BEDA KRISTEN SEJATI DENGAN KRISTEN KTP
Requested by Adi Surya Wibowo
The true Christian! Apa sih definisi kristen sejati? Bagaimana kita mendefenisikan seorang Kristen? Darimana? Apakah ada ciri-ciri tertentu? Aku juga mencari defenisi ini dan terus mencari. Tentunya defenisi yang benar hanya kita dapatkan dari Tuhan. Kalo kita sungguh-sungguh mencari pasti mendapat sesuai janji-Nya, “Barangsiapa mencari, ia akan mendapat”. Nah inilah yang mau kita bahas pada posting by request kali ini. Posting kali ini akan banyak membahas seperti apa itu Kristen KTP dan definisi Kristen Sejati muncul juga sebagai kebalikannya. Mari kita lihat perbedaannya.
MANUSIA BUTA MENDEFENISIKAN TUHAN
Mungkin di antara temen-temen ada yang pernah dengar cerita The Six Blind Men, ada banyak versi namun intinya ada enam orang buta yang secara terpisah mencoba mencari defenisi seekor gajah. Ternyata masing-masing punya defenisi yang berbeda tentang seekor gajah, karena ke-enam pria buta tersebut menyentuh bagian-bagian yang berbeda. Pas ditanya, apakah itu seekor gajah? Maka ada enam jawaban yang sama sekali berbeda. Cerita ini sebenarnya menunjukkan gambaran yang tepat tentang bagaimana terjadinya agama. Suatu agama terbentuk dari suatu definisi, tentang siapa Tuhan itu. Karena berbeda defenisi, maka munculnya berbagai agama dan aliran kepercayaan. Intinya, yah mereka percaya adanya Tuhan. Makanya muncul suatu ungkapan, “Tuhan itu satu, hanya cara orang menyembah kepada-Nya saja yang berbeda-beda”. Ungkapan ini kedengaran bagus banget, tapi ga bener, nanti kita bahas.
Sebenarnya, lewat cerita Enam Orang Buta, ketahuan bahwa definisi mereka tentang seekor gajah jelas lucu dan ga benar. Itu sebabnya agama yang ada, sulit bersatu dalam hal keyakinan. Ada beberapa manusia di bumi ini mengusulkan agar semua agama dilebur menjadi satu, menjadi one world religion. Supaya terjadi, “Make this world a better place”, seperti lagunya Michael Jackson. Terus pertanyaannya Tuhan yang mana yang harus disembah? Jadi, diadakanlah suatu meeting lalu agama yang baru dibuat berdasarkan hasil perpaduan dari semua agama, sama seperti enam orang buta yang akhirnya duduk bersama mendefenisikan seekor gajah, demikianlah para pemimpin agama berupaya mendefenisikan Tuhan. Walaupun defenisi gajah mereka akhirnya klop, tapi tentu saja itu baru mendefisikan fisik gajah, bukan gajah dalam arti sesungguhnya. Mereka sebenarnya belum tau gajah itu makannya apa, tidurnya gimana, apa warna kulitnya, bernafasnya gimana, lahirnya gimana, kawinnya seperti apa, suaranya gimana, tenaganya kayak apa dan sebagainya. Kalo nonton liputan Animal Planet atau National Geographic tentang Elephant Life, barulah lengkap definisi seekor gajah. Apa yang salah di sini? Ya, jelas, semata-mata karena yang disuruh mendefinisikan gajah adalah orang buta. Demikianlah juga kalo orang buta mendefenisikan Tuhan.
Yesus menegur keras para pemuka agama Israel waktu itu sebagai orang buta. Ini ga main-main. Kalo diibaratkan saat ini, itu sama saja ada seorang dari Tuhan yang menegur pendeta senior di gerejamu sebagai orang buta. Kalo gerejanya fanatik ama pemimpinnya, bisa jadi orang yang berani menghina pemipin itu akan dibunuh di tempat dan disalibkan di pelataran parkir gereja. Sekarang beberapa gereja dengan bangga mengklaim berasal dari kiblat Luther, Calvin, Wesley, Booth, Spurgeon, Finney dan lainya. Itu ga ada apa-apanya, jika dibandingkan satu nama yang disebut pemuka agama Israel (dan itu benar!), bahwa Abraham adalah bapa mereka. Itu sudah cukup! Intinya, gereja apapun merek, denominasi dan sinodenya, kalah telak ama Yahudi. Namun tetap aja, bangsa yang besar karena Abraham ini, ditegor ama Yesus berkali-kali, “Kalian ini pemimpin buta! Orang buta tidak bisa menuntun orang buta.
CARA TUHAN MENYATAKAN DIRI-NYA
Sebelum lupa, mari kita bahas kembali ungkapan, “Tuhan itu satu, hanya cara orang menyembah kepada-Nya saja yang berbeda-beda”. Kelihatannya bagus ya. Seperti pendapat Oprah Winfrey yang sempat bikin heboh, “Jesus is a way, not the only way”. Ironisnya, hampir 50% orang Kristen di belahan bumi ini percaya ungkapan ini. Tapi ini sama sekali ga benar. Begini, kita buat saja suatu ilustrasi, andaikan ada seorang ayah punya 6 orang anak dan ke-6 anaknya datang berkomunikasi dengan cara yang berbeda, memperlakukannya dengan persfektif yang berbeda bahkan memanggil nama ayah mereka dengan sebutan yang berbeda. Udah gitu satu sama lain juga saling sikut dan berantam sesama saudara, yang juga diakibatkan perihal jati diri ayahnya ini. Kalo terus gini, maka tentu saja ayahnya yang satu ini, yang dicintai dengan cara yang berbeda-beda oleh anak-anaknya ini, lama-kelamaan akan berurusan dengan RSJ karena menderita gangguan mental seperti psychogenic amnesia (hilang ingatan) bahkan menjadi gila. Ilustrasi ini mungkin berlebihan, tapi ada benarnya. Hanya saja Tuhan ga mungkin jadi gila gara-gara para pencinta agama di dunia ini. Tuhan semesta alam yang esa tentunya ta ingin diri-Nya dikenal dengan berbagai macam, apalagi jika itu semua rekaan manusia. Tuhan punya cara-Nya tersendiri untuk menyatakan diri-Nya dan cara itu sungguh mempesona.
Daripada repot-repot, akhirnya Tuhan memutuskan untuk datang sendiri dan turun ke bumi agar semua manusia mengenal Allah yang sejati. Toh juga semua manusia berasal dari-Nya. Karena begitu besar kasih-Nya, Allah turun ke dunia untuk menyatakan diri-Nya. Bisa saja Tuhan menuju langsung ke Tiongkok, India atau kepada orang-orang Aborigin di Australia. Tapi tidak. Berhubung karena janji-Nya kepada Abraham, maka Allah turun ke wilayah Israel. Jelas ga ada apa-apanya kita dibanding kaum Yahudi, walaupun, tragisnya umat perjanjian ini pula yang menyalibkan Tuhannya. Tuhan kalo berjanji walau gimanapun pasti Dia tepati, walau jelas Dia tahu gimana bobroknya Israel pada saat itu.
Kita flash back dulu, waktu Tuhan menciptakan Adam dan Hawa di taman Eden, Allah bergaul dengan mereka. Allah berjalan juga di taman itu. Mereka bisa berkomunikasi dengan bebas dan menikmati segala kemuliaan Tuhan di taman tersebut. Namun, dosa memisahkan manusia dan manusiapun kehilangan kemuliaan Allah. Tahu ga kenapa Tuhan ga turun langsung dalam rupa kemuliaan-Nya waktu datang ke bumi? Karena kemuliaan-Nya akan menghanguskan dan membunuh manusia yang berdosa. Karena Allah mengasihi manusia, itu sebabnya Allah datang merendahkan diri-Nya sendiri, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia manusia sama seperti kita. Dialah Allah yang kita kenal dalam nama Yesus.
Untuk menjadi manusia Yesus harus dikandung dalam rahim wanita, oleh Maria-wanita perawan terpilih itu. Yah sama seperti kita, sembilan bulan di kandungan. Walaupun demikian Yesus bukanlah berasal dari benih Maria ataupun Yusuf ayahnya. Yesus datang dari sorga dikandung oleh Roh Kudus. Bayi Yesus lahir di Bethlehem, kota kecil dan tempatnya adalah di kandang binatang. Ga ada orang mau melahirkan anaknya di kandang, tapi itulah yang terjadi. Waktu Yesus lahir 2000 tahun lalu, itulah awal surga menjadi berisik setelah berabad-abad tenang, malaikat-malaikatpun bersukacita dan Bumi sejak saat itu siap diberkati dengan segala hal yang baik dari surga melalui Yesus, Tuhan Allah yang sejati yang berjalan di bumi. Itulah cara Tuhan menyatakan diri-Nya. Dan Yesus menjadi teladan bagi kita, bagaimana hidup berkenan kepada Bapa.
KRISTEN SEJATI DAN KRISTEN KTP
Nah, kita kembali ke topik sebagai judul posting ini, apakah defenisi Kristen sejati? Sederhana saja, Kristen sejati adalah orang yang hidup sebagaimana Yesus hidup. Mereka hidup sebagaimana Yesus hidup, berbicara dan berpikir seperti Yesus dan melakukan pekerjaan, bahkan yang lebih besar dari apa yang Yesus lakukan di bumi. Itulah Kristen sejati! Kekristenan bukan agama. Yesus tidak turun ke bumi menambah satu lagi agama baru. Itu sebabnya musuh orang benar (Kristen Sejati) adalah Kristen KTP (Kristen Tanpa Pertobatan). Kristen KTP adalah orang-orang yang beragama Kristen, namun tidak mengenal Tuhan dan tidak hidup di dalam kebenaran. Iblislah yang menjadi bapa mereka, nanti kita lihat bersama.
Walau demikian, banyak juga Kristen KTP yang sudah berpindah dari gelap ke terang, sama seperti aku juga 13 tahun lalu. Kalo aku pribadi ditanya, apa penyebab utama Kristen KTP tuh susah bertobat dan menjadi murid Tuhan maka jawabanya ada 3: Orang tua, orang tua, dan orang tua. Dengarkan, orang tua yang juga Kristen KTP akan memastikan anaknya, cucunya, cicitnya menjadi Kristen KTP juga. Sudah tradisi dari generasi ke generasi sampai kepada akhir zaman. Iblis memastikan tidak satupun dari keturunan berubah menjadi percaya dan mengenal Tuhan. Memang orang tua Kristen KTP mengajarkan agama kepada anak-anak-Nya, namun bukan pengenalan akan Tuhan. Toh, para orang tua ini mengajarkan anaknya berdoa, yah baca firman kalo sempat, pergi ke gereja tiap hari minggu, kalo ga sempat ga papa tapi usahakan dengar lagu rohani atau lihat siaran rohani. Ya demikianlah, agama hanya pelengkap dan penghias dari kosongnya kehidupan tanpa Tuhan. Itu sebabnya banyak orang menemukan Yesus justru saat mereka terpisah dari orangtuanya, saat mahasiswa misalnya.
Itu sebabnya Yesus tegas berkata, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku ia tidak layak bagi-Ku. Ujian ini dialami hampir semua orang Kristen Sejati. Tuhan sesungguhnya menilai hati kita, apakah Dia yang paling utama atau yang lain. Apabila kamu bertobat sungguh-sungguh, meningggalkan manusia lama dan menjadi murid Yesus, maka kamu akan mendapat pertentangan dari orang tuamu yang sudah betah dengan agama mereka dan merasa terganggu sekali dengan kehadiran Yesus di dalam hidupmu. Orang tuamu, merasa terusik karena Yesus yang ada di dalammu ‘hidup dan bergerak’. Mereka ga akan tinggal diam, mereka akan ‘membunuh’ Yesus dalam hidupmu, sama seperti kaum Farisi itu. Jangan mikir bagaimana menginjil orang tua dulu, bertahan setia aja itu sudah cukup. Berbahagialah yang tetap setia mengikut Tuhan, sekalipun dianiaya dan disalah mengerti oleh orang tua sendiri, suatu saat Tuhan memberikan kelepasan bahkan menyelamatkan banyak orang yang terhilang dari keluarga kita. Jadilah menang dan biarkan Iblis panik, karena melihat daftar nama Kristen KTP yang bakal menuju neraka berkurang drastis.
Kristen KTP percaya Tuhan itu ada. Ga ada bedanya seperti setan-setan yang juga percaya bahwa Tuhan itu ada. Sama pula seperti orang-orang kebanyakan di media, di internet dan di film yang juga percaya akan adanya Tuhan karena sering menyebut OMG (Oh My God). Dikit-dikit OMG, dikit-dikit OMG. Bahkan, orang atheis yang mengklaim tidak adanya Tuhan, bisa latah juga bilang OMG. Nah, coba tanya Kristen KTP, “Apakah anda mengenal Tuhan?” Itu bisa buat masalah, mereka akan tersinggung dan marah, dan berkata, “Eiit, jangan sembarangan ya, Saya ini pengurus gereja lho, Saya nih pelayanan, Saya ini pendeta lho atau bahkan Saya ini ketua sinode lho-kamu jangan sembarang sama Saya.” Samalah waktu Yesus konfrontasi dengan pendeta-pendeta Yahudi waktu itu, Yesus dengan berani menantang mereka, “Kalian orang buta!” Tidak mengenal Tuhan. Kaum Farisi dan ahli Taurat, mencoba berdebat, tapi di atas kertas skor mereka kalah telak. Mereka berupaya menjebak dengan pertanyaan licik, tapi lagi-lagi gagal. Mereka mengumpat, marah, mengutuk Yesus dalam hatinya dan berencana untuk membunuhnya.
Tahu ga kenapa Kristen sejati dan Kristen KTP ga pernah klop, bawaannya musuhan terus. Sama seperti Yesus selalu dibenci oleh orang Farisi. Itu karena beda bapa. Iblislah yang menjadi bapa bagi para Kristen KTP. Kalo di sebut, ‘Iblislah yang menjadi bapa’, itu bukan berarti mereka menyembah Iblis. Kaum Farisi dan ahli Taurat, yang ditegur Yesus, “Iblislah yang menjadi bapamu” adalah para pemimpin agama. Mereka sama tidak pernah beribadah kepada Iblis, melainkan taat setia memelihara ‘kewajiban agama’ dan ‘beribadah’ kepada Tuhan semesta Alam. Mereka adalah orang-orang yang memelihara adat istiadat dan menghormati orang tua. Bahkan orang Yahudi sejak dulu, telah diajarkan turun temurun oleh nenek moyang mereka suatu kalimat ini, “Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu.” Walau demikian, tetap aja Yesus berkata bahwa Iblis yang menjadi bapa mereka. Dari keturunan yang buta lahir keturunan yang juga buta, begitu seterusnya, bagai rantai yang ta pernah putus. Demikianlah Iblis tetap sama aja, baik kemarin maupun hari ini. Untuk menjadi anak Iblis, ga perlu harus tempel gambar setan di kamar, ga perlu harus menghujat Yesus, ga perlu terlibat dalam okultisme. Kamu sudah menjadi anak Iblis jika kamu hanya Kristen KTP. Jadi, saat ini orang-orang Kristen yang memegang alkitab dan menjalankan kewajiban agama Kristen tapi tidak hidup dalam Tuhan, maka Iblis jugalah yang menjadi bapa mereka.
Kristen KTP adalah orang-orang yang punya hati degil dan pikirannya telah dibutakan oleh ilah jaman ini. Iblis menipu mereka, dengan membisikkan hal-hal yang jelek jika mereka memberi hati kepada Tuhan. “Mengikut Tuhan itu susah, mengikut Tuhan itu menderita, Mengikut Tuhan itu merenggut kebebasan.” Di samping itu, mereka juga masih belum mau meninggalkan dunia, yah itu penyebabnya. Cinta dunia adalah penyebab orang ga bisa mengikut Tuhan. Kata mereka, “Ntar kalo ikut Tuhan ga bisa klubing, party, nge-seks bebas lagi.” Bahkan ada yang menolak Yesus, karena ga bisa melepas rokok ataupun minum mabuk dan pornografi. Sekali lagi, Iblis menipu mereka dan menanamkan penghakiman serta penuduhan dalam hati mereka. Andaikan Yesus datang ke dunia saat ini, Yesus juga akan duduk dalam kafe, masuk ke tempat keramaian, bergaul dengan orang berdosa, semata-mata karena Dia mengasihi jiwa yang terhilang. Yesus akan merebut orang-orang berdosa agar masuk dalam terang-Nya yang ajaib. Tapi persoalannya, apabila orang itu lebih mencintai dunia, tetap aja ga bisa, sekalipun Yesus sendiri yang datang.
Kristen KTP adalah orang-orang yang ga punya hubungan pribadi dengan Tuhan. Mereka juga yang bilang, hey hubungan dengan Tuhan itu adalah sesuatu yang pribadi, so don’t judge me, okay?!” Apa yang mereka bilang itu tepat. Tapi, sayangnya itu hanya ucapan yang manis di bibir semata dan alasan untuk mengelak karena mereka sama sekali ga punya Tuhan dalam hidup mereka. Tuhan mereka adalah diri mereka sendiri! Orang-orang yang malang ini, sering menggantikan persekutuan pribadi sama Tuhan dengan ‘pelayanan’, perbuatan baik, sumbangan untuk korban gempa, sumbangan untuk gereja, aktifitas sosial, aktivitas gereja, aktivitas perdamaian, kampanye aids, penggalangan dana sosial, menjadi sukarelawan, membantu anak yatim dan bantuan kemanusiaan. Itu ibarat korban penebus salah. Kaki yang satu berpijak pada dunia dan dosa, kaki yang lain berpijak pada perbuatan baik. Padahal segala perbuatan baik itu di hadapan Tuhan ibarat kain kotor yang menutupi ketelanjangan mereka. Kalo saja oleh amal dan perbuatan baik bisa menyelamatkan, ga perlu Tuhan Yesus turun dari surga dan mati di kayu salib.
Kristen KTP adalah orang yang sama sekali tidak merindukan Tuhan dalam hidupnya, karena memang mereka secara roh mati. Kenapa orang suka baca alkitab? Itu adalah dorongan dari Roh Kudus karena firman Tuhan merupakan makanan untuk org hidup. Ini membuat kita sadar, ternyata banyak juga zombie di gereja: orang-orang yg ga suka alkitab, ga mau baca alkitab atau juga baca alkitab bukan karena Roh, melainkan karena wajib (agama/taurat). Para zombie, suka melakukan kewajiban agama dan menghormati pendeta (pemuka agama), tapi sama sekali ga punya hubungan personal dengan Tuhan.
Aku sering mengatakan, para Kristen KTP tahu kok (they recognize) arti kesungguhan hidup dalam Tuhan. Mereka bisa membedakan antara Kristen sejati dengan yang KTP. Sama seperti kaum Farisi yang mengetahui bahwa Yesus adalah orang benar. Bagaimana mereka tahu? Simpel aja, justru karena mereka belum hidup di dalamnya. Kerap kali, jika seorang Kristen KTP bertemu seorang Kristen Sejati maka hati mereka terusik dan mengetahui ada kebenaran dalam hidup dan ada kemuliaan Tuhan pada wajah orang Kristen sejati, hanya saja mereka menyangkalnya. Sampai kapankah mereka berubah? Ya sampai, mereka memberi hati mereka kepada Tuhan dan bertemu langsung secara pribadi dengan-Nya. Dan itu merupakan sebuah pilihan!
In his pastoring,
John Jeshurun
DIarsipkan di bawah: @BY REQUEST, AGAMAWI, GEREJA, KELUARGA, LEADERSHIP, MARKET PLACE, PANGGILAN, PENGINJILAN | Ditandai: agama kristen, CARA MENJADI KRISTEN, DEFINISI KRISTEN, DEFINISI KRISTEN SEJATI, HUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN, kebaktian, kekristenan, KRISTEN AGAMAWI, KRISTEN FARISI, KRISTEN KTP, KRISTEN MUNAFIK, KRISTEN SEJATI, KRISTEN TANPA PERTOBATAN, pelayanan gereja, PENDIDIKAN AGAMA, PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN, persekutuan kristen | 2 Komentar »
Kalo kita baca pencurahan Roh Kudus di Kisah Para Rasul, jelas sekali saat Roh Kudus turun memenuhi para murid,
Mabuk dalam Roh adalah suatu bentuk manifestasi. Ada berbagai macam manifestasi Roh Kudus. Mungkin ini adalah salah satu yang paling kontroversial. Walau demikian, kita tidak bisa membatasi Roh Tuhan. Roh Allah dapat bekerja dan memunculkan berbagai macam manifestasi sesuai dengan kreativitas-Nya. Biar begitu, kita juga ga bisa bersandar pada suatu pengalaman rohani atau manifestasi. Kita harus berpegang pada firman Tuhan. Baiklah, selalu ada dua hal yang mendasar yang menyertai menifestasi sejati (apapun bentuknya) yaitu
Kita keluar dari topik sebentar ya. Mumpung inget, kita lari ke doa syafaat dulu, ini berhubungan. Nanti di bagian akhir aku jelaskan. Kalo baca kitab Yeremia dan kitab Ratapan (Ratapan Yeremia), tahulah kita bahwa si teman kita, nabi Yeremia ini adalah seorang pendoa syafaat. Pada waktu itu para pemimpin umat sendiri sudah memberontak dan menjadi penyembah berhala. Allah sendiri siap menjatuhkan hukuman atas Israel. Mungkin, beberapa di antara kita ada yang mengetahui di dalam hati bencana apa saja yang bakal terjadi atas bangsa kita. Buka mata dan telinga, liat berita di tv dan menangislah, merataplah. Kalo kamu peka, kamu tidak akan bersikap acuh ta acuh, karena ini saatnya kita berdiri untuk bangsa ini, bersyafaat, menjadi penengah antara manusia dan Tuhan. Tangisi dan sesali, mengeranglah agar agar murka Tuhan tidak turun menghanguskan bumi. Kita dipanggil menjadi pengantara. Bersyafaat adalah mengambil beban, menanggung segala murka Tuhan, meminta belas kasihan Tuhan dan mohon ampun mewakili kebejatan orang-orang tertentu. Kita dipanggil bukan untuk menjadi hakim melainkan untuk menjadi pengantara. Perhatikan, semua orang yang sudah ditebus dan diselamatkan adalah para pendoa syafaat. Orang Kristen yang ga pernah berdoa syafaat sama sekali tidak hidup di dalam kebenaran, itu merupakan cerminan keegoisan, pembenaran diri dan kemunafikan. Yah, kita semua adalah pendoa syafaat, walaupun, ada orang-orang tertentu yang lebih full pelayanannya pada doa syafaat.
Kita kembali lagi ke topik. Jadi untuk kasus ini, Roh Tuhan yang profetik, masuk dalam hati Yeremia dan memunculkan suatu ekspresi natural yang menggambarkan isi hati Tuhan saat itu. Ekspresi yang ditunjukkannya itu mewakili perasaan Allah saat itu. Dikatakan dalam ayat tersebut, “Hatiku hancur, tulangku goyah,
Hello guys, kali ini kita mau bicara tentang hati yang siap. Maybe, di antara kamu, ada yang mulai bosen karena gitu-gitu aja kekristenannya, kiranya posting ini bisa membantu. Hati yang siap adalah
Aku cukup prihatin. Saat ini di beberapa ibadah, khususnya ibadah pemuda, lebih banyak penekanan kepada tren ketimbang hal yang bersifat mendasar (prinsip). Hati yang siap merupakan salah satu prinsip dasar yang penting dalam komunitas. Jangan tertipu, karena ramainya (crowded) suatu ibadah.
Selain itu, dengan hati yang siap, Allah siap mewahyukan diri-Nya dan jalan-jalan-Nya kepada kita. Berbahagialah orang yang murni hatinya (pure heart) karena mereka akan melihat Allah. Melihat ini artinya mengenal Tuhan. Bahasa alkitabnya mengenal secara sempurna adalah bertemu muka dengan muka. Mau denger suara Tuhan ga? Siapkan hatimu. Ingat murid itu mendengar. Murid itu memperhatikan dan menyimak, sehingga menjadi mengerti. Hari gene, ga bisa mendengar suara Tuhan, wah ke laut aje! Orang yang dewasa rohani bukanlah yang banyak melakukan pelayanan bagi Tuhan, tetapi yang mengerti kehendak Allah dalam hidupnya, mengerti akan jalan-jalan Tuhan. Itu bicara penyatuan. Ingatlah bagaimana perjalanan Rasul Paulus yang penuh penderitaan dan ia selalu menyatu dengan Tuhan dan mengerti takdirnya. Kenapa ada orang yang suka protes, marah-marah pada Tuhan? Karena sama sekali ga mengerti jalan Tuhan atau ada yang lebih parah lagi: ga mau ngerti. Orang yang mengerti akan tenang-tenang saja, karena telah memberikan hatinya kepada Tuhan.
Model ‘pertunjukkan’ (show) di gereja dalam jangka pendek, bisa dijadikan strategi buat nambah jemaat. Bikin ramai, iya. Namun jangka panjang, siap-siap aja bubar! Apa yang bukan berasal dari Allah, suatu waktu akan digoncangkan dan goyah, tapi apa yang dibangun-Nya tetap sampai kekekalan. Atau kalo ga bubar ya lebih parah lagi yaitu stagnan, lalu tinggallah ritual. Tidak ada yang lebih buruk di hadapan Tuhan daripada ritual. Kita udah kebanyakan very-very talented people, tapi kita kekurangan mereka yang punya hati yang siap, hati yang mengerti jalan-jalan Tuhan. Pelayanan yang dilakukan dengan hati yang siap sesungguhnya adalah persembahan terbaik. Namun, bukan berarti orang yang punya hati siap namun suara pas-pasan dan musik jelek bisa melayani mimbar, bukan pula seperti itu, bisa kacau nanti.