PEGANG JANJI TUHAN

MEMPERCAYAI JANJI TUHAN SEPENUH HATI

Janji FlowUdah sebulan ga ngeblog. Wah, sori guys kalo uda lama ga ada postingan baru ya. So, sekarang nulis lagi. Mau nulis apa ya? Beberapa tulisan sebenernya ada sih, namun ga jadi dipost. Pengennya yang bener-bener dari dalam hati truz kalo bisa fresh gitu. Progresif Revelation atau relevant revelation. So, posting kali ini adalah hasil pewahyuan pribadi selama seminggu ini, judulnya PEGANG JANJI TUHAN. Semoga tulisan kali ini bisa menguatkan temen-temen, khususnya temen-temanku yang memiliki janji-janji Tuhan.

Tuhan baru-baru ini berkata padaku, “Umat-Ku disuruh percaya saja susah sekali.” Ternyata ukuran kasih kita kepada Tuhan dapat ditunjukkan dari hati yang percaya. Jadi, ga cukup hanya rajin ikut persekutuan, terjun dalam pelayanan atau aktivitas gereja, berbuat amal kebajikan atau rutinitas ibadah pribadi. Kalo kamu bilang kamu mengasihi Tuhan, kamu harus mau percaya pada Tuhan atas seluruh hidupmu. Karir, jodoh, masalah dan sebagainya. Percaya saja, apapun yang menimpa hidupmu. Percaya saja, walau sepertinya ga ada alasan untuk percaya, sepertinya ga mungkin, ga masuk akal, please percaya saja. At least, kamu harus mau bertahan. Naik ke level baru, percayakan hidup kita pada Tuhan. Itu baru namanya mengasihi Tuhan. Kalo burung pipit dipelihara Bapa, apalagi kita anak-anak-Nya yang dilahirkan-Nya. Artinya Tuhan itu so pasti tahu yang terbaik untuk setiap kita dan itu mendetail sekali. Bahkan alkitab mencatat bahwa Tuhan tahu berapa jumlah helai rambut kepala kita. Tinggal kita duduk diam dan mulai mencari tahu kehendak Allah yang spesifik atas hidup kita. Masalahnya, terkadang Tuhan tidak langsung memberitahukan secara gamblang apa yang akan terjadi atas masa depan kita. Lalu parahnya, kadang Tuhan seakan bergerak lamban sekali, bikin kita ga sabaran. Ada alasan-Nya.

Hari minggu kemarin pas ibadah, aku nangis ancur hati sejadi-jadinya, saat Tuhan tanya, “John, apa engkau masih percaya setiap janji-janji-Ku atas hidupmu?” Mulutku bergetar, air mata tumpah ruah, lidahku kelu dan akupun berbisik, “Aku masih percaya Tuhan!” Kalo ada orang di bumi ini yang banyak mendapatkan janji dari Tuhan, itulah aku. Puluhan janji-janji spesifik telah aku tuangkan di buku diari. Janji-janji spektakuler semua! Karena memang Dia adalah Allah yang spektakuler! Tuhan kalo berjanji-bukanlah janji yang biasa-biasa dan satu hal yang pasti-Dia akan menepatinya. Itulah terkadang yang bikin aku norak minta ampun kalo lagi menari memuji Tuhan. Itu juga kadang yang bikin aku suka teriak-teriak (Shout to God!). Ya! Karena semua janji-janji-Nya yang fantastis itu. Ga peduli-karena semua kulakukan di hadapan Tuhan, biarpun Pak SBY lagi diundang ibadah bersama ataupun seandainya bintang film favoritku Harisson Ford sedang ikutan gabung juga dan duduk di sebelah John C. Maxwell sebagai pengkhotbah ibadah hari itu. Aku akan tetap bergirang di dalam Tuhan. Bahkan, jika ketua sinode kami sedang ada di sampingku, bila perlu aku mengaum kayak singa, melepaskan sorak-sorai menyerukan kebesaran Allah yang fantastis! Semuanya di hadapan Tuhan, karena kebesaran-Nya, what an awesome God!

Janji-janji Tuhan yang fantasti bikin semangat dan menggairahkan jiwaku. Pernah satu pesawat sama seorang ibu yang duduk di sampingku. Saat pesawat bergetar hebat, dia lalu komat-kamit melepas doa sambil menengadah. Tapi, di hatiku, aku tahu, everything’s gonna be OK, karena memang banyak hal yang dari Tuhan belum digenapi dalam hidupku. Kadang saat bersama temen-temen pergi berkendara ke luar kota dengan mobil atau naik kapal laut, aku juga bilang bahwa kita akan baik-baik saja kok. Berdoa aja agar kamu ga bepergian bersama dengan “Yunus”, yaitu orang yang melarikan diri dari panggilan Tuhan. Kalo dengan orang yang memiliki janji Tuhan, maka kamu juga akan ikut terlindungi. Aman. Cuma satu hal saja yang bikin aku celaka, yaitu kalo aku selingkuh. Sebab, aku pernah berucap di hadapan Tuhan, “Biarlah aku mendapat kecelakaan jika selingkuh.”

Namun jujur, semua janji-janji itu juga kadang yang bikin aku stress dan ciut! Ternyata, ga satupun janji-janji itu terjadi atau mendekati penggenapannya. Bahkan ga ada tanda-tanda mau dijawab. Yang ada malah kebalikannya. Makin parah dan makin ga mungkin lagi. Secara logika, ya ga mungkinlah terjadi lagi. Apalagi ini era di mana terjadi penurunan kualitas iman. Coba tengok aja temen-temen di sekitarmu, di kantormu atau bahkan juga di gerejamu, sudah jarang sekali yang mengandalakan Tuhan. Ini era di mana orang berlomba-lomba how to survive, tapi dengan kekuatan sendiri. Krisis yang menerpa dunia global setahun yang lalu tidak saja membuat orang menjadi agak egois, tapi juga malah membelakangi Tuhan. Jarang orang yang tampil dan berkata, “Ini ga kebetulan, Tuhan pasti punya rencana yang indah di balik semua ini.” Jarang yang berkata, “Allah sanggup dan Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.” Sebaliknya, saat ini orang dengan mudahnya komplain ini itu dan selalu bersungut-sungut. Mencari kambing hitam. Tidak ada lagi yang mengucap syukur atas apa yang terjadi di hadapan Tuhan. Trust me, sikap seperti ini menular. Kalo tidak peka, maka kitapun ikut terlindas dan menjadi sama dengan mereka (dunia).

Tahu ga apa yang dengan mudah dapat mematikan imanmu? Buat kamu yang baru memulai hubungan dengan Tuhan atau yang baru trima Yesus atau yang baru jatuh cinta lagi sama Tuhan (kamulah orang-orang yang sangat aku kasihi, untuk kamulah blog ini dibuat), dengarkan, sesungguhnya orang-orang Kristen duniawi yang terjun dalam pelayananlah yang merusak atmosfir iman. Mereka ga punya hubungan personal dengan Tuhan (tapi mereka paham pelayanan), mereka ga mau tau hatinya Tuhan, ga mengerti jalan Tuhan (walaupun sering mengutip alkitab). Mereka suka pelayanan, tapi kerinduan, rasa haus dan lapar kepada Tuhan sama sekali ga ada. Pelayanan mimbar hanya tinggal pertunjukan (performance, show) semata. Orang-orang seperti inilah yang memiliki potensi besar untuk membunuh iman dan Iblis berterimakasih kepada mereka. Terkadang, aku merenung, saat di neraka nanti, Iblis mungkin akan memberi reward kepada mereka. Orang-orang ini ditemukan di gereja, melayani tapi kelihatan banget kok masih cinta dunia. Tidak ada Tuhan dalam hidup mereka. Hey, kalo kamu bener-bener mengasihi Tuhan, itu bisa kelihatan jelas kok, bahkan terkadang orang yang belum percaya bisa liat. Dulu orang-orang seperti ini sempat membuat beban, tapi kini, aku santai aja lagi. Terkadang kita cukup melanjutkan saja perjalanan kita, tanpa harus mengubah setiap tempat yang kita lalui.

Kita kembali ke janji Tuhan. Aku bisa bayangkan, betapa stressnya Daud saat semua janji Tuhan (bahwa he will be the next King of Israel) ternyata makin jauh dari penggenapannya. Musuhnya terlalu banyak, bahkan lebih banyak dari rambutnya. Musuh mencelanya sepanjang hari. Daud selalu curhat kepada Tuhan dan membeberkan persoalan yang dihadapinya. Namun, seringkali Tuhan berdiam diri saja. Tapi Daud mempercayakan diri kepada Tuhan, dia tahu bahwa pada waktu-Nya Tuhan akan menepati janji-Nya.

 “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya.” (Mzm 62:9)

“Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap engkau.” (Mzm 119:11)

WaySaat datang musibah berat, kekacauan, kecelakaan, kecurian, diagnosa penyakit berat, kebangkrutan, gempa bumi, kebakaran dan lain-lain rupa kemalangan-biasanya orang baru memanggil nama Tuhan. Mulai berseru, berteriak sama Tuhan. Hampir semua manusia kayak gitu, ga cuman anak Tuhan aja. Saat seperti itu mulai menjadi rohani (bahasa dunianya: religius). Biasanya cuek sama Tuhan. Namun, itu justru cara Tuhan yang paling efektif agar manusia bisa pay attention. Itu cara-Nya agar umat-Nya kembali kepada-Nya.

Seperti yang telah ditulis di awal, Tuhan terkadang ga langsung memulihkan (walaupun terkadang ada juga yang langsung Tuhan pulihkan). Tuhan berdiam diri dan menunggu. Bahkan membawa kita kepada hal yang makin buruk, jauh dari penggenapan janji-janji itu. Itulah saat iman kita makin rapuh dan perlahan mati, tapi my dear friends, PEGANG JANJI TUHAN ITU! Walau tidak ada alasan untuk percaya, PERCAYA SAJA! Walau situasi dan orang-orang tidak mendukung, NANTIKAN TUHAN! Allah sering kali membawa umat-nya memasuki lembah gelap ketidakpastian, jauh dari penggenapan janji-janji-Nya untuk memurnikan kita, apakah hati kita masih percaya kepada-Nya. Apakah kita masih berpikiran yang baik terhadap Tuhan. Apakah kita masih berani berharap. Apakah kita masih mengasihi Dia apa adanya Dia. Terkadang kita perlu menerima Tuhan dan mengasihi Tuhan apa adanya, bukan karena berkat-berkat-Nya. Tuhan sebenarnya sanggup memulihkan tahun-tahun yang rusak hanya dalam sehari (seperti kasus Yusuf dan Daud). Aku percaya dalam setiap ujian berat ada reward yang sangat besar. Tuhan hanya melimpahkan berkat-Nya dan menggenapi janji-nya bagi mereka yang mau setia sampai akhir. Pada akhirnya, yang ingin Tuhan liat adalah seberapa besar cinta kita kepada-Nya. Itu ditunjukkan dari sikap PERCAYA SAJA!

TUHAN berfirman, “Permohonanmu datang pada saat yang tepat. Pada hari keselamatanmu Aku akan menolong engkau. Aku akan memelihara engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi orang-orang untuk memulihkan kembali tanah yang sudah sunyi sepi itu, dan membagi-bagikannya kepada ahli warisnya

Melalui engkau Aku berfirman kepada orang-orang yang tertawan, terkurung dalam kegelapan: Keluarlah! Aku memberi kebebasan kepadamu! Mereka akan menjadi domba-domba-Ku, yang akan mendapatkan cukup makanan di padang-padang yang hijau maupun di bukit-bukit yang tandus! Mereka tidak akan kelaparan dan kehausan; panas matahari yang terik dan angin gurun yang panas tidak akan menimpa mereka. Karena Allah yang mengasihi mereka akan membimbing mereka ke tepi mata air yang sejuk.  (Yesaya 49)

Nb. Ayat-ayat Yesaya 49 ini adalah janji yang utama Tuhan yang aku pegang secara pribadi. Jiwaku remuk, hancur lebur pas bagian yang ini. Kalo, dibaca semuanya Yesaya 49, pasti terharu dan hampir ga percaya deh. Tahu ga, aku akan terus mengejar tanpa lelah sampai semua itu terjadi. BTW, kiamat ga bakalan datang 2012, yang ada juga kita nonton filmnya di bioskop bulan November depan. (he..he..)

 

 

In God’s promises,

John Jeshurun

5 Tanggapan

  1. Syallom Pastor,

    What a great inspirational and motivational article. I believed what ever coming from heaven through His revelation in our life, it will bless other… :-)

    God has put in my heart when I read your article in Rome 4:18-21 for me who have same experience with you in the present time … :-)

    Keep doing the good work Pastor for His Kingdom glory… We don’t know when His Promises will come to pass in our life. But I believed what ever Promised by Him, it will be fulfilled as long we’re still walking in His will and way, cause He could not lie since He is not a man (Numbers 23:19).

    God bless you Pastor …

    His Servant,
    Daniel

    .

  2. @Daniel, Praised The Lord!

    “We don’t know when His Promises will come to pass in our life. But I believed what ever Promised by Him, it will be fulfilled as long we’re still walking in His will and way, cause He could not lie since He is not a man (Numbers 23:19).

    Amin! Keep on fire Bro!

    .

  3. Dasyat

  4. Pak minta no hp dan kalau bisa hubungi kami untuk kothbah di gereja kami kebetulan suami saya yg jadwalin hamba Tuhan phone saya 0811954547 thanksJBU

    .

  5. @Erni. Trimakasih atas undangannya. Saya bisa merasakan suatu kerinduan yang besar dari ibu. Namun saat ini tidak bisa. Dengan iman, saya sedang menanti terobosan besar. Kini saya belajar untuk mengasah dan mendalami hikmat Tuhan sambil berdiam diri. Itulah keputusan saya. Walau demikian, saya berharap ibu dapat tetap diberkati dengan blog saya sederhana ini. Tuhan memberkati pelayanan Ibu.

    .

Tinggalkan Balasan