, manusia dapat menggunakannya untuk mencari hidayah Allah.
-
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. [TQS Al Baqarah 2: 82]
-
Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [TQS Ali ’Imran 3 : 15]
-
pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. [TQS Ali ’Imran 3 : 106-107]
-
-
Saya menyerukan kepada anda agar segeralah beriman kepada Allah, Rasul Nya, serta Kitab Nya. Islam-lah maka engkau selamat. Semoga Allah memberikan hidayah Nya kepada anda.
.
@Raharjo
Makasih sudah mampir Mas.
Blog ini tidak di desain utk perdebatan.
Hmm, satu-satunya cara menarik keuntungan sebesar-besarnya melalui ‘perdebatan tanpa ujung’ adalah menghindarinya.
Sudahlah, sudah banyak kok sumber-sumber online yang isinya perdebatan ISLAM-KRISTEN (=yang ga ada ujungnya). Silahkan cari di google, ada web dan blog yang mengupasnya, banyak yang kasih komen, banyak perbantahan dan sebagainya. Pokoknya rame deh. Namun, tentu saja, bukan di sini tempatnya.
Jadi, Sayalah orang yang pertama dan terakhir yang membalas komen Anda ini. Sebagai pemilik blog, saya ga mau blog ini “rame” karena debat. Yah, seperti yang Saya bilang barusan: ini jenis “debat ta berujung. Buat apa, ga ada manfaatnya.
Saya sama sekali ga pernah terlibat dalam sebuah “debat tak berujung’, baik secara lisan maupun online.
Salam,
John Jeshurun