MEMBAHAS ISI PERKATAAN NUBUATAN
Lanjutan dari UCAPAN PROFETIK
Nah, yang sering ditanyakan orang adalah, apakah ucapan profetik merupakan perkataan yang langsung diucapkan oleh Allah melalui perantaraan lidah dari penyampai pesan (messanger of God)? Apakah Roh Kudus menguasai total bibir orang yang dipakai tersebut? Marilah kita pelajari bersama. Berdasarkan cara penyampaiannya, maka perkataan profetik dapat dibagi 2 :
- Instantaneous Prophetic Messages (Seketika itu juga)
- Receive-Release Prophetic Messages (Ada proses menerima-melepaskan)
Instantaneous Prophetic Messages adalah perkataan nubuatan yang langsung datang seketika itu juga. Jadi baik si penubuat (messanger) dan para pendengar menerimanya freshly (untuk pertama kalinya) secara bersama-sama. Roh Tuhan berkuasa atas seseorang, lalu orang itupun bernubuat. Contoh di alkitab adalah Agabus.
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius (Kis 11:28).
Ada juga suatu contoh di alkitab yang sangat lucu mengenai Instantaneous Prophetic Messages, yaitu kisah Bileam. Balak, Raja Moab-musuh Israel pada waktu itu, berupaya mengupah Bileam untuk mengutuk Israel. Bileam adalah seorang nabi, namun memiliki motif yang salah dan cinta terhadap uang. Dalam cerita ini, jelas Tuhan mau menguji hamba-Nya Bileam dan memberikan kesempatan untuk berbalik, sampai-sampai Tuhan memakai seekor keledai yang berbicara menegurnya, tapi Bileam ga sadar karena sudah dibutakan oleh emas dan perak. Bileam akhirnya pergi bersama Balak dan para pemuka bangsa Moab. Bileam sendiri ga tahu perkataan apa yang harus dilepaskan (harusnya dia sudah tahu, tapi tumpul pengertiannya). Bukannya melepas kutuk untuk bangsa Israel, Bileam malah melepaskan Instantaneous Prophetic Messages yang isinya berkat semua, itu terjadi sampai 3 kali, pakai pindah-pindahan tempat segala. Raja Moab, Balak ‘dikerjain’ Tuhan dan Bileam mendapat pelajaran.
Receive-Release Prophetic Messages merupakan cara penyampaian yang paling lazim. Biasanya Tuhan berbicara terlebih dahulu kepada hamba-hamba-Nya, sebagai orang yang menerima pesan itu pertama kalinya, untuk seterusnya disampaikan kepada pendengar (tujuan atau si penerima pesan). Sejujurnya Allah secara pribadi pengen banget curhat, nah biasanya Dia curhat ke nabi-nabi-Nya, orang-orang kepercayaan-Nya. Orang-orang seperti Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel adalah tipe penyampai pesan Receive-Release Prophetic Messages. Ga heran isi kitab mereka sebagian besar adalah curhatan Tuhan semua, mengenai rintihan hati Tuhan. Salah satu sahabat Tuhan yang termasuk penyampai Receive-Release Prophetic Messages juga adalah Nabi Samuel. Awal perkenalan Samuel dengan Tuhan dimulai dengan curhat. Samuel menerima dan melepaskan kembali perkataan nubuatan kepada bangsa Israel. Alkitab mencatat bahwa semua pesan Tuhan yang dilepaskan Samuel tidak ada yang gugur.
Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN. (1 Sam 3:20)
Oleh karena penyampaian nubuat yang murni dan terbukti membuat Samuel dikenal sebagai nabi di seluruh Israel. Samuel memiliki kredibilitas. Inilah hal penting, yang harus diperhatikan bagi kamu yang dipercayakan Tuhan dalam karunia nubuatan. Jangan coba-coba menyandang gelar nabi, kalo banyak dari ucapan profetik (khususnya ramalan/prediksi) yang disampaikan melenceng semua. Gereja harus menekankan hal ini, demi kelangsungan dan kemajuan umat Allah.
Nah sekarang kita lanjut, membahas, apa sih sebenarnya isi dari ucapan profetik itu? Berdasarkan isinya, maka perkataan profetik dapat dibagi 9:
- Calling. Visi (gambaran besar) dan Panggilan
- Knowledge. Pengenalan akan Allah.
- Promises. Janji Allah, berkat Allah.
- Prediction. Ramalan, suatu kejadian atau peristiwa yang bakal terjadi.
- Task. Tugas spesifik, kehendak Tuhan saat itu.
- Direction. Petunjuk, langkah-langkah, arahan dan pengambilan keputusan.
- Encouragement. Peneguhan, dorongan, nasehat dan penghiburan.
- Scanning. Menilik hati, mengetahui motivasi dan dosa tersembunyi.
- Judgment. Teguran atas dosa, penghakiman dan hukuman.
Kesembilan ini merupakan cerminan isi hati Allah. Jadi jelas, pelayanan ucapan profetik tidak melulu bersifat ramalan (walau memang sebagian besar bersifat ramalan). Sometimes, perkataan yang dilepaskan merupakan perkataan penghiburan dari Tuhan untuk orang-orang tertentu, misalnya untuk kasus kehilangan orang yang dikasihi. Terkadang dapat berupa peneguhan, apabila seseorang mulai berputus asa dan hampir menyimpang dari jalan Tuhan. Arahan dan pengambilan keputusan dapat pula diperoleh dari ucapan profetik (Namun bila ragu, bisa minta peneguhan yang lain atau tentunya bertanya kepada gembala/bapa rohani). Untuk pengambilan keputusan atas sesuatu hal misalkan memilih jodoh, karir atau pelayanan, jangan langsung mengaminkan mentah-mentah sebuah ucapan profetik, perlu pengujian. Ingat ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Berdasarkan peneguhan 2 atau 3 kali (orang) lagi, maka hal itu dapatlah diterima sebagai kehendak Tuhan. Nantinya kita akan bahas lebih mendalam pada posting berikutnya yaitu PERSONAL PROPHECY (Nubuatan Pribadi).
Penyampai pesan Allah terkadang dapat menilik hati (scanning people’s heart). Sometimes, isi ucapan profetik adalah menyingkapkan kondisi rohani, gaya hidup pribadi, motif-motif terselubung, ketidakjujuran, pemberontakan dan dosa-dosa tersembunyi. Di alkitab, Yesus mengetahui kondisi rohani seorang wanita Samaria, betapa desperatenya dia terhadap kehidupan pribadinya. Bayangkan dia sudah pernah memiliki 5 suami, bahkan yang ada sekarang padanya bukanlah suaminya. Secara gaya hidup, perempuan ini tentunya dipandang sungguh rendah di mata masyarakat. Yesus malah menganggapnya berharga dan mulia. Yesus menyingkapkan kondisi kehidupannya.
Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang kepadaku, bahwa engkau seorang nabi.” (Yoh 4:19)
Yesus melepas ucapan profetik tentang Knowledge of God-pengenalah akan Allah yang benar. Apa yang diucapkan Yesus terhadap perempuan Samaria ini, justru merupakan hal yang mendasar dan sangat penting dalam kekristenan yaitu mengenai penyembah yang benar. Bapa mencari penyembah-penyembah demikian.Yesus menghancurkan pola ibadat lama yang tanpa pengenalan akan Allah yaitu mengenai kiblat (bersembayang menghadap Yerusalem) dan peribadatan yang memberhalakan ‘tempat suci’ (gunung Samaria). Jadi tidak ada lagi yang namanya, holy place, holy grail termasuk juga holy tour (he..he..). In any place you can worship God, in spirit and in truth. Yesus tegas bernubuat bahwa “Saatnya akan tiba…
Kata Yesus kepadanya,”Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. (Yoh 4:21)
Teguran, peringatan dan hukuman adalah bentuk lain dari isi sebuah ucapan profetik. Salah satu contoh di alkitab adalah penyampaian teguran oleh Nabi Natan kepada Daud perihal kejahatannya terhadap Uria dan Batsyeba. Nabi Natan menerima dari pesan dari Tuhan dan menyampaikan kepada Daud. Ini termasuk Receive-Release Prophetic Messages yang barusan kita bahas. Sebelum menyampaikan pesan Tuhan, Nabi Natan mengawalinya dengan membawa suatu cerita perumpamaan untuk dinilai sendiri oleh Raja Daud. Daud telah men-set sendiri hukuman bagi dirinya, dengan berkata bahwa orang yang ada di dalam cerita itu harus dihukum mati. Setelah mengetahui bahwa orang yang ada dalam perumpamaan itu adalah dirinya sendiri, Daud menyesal sekali. Nabi Natan lantas melepaskan ucapan profetik yang bersifat penghukuman atas kesalahan Daud (coba baca alkitab, isinya berupa curhatan lho). Tapi jangan salah mengerti. Tuhan memang adil dalam penghukuman-Nya, namun Dia panjang sabar dan berlimpah akan pengampunan bagi mereka yang tulus berbalik. Aku pernah membuat suatu posting RAMALAN KEMATIAN, menjelaskan bahwa hal-hal buruk dan penghukuman yang telah dinubuatkan dapat menjadi batal karena sebuah pertobatan.
Demikianlah, sebuah postingan sederhana mengenai ucapan profetik. Maybe, kamu berkata bukankah Alkitab sudah cukup untuk menunjukkan jalan kebenaran? Buat apa perlunya lagi ucapan profetik? Well, dear friend, bukankah ini jaman Roh Kudus? Apabila Roh Kudus bergerak, Dia menyingkapkan, mewahyukan menyatakan kepada kita mengenai kehendak Allah yang progresif. Pada waktu lawatan pencurahan Roh Kudus pertama kali di Kisah Para Rasul, Roh Kudus langsung bekerja dalam Petrus dengan sebuah kotbah profetik, Petrus malah ga sempet bikin catatan khotbah. Hasilnya efektif, 3000 orang bertobat. Roh Kudus adalah Penolong, Penghibur dan Penuntun. Ucapan Profetik adalah salah satu cara Roh Kudus memimpin umat Allah. Bahkan Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa menerima ucapan Profetik. Daud bergerak penuh passion mengejar janji profetis. Peter and Paul know their destiny by the prophetic messages. Semua hamba-hamba Tuhan adalah orang yang mengetahui kehendak Allah secara spesifik dalam hidup mereka yang didapatkan melalui ucapan profetik. Mereka adalah orang-orang yang tidak sempurna, banyak kali gagal. Namun, pada akhirnya mereka berhasil melakukan kehendak Allah pada jamannya. Demikianlah juga hendaknya kita semua. Amin!
In His Prophetic Restoration,
John Jeshurun
DIarsipkan di bawah: GEREJA, LEADERSHIP, MARKET PLACE, PANGGILAN, PENGINJILAN, VISI & NUBUATAN | Ditandai: BENTUK NUBUATAN, KARUNIA BERNUBUAT, nubuat, nubuatan, PELAYANAN NABI, PELAYANAN NUBUATAN, penyembah yang benar, PERKATAAN PROFETIK, profetis, UCAPAN PROFETIK