EKSPRESI PROFETIK

MEMAHAMI EKSPRESI PROFETIK

Posting kali ini adalah request dari Bpk.  Adi Surya Wibowo. Sepertinya yang ditanyakan adalah tentang mabuk dalam Roh, namun karena diberikan suatu ayat mengenai bentuk nubuatan, maka topik ini secara keseluruhan berubah menjadi posting tentang Ekspresi Profetik. Namun demikian, kiat bahaslah sedikit mengenai manifestasi Roh. Kiranya bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.

spiriKalo kita baca pencurahan Roh Kudus di Kisah Para Rasul, jelas sekali saat Roh Kudus turun memenuhi para murid, beberapa orang menyindir bahwa mereka sedang mabuk, padahal yang sedang terjadi adalah kepenuhan Roh Kudus. Hal-hal yang supranatural terjadi, namun bagi orang yang belum mengerti, yang kelihatan adalah seperti orang mabuk. Saat Roh Kudus memenuhi seseorang biasanya selalu ada manifestasi (bukti terlihat) yang menyertainya. Ada suatu ungkapan di perjanjian lama yang bunyinya, “Apakah Saul juga termasuk golongan nabi?” Ungkapan itu muncul saat Saul dikuasai Roh Tuhan lalu dia menjadi kepenuhan seperti nabi. ‘Kepenuhan seperti nabi’, ini mengisyaratkan adanya suatu manifestasi Roh.

spirirMabuk dalam Roh adalah suatu bentuk manifestasi. Ada berbagai macam manifestasi Roh Kudus. Mungkin ini adalah salah satu yang paling kontroversial. Walau demikian, kita tidak bisa membatasi Roh Tuhan. Roh Allah dapat bekerja dan memunculkan berbagai macam manifestasi sesuai dengan kreativitas-Nya. Biar begitu, kita juga ga bisa bersandar pada suatu pengalaman rohani atau manifestasi. Kita harus berpegang pada firman Tuhan. Baiklah, selalu ada dua hal yang mendasar yang menyertai menifestasi sejati (apapun bentuknya) yaitu perubahan hati dan kuasa yang nyata. Saat pertama kalinya Roh Kudus tercurah di Jerusalem, kuasa Tuhan menjadi nyata dan pada hari itu 3000 orang bertobat. Lebih jelasnya masalah manifestasi ini dapat di baca dalam posting TUJUAN JAMAHAN TUHAN.

Sesuai dengan request, dalam pertanyaannya, Bpk. Adi Surya Wibowo, menyertakan suatu ayat dari kitab Yeremia yang isinya bukanlah mengenai mabuk dalam Roh dalam arti kepenuhan, tapi lebih kepada bentuk nubuatan yaitu Ekspresi Profetik. Inilah yang akan kita bahas. Berikut ini adalah ayatnya:

Mengenai nabi-nabi. Hatiku hancur dalam dadaku, segala tulangku goyah. Keadaanku seperti orang mabuk, seperti laki-laki yang terlalu banyak minum anggur, oleh karena TUHAN dan oleh karena firman-Nya yang kudus (Yer 23:9)

Mabuk di sini, sebenernya berbeda pengertiannya dengan mabuk di dalam Roh. Mabuk di sini bukanlah suatu kepenuhan, melainkan salah satu bentuk ekspresi profetik. Ada 9 Bentuk Pelayanan Nubuatan, salah satunya adalah ekspresi profetik. Memang belum sempat aku post, tapi paling tidak aku kasih gambaran sedikit ya. Ekspresi Profetik adalah suatu ekspresi wajah, bahasa tubuh atau mimik seseorang dalam dorongan Roh Kudus, yang menyatakan isi hati Allah pada saat tertentu. Yeremia adalah salah satu nabi yang yang sering menunjukkan ekspresi profetik, misalkan saat dia merasakan sakit di dada atau jantung berdebar-debar, ketakutan atau kesedihan. Keadaan ini bukanlah berasal dari dirinya sendiri atau perubahan metabolisme tubuhnya karena kelebihan dosis karena menelan pil tertentu. Sama sekali tidak. Semua ekspresi ini berasal dari Allah, atas dorongan yang kuat dari Roh Kudus yang masuk menerobos hatinya.

praysKita keluar dari topik sebentar ya. Mumpung inget, kita lari ke doa syafaat dulu, ini berhubungan. Nanti di bagian akhir aku jelaskan. Kalo baca kitab Yeremia dan kitab Ratapan (Ratapan Yeremia), tahulah kita bahwa si teman kita, nabi Yeremia ini adalah seorang pendoa syafaat. Pada waktu itu para pemimpin umat sendiri sudah memberontak dan menjadi penyembah berhala. Allah sendiri siap menjatuhkan hukuman atas Israel. Mungkin, beberapa di antara kita ada yang mengetahui di dalam hati bencana apa saja yang bakal terjadi atas bangsa kita. Buka mata dan telinga, liat berita di tv dan menangislah, merataplah. Kalo kamu peka, kamu tidak akan bersikap acuh ta acuh, karena ini saatnya kita berdiri untuk bangsa ini, bersyafaat, menjadi penengah antara manusia dan Tuhan. Tangisi dan sesali, mengeranglah agar agar murka Tuhan tidak turun menghanguskan bumi. Kita dipanggil menjadi pengantara. Bersyafaat adalah mengambil beban, menanggung segala murka Tuhan, meminta belas kasihan Tuhan dan mohon ampun mewakili kebejatan orang-orang tertentu. Kita dipanggil bukan untuk menjadi hakim melainkan untuk menjadi pengantara. Perhatikan, semua orang yang sudah ditebus dan diselamatkan adalah para pendoa syafaat. Orang Kristen yang ga pernah berdoa syafaat sama sekali tidak hidup di dalam kebenaran, itu merupakan cerminan keegoisan, pembenaran diri dan kemunafikan. Yah, kita semua adalah pendoa syafaat, walaupun, ada orang-orang tertentu yang lebih full pelayanannya pada doa syafaat.

jermiahKita kembali lagi ke topik. Jadi untuk kasus ini, Roh Tuhan yang profetik, masuk dalam hati Yeremia dan memunculkan suatu ekspresi natural yang menggambarkan isi hati Tuhan saat itu. Ekspresi yang ditunjukkannya itu mewakili perasaan Allah saat itu. Dikatakan dalam ayat tersebut, “Hatiku hancur, tulangku goyah, keadaanku seperti orang mabuk”. Ekspresi apakah yang ditunjukkan Yeremia pada saat itu? Yah, itu wajah orang stress berat dan ketakutan, wajah orang yang mengalami kengerian sehingga menjadi teler. Kenapa Yeremia begitu? Dikatakan, “Oleh karena Tuhan dan firman-Nya yang kudus.” Yeremia menjadi takut sekali akan murka Tuhan. Dia akhirnya sadar kalo Tuhan marah, ngerinya minta ampun (emang enak jadi nabi?). Dia menjadi takut, karena sekali berfirman, Tuhan akan segera menggenapinya. Baca seluruh pasal untuk mengetahui kengerian apa yang terjadi terhadap para pemimpin Israel yang serong, fasik dan menjadi penyembah berhala itu. Pesan profetik yang jelas muncul melalui ekspresi Yeremia saat itu adalah kengerian murka Tuhan.

Seandainya aku yang mengalami sendiri, saat bersebelahan dan melihat sendiri ekspresi profetik Yeremia pada saat itu (walaupun jelas, itu semua bukan untukku), aku akan berlutut dengan muka sampai ke tanah, hancur hati dan bersyafaat melunakkan hati Tuhan, sebab sungguh ngeri murka Allah yang hidup. Banyak di antara kita tahu bahwa Dia adalah Bapa yang baik, namun berapa di antara kita yang mengetahui bahwa Dia juga adalah Allah yang dapat murka, yah dengan murka yang menyala-nyala. Itu sebabnya perlu para pendoa syafaat untuk menyurutkan murka Tuhan yang menyala-nyala itu. Intinya di sini adalah, how to respon to a prophetic expression is more important than to understand the meaning of it. Respon kita terhadap suatu pesan yang disampaikan lewat ekspresi propetik lebih penting daripada mengerti artinya.

Demikian, next time kita bahas kembali lebih mendalam ya.

In his prophetic restoration,

John Jeshurun

8 Tanggapan

  1. mantapppp sekali bro.
    aku paling suka pas bro jesurun nulis ini

    selalu ada dua hal yang mendasar yang menyertai menifestasi sejati (apapun bentuknya) yaitu

    1.perubahan hati dan
    2.kuasa yang nyata

    benar2 mantap. hahaha

    God bless u

    .

  2. bro

    saya pernah mendengarkan dari sebuah pengajaran seperti ini.

    jika ditampar pipi kiri beri pipi kanan.

    apakah hal ini mungkin dilakukan tanpa “mabuk dalam roh” ?
    (mabuk dalam roh = dipenuhi roh)

    .

  3. Ya, kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang dipimpin Roh. Semuanya sudah jelas dalam Roma 6, 7 dan 8. Semua org Kristen wajib membaca ayat tsb. Kita ini tidak dipanggil utk hidup saleh karena tuntutan agama (bhs alkitabnya taurat). Kita diselamatkan oleh Roh Kudus, hidup oleh Roh, melakukan kesalehan juga karena dorongan Roh dan melayani oleh Roh. Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kenapa kita suka melakukan perbuatan baik? Itu semata-mata bukan dr manusia, ga ada manusia yg tulus baik, semuanya krn pimpinan Roh.

    Apakah ada hal baik dan benar dari manusia (mankind)? Sama sekali ga ada. Kalo ada, maka kematian Kristus di kayu salib menjadi sia-sia. Kalo kita melakukan kesalehan atas kehendak sendiri dan niat manusiawi, semuanya tidak dikenan Tuhan. Hal itu hanya mendatang puji-pujian kpd diri sendiri. Tapi hanya oleh pimpinan Roh saja kita dikenan Tuhan dan mengalami buah Roh, yang akhirnya mendatangkan puji-pujian bagi Allah.

    Karena itu aku berani mengatakan, bahwa perbuatan baik apapun yg bukan berasal dari Roh tidak dikenan Tuhan. Masihkah kita mau melakukan segala tuntutan agama dan menjadi gagal? Roh Kudus diberikan dan tinggal di dalam kita, supaya kita hidup berkenan di hadapan Tuhan

    Hidup oleh Roh itu hidup di bawah kasih karunia. Bukan karena kuat dan gagah, bukan karena kemampuan manusia, tapi oleh Roh. Barulah kita bs melakukan segala perintah Allah.

    Demikian. Btw, ayatnya yg benar adalah “Siapa menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu.” (terbalik yah…he..he..gpp, yang penting nangkep intinya kan)

    Kenapa orang suka baca alkitab? Itu juga dari Roh karena itu makanan utk org hidup. Ini membuat kita sadar, ternyata banyak juga zombie di gereja: orang-orang yg tidak suka alkitab, ga mau baca alkitab atau juga baca alkitab bukan karena Roh, melainkan karena wajib (agama/taurat).

    Wah, udah dulu yah…mau mandi dulu..ntar kepanjangan komennya (ini juga karena dorongan Roh…ha…ha…bless u.)

    .

  4. waow

    setuju banget bro

    Apakah ada hal baik dan benar dari manusia (mankind)?

    Sama sekali ga ada. Kalo ada, maka kematian Kristus di kayu salib menjadi sia-sia

    betul2.

    Yesus di kayu salib sudah berkata “It is FINISH” (sudah selesai.)

    Tuhan yang sudah di kayu salib menyelesaikan semuanya (It is Finish). yang saat ini Rohnya tinggal didalam kita menuntun hidup kita.

    .

  5. Pak john, request mat15:17-18, u/hal menasehati hubunganx dgn hal menghakimi.. Sejauh mana? Very great! Gbu

    .

  6. @Nanda. Ok. bole, i’l try. Tapi ini mat 15:17 ttg hal yang menajiskan, beda sama hal menghakimi—>dua topik yang berbeda maksud Nanda?

    Truz, utk hal menasehati hubungan–>can u explain more maybe some verse on the bible?

    Berarti ada tiga topik, tapi ini ga berkaitan kan, benar ga?

    .

  7. hehe salah tulis maksudnya mat 18:15-17… kaitannya sama hal menghakimi… terkadang anak2 dalam persekutuan menjadi acuh/ga mau menasehati saudaranya yang dianggap melanggar aturan gereja/berdosa karena ga mau dianggap menghakimi… jadi kapan kita harus menasehati? kapan kita dianggap menghakimi (yang ga boleh)? nah iya kalo dosanya jelas, kadang2 ada dosa yang ga jelas (karena aturan gereja ga bolehin jadi dianggap dosa)… bingung pak…

    .

  8. @Nanda. Ok It’s done:
    1. PRINSIP MENGHAKIMI
    2. PELAJARAN MENEGUR

    .

Tinggalkan Balasan