HATI YANG SIAP

MEMAHAMI PRINSIP HATI YANG SIAP

hear0Hello guys, kali ini kita mau bicara tentang hati yang siap. Maybe, di antara kamu, ada yang mulai bosen karena gitu-gitu aja kekristenannya, kiranya posting ini bisa membantu. Hati yang siap adalah hal mendasar dalam pergaulan dengan Tuhan. Ingatlah, Tuhan itu berurusan dengan hati manusia. Nah, hati yang siap itu adalah hati yang terbuka di hadapan Tuhan. Ibarat kalo di ponsel sinyalnya ‘full’. Alasan kenapa banyak orang yang sulit bertobat, sulit bertemu dengan Tuhan dalam doanya, sulit menikmati pergaulan dengan Tuhan dan ga bisa merasakan hadirat Tuhan adalah karena kehilangan ‘sinyal’ dari sorga. Untuk memperoleh sinyal, cukup dengan memiliki hati yang siap. Ponsel apapun canggihnya, kalo ga ada sinyal ga ada gunanya lagi. Kita juga sama, walau demikian hebatnya di hadapan manusia, tapi kalo kehilangan ‘koneksi’ dan persekutuan dengan Tuhan, kita hidup dalam kesia-siaan. Hidup yang sekarang ini, menjadi berharga karena Tuhan tinggal bersama-sama di hati kita.

Apakah maksudnya hati yang siap? Hati yang siap adalah kondisi hati di mana kita telah ready (lurus, bener, beres dan bersih) di hadapan Tuhan. Jangan salah, bersih di sini bukan kamu telah jadi santo (orang suci), tapi maksudnya adalah clean (bersih, murni). Itu artinya datang apa adanya, jujur penuh kemurnian. Kalo nunggu jadi orang suci dulu, itu sulit. Kamu perlu berguru terlebih dahulu dengan orang Farisi lalu mendapat sertifikat ‘suci’. Karena itu jelas sulit, makanya datang apa adanya aja, itu berarti dengan segala kekhilafan dan dosa-dosamu. Ketahuilah, di alam semesta ini, yang paling bisa menerima orang apa adanya dan tanpa syarat, adalah Tuhan.

Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya (Mzm 73:1).

hear3Aku cukup prihatin. Saat ini di beberapa ibadah, khususnya ibadah pemuda, lebih banyak penekanan kepada tren ketimbang hal yang bersifat mendasar (prinsip). Hati yang siap merupakan salah satu prinsip dasar yang penting dalam komunitas. Jangan tertipu, karena ramainya (crowded) suatu ibadah. Tuhan ga pernah mencari kerumunan atau keramaian. Ingat kasus Yesus memberi makan 5000 orang. Tuhan mencari murid. Hal yang utama yang dibutuhkan dari seorang murid adalah pendengaran. Perhatikan, pendengaran = hati yang siap. Seorang pemimpin (khususnya kaum muda) harus dapat meletakkan dasar-dasar dalam hati kaum muda. Trust me, tren pasti berlalu, tetapi dasar-dasar berguna untuk hari depan bahkan sampai kepada kekekalan. Datang pada Tuhan, maka Tuhan akan menunjukkan bagamana nasib komunitas muda yang kamu pimpin 10-15 tahun lagi. Pikirkan itu dari sekarang, mau kemana anak-anak muda ini. Jujur aja, andai ada kakak rohani yang mengajarkanku kebenaran ini 10 tahun yang lalu, maka aku akan bertumbuh lebih baik dan ga akan buang-buang waktu sama yang namanya tren.

Nah apa gunanya hati yang siap ini? Inilah rahasianya: Tuhan tidak pernah melepas kuasa-Nya atau berkat-Nya jika hati kita belum siap. Berkat ultimate (besar) biasanya dicurahkan saat hati kita bener-bener siap. Ini bicara penyatuaan hati kita dengan hati Allah. Ingatlah peristiwa pencurahan Roh Kudus di Kisah Para Rasul. Aku, dengan hati yang siap, selalu mendapat pengurapan dalam mengajar, baik itu di hadapan satu orang atau seribu orang. Hati yang siap itu begitu pentingnya. Kuasa Allah tiada terbatas adanya, namun kuasa itu dapat dilepaskan hanya kepada hati yang siap. Harta sorgawi itu mahal harganya, tapi secara melimpah akan diberikan kepada hati yang terbuka, hati yang rindu, yah hati yang siap!

hear6Selain itu, dengan hati yang siap, Allah siap mewahyukan diri-Nya dan jalan-jalan-Nya kepada kita. Berbahagialah orang yang murni hatinya (pure heart) karena mereka akan melihat Allah. Melihat ini artinya mengenal Tuhan. Bahasa alkitabnya mengenal secara sempurna adalah bertemu muka dengan muka. Mau denger suara Tuhan ga? Siapkan hatimu. Ingat murid itu mendengar. Murid itu memperhatikan dan menyimak, sehingga menjadi mengerti. Hari gene, ga bisa mendengar suara Tuhan, wah ke laut aje! Orang yang dewasa rohani bukanlah yang banyak melakukan pelayanan bagi Tuhan, tetapi yang mengerti kehendak Allah dalam hidupnya, mengerti akan jalan-jalan Tuhan. Itu bicara penyatuan. Ingatlah bagaimana perjalanan Rasul Paulus yang penuh penderitaan dan ia selalu menyatu dengan Tuhan dan mengerti takdirnya. Kenapa ada orang yang suka protes, marah-marah pada Tuhan? Karena sama sekali ga mengerti jalan Tuhan atau ada yang lebih parah lagi: ga mau ngerti. Orang yang mengerti akan tenang-tenang saja, karena telah memberikan hatinya kepada Tuhan.

“Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku” (Ams 23:26)

Kita juga ga bisa masuk dalam hadirat Tuhan jika belum ready. Hadirat Allah adalah kunci untuk masuk dalam keintiman dengan Allah. Memang Allah bertahta dalam puji-pujian umat-Nya (Mzm 22:4), namun semuanya itu di awali dengan hati yang siap. Kita bisa belajar dari Daud, seorang yang murni hatinya (bukan suci, karena Daud juga punya kelemahan). Allah menyukai Daud karena ketulusannya dan kesungguhan mencari Tuhan Tuhan.

Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa! (-Daud, Mazmur 57)

Daud memiliki hati yang rindu pada Allah. Perhatikan, Allah ga pernah tertarik dengan nyanyian atau lagu pujian kita.  Allah tertarik dengan hati kita, yang penuh kerinduan menyembah Dia. Kenapa ada orang yang susah sekali masuk ke dalam hadirat Tuhan bahkan ga pernah mengalami Tuhan. Itu karena hatinya sudah membatu. Itu juga alasan kenapa Tuhan ‘memukul’ umat-Nya, semata-mata agar hatinya hancur terbuka dan berteriak memanggil Tuhan. Lalu di saat itulah mereka bertemu dengan Tuhan. Tapi, lucu juga mau datang ke pelukan Bapa yang baik aja harus ‘dipukul’ dulu, itu namanya anak bandel ga mau nurut. Anak yang selalu dikenan Bapa di sorga adalah mereka yang mengerti hati-Nya dan selalu memiliki hati yang siap.

Daud memiliki hati yang siap. Hati yang jujur apa adanya. Kalo mempelajari kitab mazmur, lihatlah, ga selalu Daud datang dengan hal yang manis dan indah semata. Hampir separuh kitab mazmur ditulis oleh Daud. Lihatlah, terkadang Daud datang dengan kesedihan yang mendalam, ketakutan, kemelaratan, kehampaan. Walaupun di awali dengan semua itu, Tuhan datang dan menguatkan Daud, lihatlah lagu duka itu berubah jadi ucapan syukur. Penyatuan dengan Tuhan seperti ini tidak akan pernah terjadi tanpa hati yang siap. Dear friends, aku mau menguatkan kamu semua, mungkin doamu belum terjawab, masalah belum terselesaikan, musibah melanda dan situasi makin memburuk, namun kalo kamu menyatu dengan Tuhan-kamu pasti bisa melewati semuanya itu. Siapa bilang jadi orang Kristen harus selalu dijawab doanya. Yang penting lewat semuanya itu kita semakin bergaul dengan Tuhan dan mengerti jalan-jalan-Nya. Nah, jika Daud saja mengerti bagaimana bergaul dengan Tuhan pada jaman baholak, apalagi kita di akhir jaman yang penuh Roh Kudus ini?

Sayangnya, hati yang siap selalu paling belakangan dalam hal pelayanan di gereja. Gereja saat ini lebih cenderung mencari talented person karena bisa ‘dipakai’ melayani. Apalagi yang bersuara bagus dan performancenya keren kayak bintang American Idol. Tahukan banyak gereja yang terjebak seperti itu. Performancenya boleh lah, tapi sama sekali ga ada hadirat Tuhan. Gereja, bukanlah gereja, jika tanpa hadirat Tuhan. Itu bukanlah persekutuan, tapi hanya pertunjukan yang ‘memakai’ nama Tuhan. Sebetulnya, yang dunia mau lihat adalah kemuliaan Tuhan yang dinyatakan lewat hadirat-Nya, bukanlah suatu pertunjukkan. Gereja yang mati-matian menonjolkan pertunjukkan akan capek nantinya, karena sudah jelas pertunjukkan yang berasal dari dunia lebih bagus dan tentunya orisinil!

hear2Model ‘pertunjukkan’ (show) di gereja dalam jangka pendek, bisa dijadikan strategi buat nambah jemaat. Bikin ramai, iya. Namun jangka panjang, siap-siap aja bubar! Apa yang bukan berasal dari Allah, suatu waktu akan digoncangkan dan goyah, tapi apa yang dibangun-Nya tetap sampai kekekalan. Atau kalo ga bubar ya lebih parah lagi yaitu stagnan, lalu tinggallah ritual. Tidak ada yang lebih buruk di hadapan Tuhan daripada ritual. Kita udah kebanyakan very-very talented people, tapi kita kekurangan mereka yang punya hati yang siap, hati yang mengerti jalan-jalan Tuhan. Pelayanan yang dilakukan dengan hati yang siap sesungguhnya adalah persembahan terbaik. Namun, bukan berarti orang yang punya hati siap namun suara pas-pasan dan musik jelek bisa melayani mimbar, bukan pula seperti itu, bisa kacau nanti. Intinya: biarlah kita menekankan apa yang paling penting dahulu. Daud sungguh very talented person namun di atas segalanya, Daud punya a pure and a ready heart!

Terobosan demi terobosan terjadi saat kita selalu terjaga dan memiliki hati yang siap. Kenapa Tuhan Yesus disebut penasihat ajaib? Karena memang Dialah penasehat yang paling baik dalam hidup kita. Kamu pasti butuh solusi untuk setiap persoalan hidupmu, Tuhan siap membimbing dengan segala nasehatnya, asal kamu mau membuka hati memberi diri. Dengarkan suara-Nya dan ikuti pimpinan-Nya karena Dialah gembala kita yang baik.

“Lord, I give You my heart. I give You my soul. I live for You alone. Every Breath I take. Every moment I’m awake. Lord, have Your way in me.”

In His Presence,

John Jeshurun

4 Tanggapan

  1. Shalom pak John,sy mau tanya,apakah kita akan sulit merasakan hadirat Tuhan apabila kita blm prnh mndpt baptisan Roh Kudus n blm bisa berbahasa roh?Gereja tpt sy bernaung,gak prnh perduliin ttg baptisan Roh Kudus..yg penting byk jiwa.trims..Gbu

    .

  2. Kita bisa jatuh cinta dengan Tuhan karena kasih-Nya yang menarik kita. Karena Tuhan menyatakan kasih-Nyalah maka kita datang bersekutu dengan Dia di dalam hadirat-Nya. Baca dan pahami 2 posting yang sederhana ini: Hadirat Tuhan dan Menikmati Tuhan.

    Untuk merasakan hadirat Tuhan ga harus dibabtis Roh Kudus, coba pahami kedua posting itu. Baptisan Roh itu kuasa untuk menjadi saksi, kuasa untuk memberitakan Injil. That’s power from above! Baptisan Roh dapat dialami lewat penumpangan tangan, pemberitaan firman bahkan dalam doa pribadi (dalam hadirat Tuhan) dengan tanda fisik berbahasa roh.

    Teman saya dibabtis Roh Kudus (dipenuhi Roh saat pertama kali) saat memimpin doa mau makan, waktu itu saya masih mahasiwa, wah doa mau makan kami waktu itu pake bahasa roh. Kadang tanda dibabtis Roh Kudus juga mengeluarkan bahasa roh dalam bentuk bahasa asing (salah satu bahasa di dunia ini). Namun, saya heran juga ada gereja yang mau babtis Roh aja pakai metoda yang rumit-rumit.

    Ga usah ngotot, santai aja. Biasanya saat seseorang masuk dalam hadirat Tuhan, tahu kok apa yang harus dilakukan. Gampang banget. Kalo ditanya apa sih syaratnya? Cuman ketulusan dan kesederhanaan, datang pada Tuhan apa adanya dengan penuh kerinduan, sembah dan agungkan Dia. Maka Tuhan akan meliputi kita dengan hadirat-Nya. Indahnya saat bersekut dalam hadirat-Nya, eh taunya dibabtis Roh Kudus juga sekalian. Baca juga Hadirat-Nya yang Kudus. Tuhan memberkati pak!

    .

  3. Shalom..,

    benar apa yg bro Jeshurun tuliskan di bawah ini:

    (“Ga usah ngotot, santai aja. Biasanya saat seseorang masuk dalam hadirat Tuhan, tahu kok apa yang harus dilakukan.”)

    Saat kita Haus,lapar dan hati benar benar rindu,Maka Roh Tuhan akan membawa dan menuntun kita untuk masuk dalam hadirat Nya,semakin masuk ke dalam pelataran Nya hati kita akan semakin lekat dan ingin selalu bersama Nya.

    GBU

    .

  4. @Miracle. Yup. That’s led by the spirit. Itu alami, ga ada yang fake, atau dibuat-buat to impress people. Hadirat Tuhan tempat yang tiada duanya…..Thanks God for your presence, we love and we honor You Lord!

    .

Tinggalkan Balasan