MINISTRIES or PASTORING?

MERENUNGKAN KEMBALI PENTINGNYA PENGGEMBALAAN

shep1Sejak awal melayani Tuhan, aku ga pernah kepikir membentuk John Jeshurun Ministries. Yang ada adalah Pastor John Jeshurun, ya pelayanan gembala. Sungguhpun demikian, masih butuh legitimasi umum untuk ‘sebutan yang berat’ itu, tidak cukup mengandalkan sertifikat jabatan kependetaan dari Sinode yang telah kuperoleh pada pentahbisanku 9 tahun lalu. Orang umumnya bisa saja menyebut “Pastor” oleh karena sebuah pentahbisan atau at least ada embel-embel “Pdt.” di depan nama. Itu orang umum, namun kalo dalam pergaulan pendeta beda lagi, kebesaran seorang Pastor selalu identik dengan kuantitas. Semakin besar jumlah jemaat, semakin besar seorang Pastor dan makin layak disebut ‘Pastor’. Para pendeta-pendeta yang lain cenderung memberi hormat yang lebih kepada pendeta yang jemaatnya lebih banyak. Jika dalam perkumpulan doa pendeta, perhatikanlah, pendeta dengan jemaat besar selalu lebih didahulukan dan diutamakan. Contoh kecil saja, saat memimpin doa makan bersama.

shep4Aku punya konsep sederhana, yang mungkin berbeda. Menurutku, sebutan pastor bukanlah karena semua hal yang aku ceritakan barusan. Bukan karena pentahbisan, gelar teologia ataupun karena kuantitas. Sebutan ‘gembala’ atau panggilan ‘pastor’ yang sejati datang dari orang-orang yang digembalakan itu sendiri. Itu berarti, walau cuma 2-3 orang saja yang kamu pimpin untuk mengasihi Tuhan dan orang-orang itu tertantang, maka kamu sebenarnya adalah gembala juga. Kamu akan mengetahui bahwa kamu adalah gembala yang sejati, apabila orang-orang datang mencarimu, seperti domba yang mencari gembalanya. Domba itu ga bisa sendirian, domba butuh gembala dan hal yang paling menyenangkan bagi seekor domba adalah bertemu gembalanya. Alasannya sederhana saja: makan dan perlindungan. Hanya dengan mendengar suara seorang gembala saja, seekor domba langsung melonjak-lonjak kecil karena kegirangan. Sesungguhnya pentahbisan, gelar akademis dan kuantitas bisa menipu, tetapi wajah seorang yang baru bertobat menerima Yesus, dengan mata yang berbinar senang saat bertemu kamu-itu tidak. Kamu tidak akan lupa, karena itu tatapan domba terhadap gembalanya.

shep5Dear guys, kamu pasti pernah melihat gambar yang melukiskan tentang perumpamaan domba yang hilang. Di situ ditunjukkan perjuangan berat, saat gembala berupaya menyelamatkan seekor domba yang tersesat, padahal itu cuma seekor, masih ada 99 ekor lagi dalam keadaan baik-baik saja. Alkitab mencatat, yah, inilah isi hati seorang gembala, bahwa sukacita menemukan seekor domba yang tersesat itu melebihi dari sukacita karena 99 orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Pas natal, drama yang sederhana melukiskan tentang perumpamaan domba ini, atau cerita anak yang hilang, selalu membuat basah pipi. Cerita domba melukiskan the heart of a pastor, cerita anak yang hilang menggambarkan the heart of a father. Sebelum kita punya hati kayak gini, baiklah kita renungkan gembala seperti apa kita.

Sudah menjadi kebiasaanku, saat menginjil seseorang secara pribadi, apabila waktu-Nya, aku selalu membimbing mereka dalam doa yang sederhana untuk menerima Yesus. Nah, kesempatan yang tidak pernah aku lewatkan adalah melihat raut wajah mereka saat berdoa, lepas, sukacita, bahagia-saat Yesus masuk menjadi Juruslamat mereka. Aku tahu, ada sorak sorai besar di Sorga karena seorang domba diselamatkan, atau seorang anak yang hilang kembali ke pelukan Bapa. Melihat wajah-wajah yang tulus mengasihi Tuhan untuk pertama kalinya adalah hal yang paling kurindukan. Itu, ibarat seorang ibu yang baru bersalin, ingin segera melihat bayinya. Tuhan tahu, betapa kepengennya aku senantiasa melihat wajah-wajah itu bahkan dalam mimpiku.

shep3Berkumpul dengan sekelompok pendeta, tidak menjadikan kamu gembala. Hanya satu cara untuk mengidentifikasi seseorang adalah gembala dan itu melalui dombanya. Domba secara natural, akan menyukai dan menyayangi gembala, lihat saja tatapannya. Yah, sama seperti bayi yang baru lahir, kamu mulai memberikan susu-yaitu hal-hal yang sederhana tentang pengenalan akan Tuhan. Mengajar orang yang baru beberapa hari dibaptis, bagiku mudah sekali, karena mereka menyerapnya dengan antusias, sama seperti bayi yang butuh ASI. Ingatlah, alasan kenapa orang-orang Kristen baru datang menemuimu adalah sederhana: butuh makan. Dari wajah-wajah polos mereka, kamu tahu it’s feeding time. Dalam percakapanmu, kamu bisa cerita apa saja, politikkah, berita kah, namun jelas hanya firman Tuhan yang bisa mengenyangkan kelaparan mereka-karena itulah yang mereka butuhkan. Indahnya, terkadang anak-anak rohani yang butuh makanan ini, datang sambil membawa makanan beneran seperti pisang goreng. Jadi, satu hal lagi yang dibutuhkan adalah air panas untuk menyeduh kopi. Intinya, kalo kamu berkumpul dengan 2 atau 3 orang, yang tak lain adalah domba-domba, maka kamu adalah seorang gembala. Gembala selalu teridentifikasi karena berada ditengah-tengah kawanan domba.

Yesus sebagai gembala agung, tahu bener mengenai pentingnya penggembalaan. Ia tidak saja menyelamatkan orang yang tersesat, tapi mengubah mereka menjadi penjala manusia. Pemimpin sejati bukanlah yang memiliki banyak pengikut, tetapi yang dapat membangkitkan pemimpin lainnya, demikian seterusnya turun temurun. God lead us to lead others! Kenapa gereja menjadi mandek dan stagnan? Karena orang-orang benar di dalamnya tidak mau menggembalakan orang-orang baru lagi. Menggembalakan bukanlah tugas satu atau dua orang, tapi tanggung jawab bersama.

Cukup dulu bahas mengenai gembala. Sekarang kita bahas ministries. Seperti di awal post aku bilang bahwa ga ada yang namanya John Jeshurun Ministries, yang ada hanya Pastor JJ, begitulah seterusnya, sampai usiaku 80 tahun tetap aja menggembalakan dan melatih banyak gembala. Ministries or Pastoring? Itu suatu pilihan. Biasanya hamba Tuhan celebs (populer) lebih cendrung milih ministries ketimbang menjadi gembala. Lebih gampang mengembangkan ministries, asal pintar khotbah, atur schedule, muncul di radio-radio, media atau TV Kristen, menggaji staff dan membuat program-program, jadi deh. Daripada menggembalakan dan bertemu jiwa yang itu-itu aja. Kalo ministries bisa melayani kapan saja dan dimana saja bahkan kalo beruntung bisa keliling dunia. Itu sebabnya bermunculan Matius Ministries, Yohanes Ministries dan banyak lagi ministries lainnya.

shep2Ministries, apapun namanya, bagiku adalah hal yang sesungguhnya tidak efektif dalam Kerajaan Allah. Baru-baru ini aku berdoa sungguh-sungguh dan bertanya, “Tuhan apa yang paling Kau rindukan, apa yang paling Kau inginkan?” Dan Tuhan menjawab: UMAT. Ya, Tuhan menginginkan umat. Saat sendirian, kita pribadi bisa menyebut Tuhan sebagai Bapa atau Sahabat. Tapi untuk menjadi umat, kita ga bisa sendirian, kita butuh orang lain, setidaknya 2 atau 3 orang lain lagi. Makanya, alkitab mengatakan apabila 2 atau 3 orang berkumpul-itu gambaran umat. Tidak ada yang bisa menggantikan peranan Gereja lokal dalam mewujudkan suatu umat yang layak bagi Tuhan. Satu hal yang tidak dimiliki oleh Ministries adalah umat. Makanya, banyak juga kok Ministries besar yang akhirnya mulai membangun gereja lokal, karena tahu keterbatasan ministries dalam memenuhi amanat agung. Oh, ya amanat agung bukan bicara penginjilan semata. Amanat agung yang benar termasuk penggembalaan (Baca dulu post TIPS MENJADI GEMBALA).

Tuhan ga pernah bangga terhadap suatu Ministries. Pada umumnya ministries terbentuk dari karunia. Jika seluruh potensi dan karunia itu dilepaskan di gereja lokal, bayangkan dashyatnya pertumbuhan jemaat. Seorang dengan kemampuan mengajar,  bernubuat, karunia menginjil jika diarahkan dapat membantu mendewasakan umat. Tuhan hanya tertarik dengan umat. Baca seluruh alkitab dan buktikan bahwa Tuhan hanya bangga terhadap umat-Nya yang atasnya nama-Nya disebut..

“Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.  (Yeh 11 :20)

Kalo ada yang ingin dibanggakan Tuhan, itu adalah umat-Nya. Allah selalu ingin membuat perbedaan yang mencolok, antara umat-Nya dan dunia. Nah, biasanya kemurahan Allah atas umat-Nya ini nyata dalam bentuk kekayaan, itupun diperoleh secara limpah justru saat dunia sedang resesi, persis seperti saat ini. Supaya dunia tahu, siapa dulu Tuhannya. Nantinya juga yang tinggal di sorga adalah adalah umat-Nya dan umat Tuhan itu satu adanya. Di sorga nanti ga ada denominasi, ga ada Sinode. Kekristenan bukan agama. Yang ada hanyalah sekumpulan umat yang besar memuji dan mengagungkan Tuhannya.

Karena banyak gempa belakangan ini, gereja-gereja mulai menyampaikan pesan mengenai akhir zaman, bahkan juga mempersiapkan jemaat terhadap kiamat! Itu memang bagus sebagai cerminan sikap hidup yang senantiasa berjaga-jaga, karena memang kita tidak tahu kapan waktunya. Namun itu sering jadi salah kaprah! Emang tega kalo kiamat datang besok? Liat sekelilingmu, apakah umat yang layak itu sudah ada? Apakah sudah ada nampak, “Sungguh alangkah indah dan baiknya bila semua umat hidup rukun bersama?” Yang ada juga gereja yang fanatik terhadap denominasi. Kalo Tuhan datang, semua orang ini pada mau kemana? Ingat, kalo mau menyambut kedatangan Tuhan itu tidak cukup dengan kesalehan pribadi,  butuh orang lain, butuh umat. Tuhan mencari mempelai! Aku selalu menangis, tatkala mengingat kembali saat Tuhan berkata padaku bahwa Dia menginginkan umat. “Itu suatu perjalanan yang masih sangat jauh Tuhan”. Dan aku berteriak keras ke langit: “KIAMAT MASIH JAUH!!!!”

shineSebelum kedatangan Yesus kedua kalinya, umat akan mulai bersatu terlebih dahulu. Gereja-gereja akan membaur dan menjadi satu. Hidup rukun bersama. Cara yang paling efektif untuk membuat gereja-gereja bersatu adalah dengan penganiayaan. Orang-orang percaya itu egois, tapi mereka mau bersatu dan berdoa saat teraniaya! Penindasan besar akan datang. Tapi aku percaya, jika si Antikristus dan pemerintahan barunya mulai menindas dengan tangan besi, maka akan muncul nabi-nabi dan rasul-rasul seperti jaman Elia, Musa atau Paulus dengan tanda-tanda heran. Nah, seperti jaman Rasul Paulus, para hamba Allah inilah yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan, mempersiapkan suatu umat yang layak bagi penyambutan Tuhan. Penindasan memang membuat orang berdoa, tapi persatuan orang percaya dimungkinkan dengan adanya pemimpin umat, sehingga orang tidak lagi berdoa secara sendiri-sendiri.

Aku memperkirakan 50-100 tahun lagi akan terjadi pergeseran pelayanan yang nyata. Berakhirnya masa ministries dan kembali ke masa gereja mula-mula. Ministries yang ada, baik perseorangan maupun yayasan (apapun visinya) akan bubar dan melebur jadi gereja lokal. Gereja-gereja mulai bersatu dalam kuasa Tuhan yang nyata. Ingat yang memprakarsai persatuan sejati adalah Tuhan, bukan manusia. Supaya jangan ada yang memegahkan diri. Tuhan mulai membangkitkan gembala-gembala untuk suatu tuaian besar (the dream come true!), sampai kitab Yesaya menubuatkan bahwa Mesir dan Asyur yang dulunya adalah kekejian bagi Tuhan, di masa depan menjadi umat-Nya sama seperti kita. Apa kita tidak menangis dan berlutut sampai ke tanah jika saat itu tiba dan kita melihat sendiri penggenapannya?

Memang ada banyak ministries yang jadi berkat tersendiri bagiku sampai hari ini. Namun, tetap saja yang paling kuingat adalah pelayanan gembala, kakak-kakakku dulu saat aku mahasiswa yang setia mengajarkanku jalan-jalan Tuhan. Kesabaran dan doa mereka membuat aku menerima Yesus secara pribadi dan sampailah saat sekarang ini melayani Tuhan. Akhirnya, Yesus jugalah yang akhirnya menjadi teladan kita. Andaikan saja 2000 tahun yang lalu ada ‘Jesus Ministries’, mau jadi apa kita? Untunglah Yesus setia menggembalakan yang 12 itu. Dan itu berhasil!

 “Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.” (Mzm 28:9)

 

 

In his pastoring,

John Jeshurun

2 Tanggapan

  1. Shalom !

    saya merupakan salah satu domba yg pernah hilang tapi sejak 6 bln terakhir ini saya menjadi haus dan lapar akan firman tuhan , sayasdh 10 thn tinggal di austria ikut suami saya, dan gereja terdekat adalah khatolik , saya tdk pernah merasakan pertumbuhan rohani , rohani saya mati tapi 6 bln terakhir ini saya mulai bangkit. Saya mempunyai suatu kerinduan agar tuhan mau pakai saya untuk bangsa Austria ,tapi saya tdk ada yang bimbing , banyak hal hal yang tdk saya mengerti dan sdh lama saya ingin sekali menanyakan ini kepada pak jon
    Pertanyaannya :
    1. Apakah setiap orng yg sdh di baptis selam otomatis juga sdh di baptis oleh roh kudus ?
    2. kapankah roh kudus tinggal didalam seseorang?
    3. Apakah bahasa roh merupakan tanda babtisan roh kudus
    4. Apakah arti dipenuhi oleh roh kudus sama dengan babtisan roh kudus? adakah tanda tanda khusus ?
    Saya rindu sekali untuk dipenuhi oleh roh kudus , tapi saya tdk tahu bagaimana caranya .
    Maaf pak jon! pertanyaanya saya terlalu banyak .
    tapi saya sangat mengharapkan sekali jawaban pak jon , terima kasih

    GBU

    .

  2. @Charoline. Shalom Ibu, silahkan baca posting berikut:
    http://jeshurun8.wordpress.com/2009/10/23/baptisan-roh-kudus/
    May God Bless You.

    .

Tinggalkan Balasan